Refleksi Hari Santri Nasional, Lia Istifhama Tegaskan Santri Pilar Generasi Emas Bangsa

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, nusainsider.com Momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2025 menjadi refleksi penting bagi bangsa Indonesia untuk menegaskan kembali peran besar santri dalam perjuangan dan pembangunan negeri.

Tokoh perempuan Nahdlatul Ulama yang juga anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara nyata dalam memperkuat keberdayaan santri agar semakin siap menghadapi tantangan global.

Menurutnya, peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dan kemandirian yang diwariskan para ulama dan santri sejak masa perjuangan kemerdekaan.

“Hari Santri ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah, khususnya Pemprov Jatim, hadir untuk memastikan santri memiliki daya saing, kemampuan adaptif, dan karakter tangguh. Dari pesantrenlah lahir generasi berilmu dan berintegritas tinggi,” ujar Lia dalam dialog Surabaya Pagi di RRI, Rabu (22/10).

Dalam kesempatan itu, Lia hadir sebagai narasumber bersama Gus Burhanudin, Pengasuh Pondok Pesantren Queen Arriyadl Kediri. Keduanya membahas tema “Peran Santri dalam Membangun Bangsa di Era Globalisasi” yang disambut antusias oleh pendengar.

Lia mengajak masyarakat untuk kembali merenungkan akar sejarah Hari Santri yang berawal dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Dorong Inklusi Keuangan Lewat Koperasi Merah Putih

Ia menegaskan, perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran besar santri dan para kiai yang menggerakkan semangat cinta tanah air.

“Dulu para santri bukan hanya belajar agama. Mereka adalah pejuang sejati yang berlandaskan semangat hubbul waton minal iman cinta tanah air sebagian dari iman. Spirit itulah yang harus kita jaga dan teruskan,” ujarnya penuh semangat.

Lia juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini merupakan penerus estafet perjuangan santri terdahulu. Karena itu, kehadiran negara sangat penting dalam menjaga keberlangsungan pesantren serta memastikan peningkatan kapasitas santri di bidang pendidikan, teknologi, sosial, hingga ekonomi kreatif.

Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang melahirkan insan berilmu, berakhlak, dan berjiwa sosial tinggi.

“Kalau berbicara tentang generasi emas, maka karakter santri adalah fondasi utamanya. Mereka cerdas, berdaya juang tinggi, dan memiliki tanggung jawab moral yang kuat terhadap bangsa,” tegas Lia yang akrab disapa Ning Lia.

Ia menilai, tantangan era globalisasi membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Santri,

Baca Juga :  Lesbumi Sumenep Gelar Halaqah Budaya: Nye’-Konye’ Gunong, Simbol Moralitas Madura

Menurutnya, memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan etika yang menjadi modal besar bagi kemajuan bangsa.

Untuk memperkuat motivasi, Lia memperkenalkan makna akronim inspiratif dari kata SANTRI, yakni:
S – Smart (Cerdas)
A – Adaptive (Adaptif)
N – Networking (Bersinergi)
T – Tough (Tangguh)
R – Responsibility (Bertanggung Jawab)
I – Integrity (Berintegritas)

Melalui akronim ini, Lia ingin menegaskan bahwa santri adalah pribadi tangguh yang ditempa dalam lingkungan pesantren dengan disiplin, keikhlasan, dan kemandirian.

“Santri adalah pribadi yang ditempa jauh dari keluarga, belajar hidup mandiri, dan menyalakan cahaya ilmu sebagai bekal menapaki masa depan. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah bangsa di tengah ujian zaman,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pesantren menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemprov Jawa Timur bersama DPD RI, kata dia, terus berkomitmen memperkuat program pemberdayaan santri di berbagai bidang.

Baca Juga :  Ning Lia: Rutilahu Bukan Soal Fisik, Tapi Soal Keadilan Sosial

Program tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan, literasi digital, penguatan karakter kebangsaan, serta akses pendidikan tinggi bagi santri berprestasi. Upaya ini sejalan dengan semangat nasional “Santri Bangkit, Indonesia Bermartabat” yang menjadi tema besar peringatan HSN tahun ini.

“Pemerintah harus memastikan santri tidak hanya kuat di bidang agama, tetapi juga memiliki keterampilan abad 21 — berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap teknologi. Inilah kunci agar santri bisa memimpin masa depan bangsa,” tambah Lia.

Ia berharap, Hari Santri Nasional menjadi momentum konsolidasi nasional untuk membangkitkan kembali semangat juang dan optimisme generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren.

“Saya yakin, jika semangat santri kembali menggelora, maka bangsa ini akan berdiri tegak dengan martabat dan peradaban yang luhur,” tutupnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga motor penggerak kemajuan bangsa.

Dengan karakter kuat, kemandirian, dan integritas, santri siap menjadi garda terdepan dalam membangun Indonesia yang bermartabat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Berita Terbaru