Tanpa Juklak dan Juknis, Rumah Sakit Swasta Resah: PERSI Minta Perjuangan Senator Lia

Rabu, 7 Januari 2026 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, nusainsider.comAnggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai tuntutan strategis yang disampaikan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

Aspirasi tersebut dinilai sangat mendesak karena menyangkut keberlangsungan rumah sakit swasta di tengah dinamika perubahan kebijakan pembiayaan dan standar layanan kesehatan nasional.

Ketua PERSI Jawa Timur, dr. Bangun Trapsila Purwaka, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga persoalan krusial yang menjadi perhatian serius rumah sakit swasta.

Ketiga isu tersebut hingga kini belum memiliki petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang jelas, sehingga menimbulkan ketidakpastian dalam operasional rumah sakit.

Isu pertama adalah penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Menurut dr. Bangun, kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak serius apabila diterapkan tanpa mempertimbangkan kesiapan masing-masing rumah sakit.

“Jika seluruh rumah sakit dipaksa menerapkan KRIS tanpa tahapan yang realistis, banyak rumah sakit terutama swasta dan rumah sakit keagamaan berisiko tidak mampu bertahan dan akhirnya tutup,” ujarnya.

Ia menegaskan perlunya masa transisi serta dukungan regulasi yang adil.
Persoalan kedua berkaitan dengan rumah sakit berbasis kompetensi. Hingga saat ini, regulasi mengenai pengelompokan dan penilaian kompetensi rumah sakit belum diatur secara rinci. Ketiadaan juklak dan juknis, kata dr. Bangun, menyebabkan kebingungan dalam implementasi di lapangan.

“Kami belum memiliki acuan teknis yang jelas tentang bagaimana kompetensi rumah sakit diukur dan diterapkan, padahal kebijakan ini berdampak langsung pada mutu layanan dan pembiayaan,” jelasnya.

Sementara itu, isu ketiga menyangkut penerapan Indonesia Diagnosis Related Groups (iDRG) sebagai sistem pembayaran layanan rumah sakit.

Baca Juga :  Tutup 2025, Sambut 2026: Bawang Mas Group dan nusainsider.com Berbagi untuk Abang Becak dan Lansia

PERSI menilai skema iDRG belum disertai aturan teknis yang matang, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengelola rumah sakit swasta.

“Tanpa juklak dan juknis yang jelas, iDRG berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan mengganggu stabilitas rumah sakit,” ungkap dr. Bangun saat bertemu Senator Lia Istifhama di kantornya, Senin (6/1/2026).

Atas kondisi tersebut, PERSI secara resmi meminta Senator Lia Istifhama untuk memperjuangkan aspirasi rumah sakit swasta di tingkat nasional.

Baca Juga :  Diduga Dipicu Cemburu, Pembunuhan Sadis di Lenteng Berhasil Diungkap Polisi

Menanggapi hal itu, Ning Lia menegaskan bahwa suara rumah sakit khususnya yang melayani masyarakat luas harus menjadi perhatian serius para pembuat kebijakan.

“Saya akan membawa dan memperjuangkan aspirasi PERSI agar kebijakan kesehatan nasional berpihak pada keberlanjutan layanan, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya saat berkunjung ke Rumah Sakit Islam Jemur Sari Surabaya, Senin (6/1/2026).

Ia berharap pemerintah segera menyusun regulasi yang jelas, partisipatif, dan realistis, agar transformasi sistem kesehatan nasional tidak justru melemahkan rumah sakit swasta yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru