DPD RI: Tanpa Penguatan Numerasi, Indonesia Sulit Rebut Peluang Ekonomi Hijau

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama,S.Sos.i., M.E.I

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama,S.Sos.i., M.E.I

JATIM, nusainsider.com — Anggota Komite III DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan bahwa pemanasan global yang meningkatkan suhu rata-rata bumi sebesar 0,76 derajat Celsius dalam 150 tahun terakhir menjadi panggilan serius bagi Indonesia untuk memanfaatkan peluang investasi hijau.

Menurut legislator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam investasi ramah lingkungan.

Namun ia menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia, regulasi, dan semangat kolaborasi harus terus diperkuat agar peluang tersebut tidak hilang begitu saja.

Putri ulama kharismatik Jawa Timur itu mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan sekadar persoalan modal, tetapi juga adaptasi sosial ekonomi di tengah disrupsi transformasi digital. Generasi muda, menurutnya, perlu didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku ekonomi hijau yang kreatif dan berdaya saing.

Baca Juga :  Datang Yuk! Potensi Masing-masing Daerah se Jawa Timur akan ditampilkan di Sumenep

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan lain yang disebut sebagai “ibu Gracia” menyoroti hasil terbaru PISA 2022 yang menjadi indikator kualitas SDM Indonesia.

Ia menekankan bahwa kecakapan kognitif, khususnya di bidang matematika, merupakan fondasi penting untuk menopang keseimbangan ekonomi nasional dan kesiapan menghadapi arus investasi hijau.

Gracia menyatakan bahwa kemampuan numerasi bukan sekadar isu akademis. Kemampuan berpikir logis dan analitis menjadi syarat agar Indonesia dapat memanfaatkan peluang ekonomi hijau secara optimal dan berkelanjutan.

Ia juga menyinggung persoalan risiko fiskal di BUMN. Menurutnya, perlu evaluasi apakah perangkat manajemen risiko dalam Permen BUMN No. Per-5/MBU/09/2022 dan SK-6 Teknis Manajemen Risiko telah dijalankan secara maksimal.

Jika aspek prudensial diterapkan optimal, risiko fiskal dapat ditekan. Namun tanpa penguatan kemampuan SDM dan manajemen risiko yang baik, Indonesia akan kesulitan memaksimalkan potensi investasi hijau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga :  Caleg DPD RI Melanggar UU ITE, Lia Istifhama : Dalam Proses Konsultasi Hukum

Sementara itu, “ibu Yuli” yang juga menjadi pembicara dalam forum tersebut mengingatkan bahwa BUMN, khususnya di sektor komersial seperti pariwisata, tidak boleh hanya mengejar keuntungan.

Ia mendorong agar BUMN berorientasi pada pembangunan ekonomi daerah, terutama di kawasan Indonesia Timur.

Yuli mencontohkan lamanya waktu transit di sejumlah bandara di Indonesia Timur. Jika dimanfaatkan dengan baik oleh maskapai pelat merah, kondisi tersebut dapat menggerakkan ekonomi lokal, bukan sekadar menjadi simpul logistik semata.

Dengan pendekatan ini, investasi hijau dan pariwisata bisa berjalan beriringan dan memberikan manfaat lebih merata bagi masyarakat.

Dalam konteks pendidikan, PISA 2022 memberikan gambaran penting. Meski Indonesia mengalami kenaikan peringkat literasi membaca naik lima posisi, matematika naik lima posisi, dan sains naik enam posisi skor keseluruhan masih berada di bawah rata-rata global. Banyak siswa belum mencapai kompetensi dasar, sementara jumlah siswa dengan kemampuan tinggi masih sangat kecil.

Baca Juga :  Pelantikan FPKUB Perkuat Toleransi Dan Moderasi Beragama Melalui Forum Kebangsaan

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perbaikan kualitas pendidikan, mulai dari peningkatan kompetensi guru hingga metode pembelajaran, masih sangat mendesak.

Penguatan literasi dan numerasi diperlukan agar generasi muda mampu menghadapi tantangan global dan berperan dalam pembangunan ekonomi hijau.

Pertemuan Komite III DPD RI tersebut menegaskan bahwa isu pemanasan global, investasi hijau, kualitas SDM, dan manajemen risiko BUMN saling berkaitan.

Tanpa SDM yang kuat dan tata kelola yang baik, peluang besar tidak akan mudah diwujudkan secara adil dan berkelanjutan. Transformasi literasi, numerasi, dan kesadaran kolektif menjadi kunci masa depan Indonesia.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru