Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis sebagai Fondasi Awal Aktivisme Perempuan

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Nor hasanah, Waka 1 KOPRI PMII STIT Aqidah Usymuni Sumenep

Foto. Nor hasanah, Waka 1 KOPRI PMII STIT Aqidah Usymuni Sumenep

OPINI, nusainsider.com Sebagai aktivis perempuan yang bergerak dalam arus Islam progresif, saya menyadari bahwa keterbatasan dalam memproduksi pengetahuan bukan sekadar persoalan teknis atau kurangnya referensi.

Ia merupakan bentuk kapitulasi intelektual yang secara perlahan menggerogoti visi emansipatoris gerakan itu sendiri.

Tanpa fondasi epistemologis yang otonom, gerakan perempuan berisiko terjebak dalam paradoks yang menyedihkan: berteriak melawan patriarki, tetapi menggunakan kerangka berpikir yang justru dipinjam dari sistem penindasan yang hendak dilawan. Dalam kondisi ini, kritik menjadi tumpul dan perlawanan kehilangan arah.

Di sinilah analisis Marxis hadir bukan sebagai dogma baru yang menggantikan keyakinan, melainkan sebagai pisau bedah epistemologis yang tajam dan mendesak.

Analisis ini penting digunakan sebelum kita memasuki medan perdebatan agama yang sarat simbol, moralitas, dan klaim kebenaran absolut.

Baca Juga :  Trans Jatim Jadi Model Nasional, Lia Istifhama: Inovasi Khofifah yang Menyentuh Rakyat

Pisau bedah Marxis tidak dimaksudkan untuk menyingkirkan teologi, apalagi meniadakan iman. Sebaliknya, ia berfungsi membangun fondasi materialis yang memungkinkan kita membaca agama secara kritis, tanpa terjebak dalam idealisme naif atau romantisme teks semata.

Dalam konteks ini, saya berpandangan bahwa sebelum kader-kader KOPRI mendalami berbagai aliran feminisme, mereka perlu terlebih dahulu mempelajari analisis Marxis. Langkah ini penting agar analisis yang dibangun tidak berhenti pada gejala, melainkan mampu menelusuri akar persoalan.

Melalui analisis Marxis, kader akan dilatih melihat bagaimana struktur material—ekonomi, kelas sosial, dan relasi produksi—membentuk serta melanggengkan ketidakadilan gender. Bahkan, ketidakadilan tersebut kerap disamarkan dan dilegitimasi melalui tafsir-tafsir agama yang dianggap sakral dan tak terbantahkan.

Baca Juga :  Dukung Atlet dan Ekonomi, Bupati Fauzi Ingin Porprov Jatim 2029 Digelar di Madura

Tanpa pemahaman materialisme historis, kritik terhadap dogma agama sering kali berhenti pada perdebatan teks dan dalil. Padahal, teks tidak lahir di ruang hampa. Ia selalu berkelindan dengan kepentingan sosial, politik, dan ekonomi pada zamannya.

Dengan fondasi materialis yang kokoh, pembongkaran dogma agama tidak hanya dilakukan pada tataran normatif, tetapi menyentuh akar sosial-historis yang melahirkannya. Dari sini, kita dapat memahami bahwa patriarki bukan sekadar persoalan tafsir keliru, melainkan sistem kekuasaan yang terorganisir.

Perjuangan melawan patriarki pun tidak terjebak pada simbol-simbol moral belaka, seperti seruan kesalehan atau etika personal. Ia bergerak lebih jauh, menyasar struktur dan hubungan kuasa yang secara nyata menindas perempuan dalam kehidupan sosial.

Baca Juga :  Tetap Menjaga Stabilitas Keamanan Dan Kenyamanan Di Prov Sumut Gerakan Peternak Babi Melakukan Sosialisasi

Dengan menggunakan pisau bedah Marxis, KOPRI berpotensi melampaui posisinya sebagai gerakan moral semata. Ia dapat tumbuh menjadi gerakan yang sadar secara epistemik, mampu membaca realitas secara kritis, dan tidak mudah terjebak dalam kompromi ideologis.

Gerakan yang sadar epistemik adalah gerakan yang berani membongkar kontradiksi internal dalam narasi agama, menelusuri kepentingan material di balik dogma, serta mengajukan pembacaan baru yang berpihak pada keadilan substantif.

Pada titik inilah kedaulatan pengetahuan menjadi kunci pembebasan. Tanpa kedaulatan epistemik, aktivisme perempuan hanya akan menjadi gema moral yang nyaring namun mudah dipatahkan. Dengan kedaulatan itu, perjuangan perempuan memperoleh pijakan yang kokoh dan benar-benar membebaskan.

Loading

Penulis : Nur Hasanah

Berita Terkait

Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat
H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik
CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif
Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:48 WIB

H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:42 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB

Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:32 WIB

Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As, Pengamat Kebijakan Publik asal kota Keris Sumenep, Istimewa for nusainsider.com/Toifur Ali Wafa

Hukum

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:49 WIB