Muhammad Nasir : Harapan SMSI 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers

Kamis, 1 Januari 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harapan SMSI 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers

Oleh: Mohammad Nasir (Wartawan Harian Kompas 1989–2018, Penguji Kompetensi Wartawan, Wakil Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat)

OPINI, nusainsider.com — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang menaungi sekitar 3.000 perusahaan pers siber menaruh harapan besar pada 2026 agar podcast diakui sebagai institusi pers. Gagasan ini diperjuangkan SMSI melalui serangkaian dialog nasional sepanjang Oktober–Desember 2025.

Selama ini, podcast beroperasi di wilayah abu-abu hukum. Sebagai media non-pers berbasis elektronik, podcast tidak memiliki regulasi khusus, mekanisme hak jawab dan koreksi, serta perlindungan hukum.

Akibatnya, pelaku podcast rentan dijerat pasal-pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terutama terkait ujaran kebencian, yang kerap berujung kriminalisasi terhadap suara kritis.

Baca Juga :  Didampingi Khofifah, Wapres Gibran Tinjau Pengembangan Dermaga dan Produksi Semen di Tuban

Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga, Prof. Henri Subiakto, menilai kondisi ini berbahaya bagi demokrasi.

Ia mencontohkan kasus kriminalisasi terhadap podcaster yang mengangkat isu korupsi, sementara substansi kritiknya justru diabaikan.

Menurutnya, podcast yang menjalankan fungsi jurnalistik seharusnya dilindungi sebagaimana media pers.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menegaskan bahwa podcast telah berkembang menjadi media baru yang dinamis, diminati publik, narasumber, dan pakar lintas bidang. Dengan biaya produksi relatif rendah, format dialogis, dan kedalaman konten, podcast berpotensi besar menjalankan fungsi jurnalistik.

Karena itu, SMSI mendorong Dewan Pers mengakui podcast sebagai platform pers baru.

Dalam surat resmi kepada Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat tertanggal 20 Desember 2025, Firdaus menyatakan bahwa pengakuan podcast sebagai media pers penting untuk menjaga kualitas demokrasi, kebebasan pers, dan kepastian hukum.

Baca Juga :  MCF 2026 Jadi Panggung BAZNAS Sumenep Kenalkan Program Sosial dan Pemberdayaan

Jika ditetapkan sebagai media pers, podcast diharapkan tunduk pada UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta mekanisme penyelesaian sengketa melalui Dewan Pers, bukan langsung jalur pidana.

Henri Subiakto menegaskan, sebagai institusi pers, podcast akan berada di bawah asas lex specialis UU Pers, sehingga kesalahan pemberitaan diselesaikan melalui hak jawab dan koreksi.

Namun, untuk disebut institusi pers, podcast harus berbadan hukum Indonesia dan secara khusus menyelenggarakan kegiatan jurnalistik, sesuai ketentuan Dewan Pers.

Baca Juga :  Perkuat Pelayanan Umat, BAZNAS Sumenep Kucurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Masjid

Sepanjang 2025, SMSI menggelar dialog nasional yang melibatkan wartawan, akademisi, praktisi podcast, Dewan Pers, hingga pejabat negara. SMSI juga menyatakan siap menjadi wadah pembinaan, advokasi, dan verifikasi podcast yang menerapkan prinsip kerja jurnalistik.

Data We Are Social Februari 2025 menunjukkan Indonesia menjadi negara dengan konsumsi podcast tertinggi di dunia. Sebanyak 42,6 persen pengguna internet usia 16 tahun ke atas rutin mendengarkan podcast setiap pekan, jauh di atas rata-rata global. Mayoritas pendengarnya berasal dari generasi Z dan milenial.

“Podcast adalah keniscayaan perkembangan teknologi media. Tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian hukum karena berpotensi merugikan demokrasi, kebebasan berekspresi, dan hak publik atas informasi,” tegas Firdaus.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

CNN Indonesia Awards 2026 Anugerahkan Special Recognition kepada Haji Her atas Kontribusi untuk Madura
Rekor MURI Kembali Diraih Gubernur Jatim, Senator Lia Istifhama Apresiasi Sedekah Oksigen
Gandeng Forkopimka Pademawu, Bos Ayunda Gelontorkan 50 Tangki Air Layak Konsumsi untuk Warga
PCNU dan Muhammadiyah Desak Pengawasan THM, Satpol PP Sumenep Bergerak
Pengorbanan Suami Berujung Pilu, Dugaan Perselingkuhan Istri Berujung Pengaduan ke Polresta Sumenep
Defisit Rp317 Miliar Ditutup SiLPA, FAKTA Foundation Temukan Selisih Anggaran
Penuh Haru! Senator Lia Istifhama Comeback ke Almamater, Motivasi Siswa Berani Bermimpi
H. Bambang Budianto: Momentum Hari Jadi ke-496 Harus Jadi Awal Kebangkitan Bersama Demi Pamekasan Berkemajuan

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:49 WIB

CNN Indonesia Awards 2026 Anugerahkan Special Recognition kepada Haji Her atas Kontribusi untuk Madura

Sabtu, 7 November 2026 - 10:23 WIB

Rekor MURI Kembali Diraih Gubernur Jatim, Senator Lia Istifhama Apresiasi Sedekah Oksigen

Sabtu, 7 November 2026 - 08:51 WIB

Gandeng Forkopimka Pademawu, Bos Ayunda Gelontorkan 50 Tangki Air Layak Konsumsi untuk Warga

Sabtu, 7 November 2026 - 04:55 WIB

PCNU dan Muhammadiyah Desak Pengawasan THM, Satpol PP Sumenep Bergerak

Kamis, 5 November 2026 - 17:14 WIB

Pengorbanan Suami Berujung Pilu, Dugaan Perselingkuhan Istri Berujung Pengaduan ke Polresta Sumenep

Kamis, 5 November 2026 - 05:00 WIB

Penuh Haru! Senator Lia Istifhama Comeback ke Almamater, Motivasi Siswa Berani Bermimpi

Selasa, 3 November 2026 - 16:04 WIB

H. Bambang Budianto: Momentum Hari Jadi ke-496 Harus Jadi Awal Kebangkitan Bersama Demi Pamekasan Berkemajuan

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Sakti Abadi Motor Ekspansi ke Lenteng, Showroom Mobil Bekas Serasa Baru Siap Dilaunching 9 November

Berita Terbaru