Ancam Tembak Pilot Susi Air, Arsul Sani Minta Aparat Lebih Ofensif

Minggu, 28 Mei 2023 - 04:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani.

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani.

JAKARTA, nusainsider.com — Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, meminta pemerintah mengambil sikap atas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang mengancam akan menembak pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera sejak Februari lalu. Arsul mendorong agar TNI-Polri menambah kekuatan dan bertindak lebih ofensif atau menyerang.

“Yang harus dilakukan pemerintah adalah agar kekuatan Polri dan TNI digelar lebih masif dan ofensif untuk membebaskan sandera yang ada, termasuk pilot Susi Air tersebut,” kata Arsul kepada wartawan, Sabtu (27/5/2023).

Arsul menjelaskan tindakan ofensif yang harus dilakukan TNI-Polri terhadap KKB itu layaknya menindak para teroris. Politikus PPP itu memastikan DPR akan memberikan dukungan politik sepenuhnya terhadap langkah TNI-Polri.

“Ya penindakan terukur, misalnya jika pendekatan kemanusiaan dan komunikasi tidak membuat mereka menyerah ya musti dipergunakan kekuatan seperti yang lazim dilakukan terhadap para teroris,” ucapnya.

Baca Juga :  DPP PAN Konsisten Pemilu 2024 Menggunakan Sistem Klasik

Dia menyebut pemerintah tidak perlu bernegosiasi dengan KKB di Papua manapun. Apalagi, kata dia, yang dituntut KKB adalah pembicaraan kemerdekaan Papua.

“Mereka bahkan tidak bisa dan tidak patut mewakili warga Papua karena faktualnya memang yang ada adalah kelompok-kelompok bersenjata lokal di beberapa daerah Papua yang masing-masing terpisah dan tidak punya satu garis komando,” tegasnya.

Seperti diketahui, KKB di wilayah Papua mengancam akan menembak pilot Susi Air yang berasal dari Selandia Baru dan disandera sejak Februari lalu, jika tuntutan mereka untuk dimulainya pembicaraan soal kemerdekaan Papua tidak juga dipatuhi. KKB memberi waktu dua bulan agar tuntutan itu dikabulkan.

Baca Juga :  Bawang Merah Rubaru Tembus Pasar Ekspor, Bukti Keberhasilan Upland di Sumenep

Pilot Susi Air bernama Philip Mark Mehrtens disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari lalu, sesaat setelah dia mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro. Egianus Kogoya dan kelompoknya juga membakar pesawat yang dikemudikan Mehrtens.

Dalam video yang baru saja dirilis, seperti dilansir Reuters, Sabtu (27/5), Mehrtens yang terlihat kurus tampak memegang bendera Bintang Kejora yang dilarang dan dikelilingi oleh para anggota KKB yang menenteng senapan serbu.

Mehrtens terlihat berbicara ke arah kamera, dengan mengatakan para separatis menginginkan negara-negara lainnya, selain Indonesia, untuk terlibat dalam dialog soal kemerdekaan Papua.

“Jika itu tidak terjadi dalam dua bulan, maka mereka mengatakan mereka akan menambak saya,” ucap Mehrtens dalam video tersebut.

Laporan Reuters menyebut video itu dibagikan oleh juru bicara Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom, dan telah diverifikasi oleh Deka Anwar, seorang analis pada Institut Analisis Kebijakan Konflik (IPAC).

Baca Juga :  Pernyataan Pembatasan Operasional Warung Madura Kemenkop UKM, Menuai Protes dari Berbagai Tokoh

Menanggapi video itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Selandia Baru menyatakan pihaknya telah mengetahui keberadaan foto dan video yang beredar.

“Kami melakukan semua hal yang kami mampu untuk mengamankan resolusi damai dan pembebasan Tuan Mehrtens dengan aman,” tegas juru bicara tersebut dalam pernyataan via email kepada Reuters pada Sabtu (27/5) waktu setempat.

Sementara itu, menurut Reuters, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda Julius Widjojono menyatakan pada Sabtu (27/5) waktu setempat bahwa TNI akan terus melakukan tindakan terukur yang sesuai dengan standar prosedur operasi.

Loading

Berita Terkait

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren
Gerakan “Nongtong Bareng” Jadi Strategi Diskominfo Sumenep Promosikan Budaya Lokal
Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan
Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI
KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Gerakan “Nongtong Bareng” Jadi Strategi Diskominfo Sumenep Promosikan Budaya Lokal

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Berita Terbaru