Dana Desa Turun Tajam di 2026, Bupati Sumenep Tekankan Penguatan PADes

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo

Foto. Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo

SUMENEP, nusainsider.com Alokasi Dana Desa secara nasional mengalami penurunan signifikan pada tahun anggaran 2026. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Dana Desa dipangkas dari Rp71 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp60,57 triliun. Artinya, terdapat pengurangan lebih dari Rp10 triliun.

Kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap keuangan desa di Kabupaten Sumenep. Dana Desa yang diterima pemerintah desa di wilayah ini menyusut drastis, dari sekitar Rp335 miliar pada 2025 menjadi hanya sekitar Rp109 miliar pada 2026. Dengan demikian, terjadi pengurangan anggaran hingga kurang lebih Rp225 miliar.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta seluruh pemerintah desa tidak panik. Ia menegaskan, penurunan Dana Desa harus disikapi dengan pengelolaan anggaran yang lebih cermat, rasional, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga :  Tekan Angka Kemiskinan, Bupati Sumenep Berikan Bantuan RTLH di Sejumlah Kecamatan

Menurut Fauzi, kunci utama menghadapi keterbatasan anggaran adalah kemampuan desa menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan program dengan kapasitas fiskal yang tersedia.

Seluruh kegiatan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) harus diselaraskan kembali agar tidak memaksakan belanja di luar kemampuan keuangan desa.

“Yang paling penting sekarang, semua desa harus menyesuaikan programnya dengan APBDes yang ada,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo kepada nusainsider.com, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, penyesuaian anggaran tidak sekadar memangkas nominal belanja, melainkan menyusun ulang skala prioritas pembangunan secara matang dan terukur.

Pemerintah desa diminta benar-benar memilah kegiatan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Jurnalis Sumenep Independen Rumuskan Arah Baru Pers di Era Informasi Cepat

Program yang belum bersifat mendesak, lanjut Fauzi, sebaiknya ditunda tanpa mengganggu pelayanan publik maupun roda perekonomian desa.

Ia juga mengingatkan agar desa tidak terjebak pada rutinitas belanja seremonial atau kegiatan yang minim dampak.

“Prioritaskan program yang paling utama sesuai dengan kemampuan anggaran desa,” tegasnya.

Dalam situasi anggaran yang menyusut, Fauzi menilai keberanian menunda kegiatan non-prioritas justru menjadi bentuk kehati-hatian agar keuangan desa tetap sehat dan tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari.

“Kalau ada kegiatan yang dianggap tidak terlalu prioritas, sebaiknya ditunda dulu,” katanya.

Di sisi lain, Bupati Sumenep juga mendorong pemerintah desa agar tidak sepenuhnya bergantung pada transfer Dana Desa dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Kolaborasi RSUDMA dan TNI Wujudkan Lingkungan Bebas Asap Rokok

Desa diminta lebih kreatif dan inovatif dalam menggali serta mengoptimalkan potensi lokal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Penguatan PADes, menurut Fauzi, dapat dilakukan melalui pengelolaan aset desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pemanfaatan sektor pariwisata, pertanian, dan berbagai usaha produktif lainnya sesuai karakteristik masing-masing desa.

Dengan penyesuaian APBDes, penajaman skala prioritas, penundaan kegiatan non-utama, serta penguatan PADes, Fauzi optimistis desa-desa di Kabupaten Sumenep tetap mampu menjalankan pembangunan secara berkelanjutan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran pada tahun 2026.

“Kita harus mulai mengoptimalkan PAD desa. Kalau potensi desa dikelola dengan baik, itu bisa membantu menutup kekurangan akibat Dana Desa yang berkurang,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat
H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik
CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif
Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:48 WIB

H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:42 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB

Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:47 WIB

Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As, Pengamat Kebijakan Publik asal kota Keris Sumenep, Istimewa for nusainsider.com/Toifur Ali Wafa

Hukum

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:49 WIB