SUMENEP, nusainsider.com — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Lembaga Pendidikan Lughatul Islamiyah memasuki hari kelima dengan suasana meriah namun tetap khidmat.
Kegiatan yang diikuti peserta didik PAUD dan TK/RA tersebut dipenuhi berbagai aktivitas edukatif yang dirancang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak usia dini.
Sejak pagi, hampir ratusan peserta didik tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan pendampingan para guru dan dukungan orang tua, anak-anak diajak mengenal lingkungan sekolah, teman-teman baru, serta membangun interaksi sosial yang positif sebagai bekal awal memasuki dunia pendidikan.
Berbagai kegiatan menarik mewarnai pelaksanaan MPLS, mulai dari permainan edukatif, pengenalan budaya sekolah, hingga pelepasan balon warna-warni sebagai simbol semangat baru dalam menempuh perjalanan belajar.
Momen tersebut menjadi pengalaman berkesan yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus menciptakan kesan pertama yang menyenangkan bagi peserta didik.
Kegiatan MPLS dirancang untuk membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa tekanan. Melalui pendekatan yang ramah anak, peserta didik dikenalkan dengan guru, teman sebaya, serta aturan sekolah melalui metode yang mudah dipahami dan menyenangkan.
Selain mengenalkan lingkungan belajar, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, disiplin, keberanian, serta tanggung jawab sejak usia dini.
Seluruh rangkaian aktivitas disusun agar selaras dengan dunia anak sehingga proses belajar terasa menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan karakter dan potensi mereka, “Kata Salah seorang guru PAUD/TK Lughatul Islamiyah yang enggan disebutkan namanya, Jumat 17/6.
Pihaknya berharap pengalaman selama MPLS menjadi fondasi awal bagi anak-anak untuk semakin mencintai sekolah, berani berekspresi, serta siap mengikuti proses pembelajaran pada tahun ajaran baru.
“Melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak sehingga mereka merasa nyaman berada di lingkungan sekolah dan siap belajar bersama teman-temannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan MPLS menjadi bukti komitmen Lembaga Pendidikan Lughatul Islamiyah dalam menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berorientasi pada pembentukan karakter, pengembangan potensi, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi setiap peserta didik, “Tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MPLS di TK/RA Lughatul Islamiyah yang dinilai telah menerapkan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.
Menurutnya, MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik ketika memasuki lingkungan sekolah. Hal tersebut juga sejalan dengan ketentuan dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2024 yang menekankan pelaksanaan MPLS secara edukatif, aman, dan ramah anak.
“Pelaksanaan MPLS harus berlangsung secara aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan riang gembira. Tidak boleh ada perpeloncoan ataupun bentuk kekerasan lainnya,” ujar Iksan kepada nusainsider.com.
Iksan juga mengapresiasi materi MPLS yang diberikan kepada peserta didik baru karena dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan anak, mulai dari pengenalan kurikulum, lingkungan sekolah, tenaga pendidik, teman sebaya, hingga budaya sekolah.
“Anak-anak seusia tersebut harus diberikan kegiatan yang relevan dengan proses pendidikannya, mulai dari pengenalan kurikulum, lingkungan sekolah, warga sekolah, hingga teman-temannya. Jangan memberikan aktivitas yang tidak mendukung tujuan pendidikan,” tegasnya.
Ke depan, Iksan berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep dapat terus melaksanakan MPLS yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
Menurutnya, pengalaman pertama di sekolah akan menjadi fondasi penting dalam membangun semangat belajar, karakter positif, serta rasa percaya diri peserta didik untuk menghadapi proses pendidikan pada jenjang berikutnya.
“Dengan MPLS yang humanis, edukatif, dan menyenangkan, kita berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta memiliki kecintaan terhadap sekolah sejak hari pertama mereka belajar,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















