SUMENEP, nusainsider.com — Grup musik tong-tong legendaris asal Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Mega Remmeng, kembali menjadi buah bibir di dunia maya.
Selama tiga hari terakhir, nama Mega Remmeng mendadak viral dan mendominasi platform digital TikTok.
Fenomena ini bermula ketika sejumlah unggahan tentang penampilan Mega Remmeng di ajang Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2025 ramai dibagikan warganet.
Video-videonya menembus ribuan penonton dalam waktu singkat. Banyak netizen bahkan menjuluki grup tersebut sebagai “Dewa Kuno yang memiliki Ajian Rawa Rontek”, seolah-olah bisa “Hidup Kembali” setelah lama vakum dari panggung besar.
Unggahan dari akun @drys* menyebut bahwa hampir seluruh beranda TikTok kini dipenuhi video Mega Remmeng.
“Beranda saya penuh Mega Remmeng, benar-benar menguasai TikTok!,” tulis akun tersebut, disertai emoji api dan bendera Madura.
Di sisi lain, sejumlah netizen mengaku heran dengan hasil penjurian festival musik tersebut. Mereka menilai Mega Remmeng seharusnya meraih Juara Umum.
“Dengan dekorasi, busana, aransemen, dan penyajiannya sehebat ini, kok bisa bukan juara umum? Saya benar-benar tidak habis pikir,” tulis akun @n_di** dalam kolom komentar.
Dukungan moral pun terus mengalir. Banyak penggemar menyebut Mega Remmeng sudah menjadi pemenang sejati di hati masyarakat.
“Keep strong Mega Remmeng! Di mata juri kamu mungkin bukan pemenang, tapi di mata kami, kamu sudah juara sejati,” tulis salah satu warganet dengan penuh semangat.
Namun ada juga yang memberikan pandangan lebih objektif. Akun @Die*** menilai bahwa dekorasi yang ditampilkan Mega Remmeng sebenarnya belum rampung sepenuhnya.
“Dekorasinya baru sekitar 70 persen selesai, tapi sudah mampu meraih Juara Terbaik Dekorasi dan Penyaji. Itu luar biasa!” ujarnya.
Fenomena ini juga menarik perhatian sejumlah pihak yang turut terlibat dalam perjalanan Mega Remmeng.
Pihak sponsor Utama, PT Mahaputera Nusantara (red. Makayasa), melalui unggahan resminya, menyampaikan bahwa dukungan mereka tahun ini belum maksimal karena berbenturan dengan berbagai agenda.
“Kami tahun ini belum bisa mendukung secara penuh karena banyak kegiatan yang bersamaan. Tapi tahun depan, kami akan lebih maksimal mendukung Mega Remmeng, grup legendaris yang punya ciri khas dan sejarah panjang di Sumenep,” tulis Admin Makayasa.
Selain Makayasa, dukungan juga datang dari Dian Astrid Make-up, yang dikenal sebagai sponsor kecantikan di balik tampilannya yang memukau. Mereka menampilkan “Putri Ratu” sebagai ikon dekorasi, berdiri anggun dan menambah pesona visual Mega Remmeng di ajang festival.
Viralnya Mega Remmeng ini tak hanya menandai kembalinya grup legendaris itu ke panggung utama, tetapi juga mempertegas eksistensi musik tong-tong sebagai warisan budaya Madura yang terus hidup di era digital.
Hingga kini, video Mega Remmeng masih terus mendominasi linimasa TikTok dengan berbagai versi remix, reaction, dan video dukungan dari penggemar di seluruh Madura.
Banyak warganet menyebut bahwa kehadiran grup ini seperti simbol kebangkitan seni rakyat Madura yang penuh semangat dan daya tahan luar biasa.
“Mega Remmeng bukan sekadar grup musik, tapi roh dari budaya dan Sejarah Madura itu sendiri. Setiap dentuman tong-tong-nya seperti membangunkan semangat warga Sumenep,” tulis seorang pengguna TikTok dalam kolom komentar.
Fenomena ini pun membuktikan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, karya seni tradisional tetap mampu bersaing dan bahkan mendominasi ruang publik digital.
Mega Remmeng kembali hidup bukan hanya di panggung festival, tetapi juga di hati masyarakat dan dunia maya.
![]()
Penulis : Wafa
















