SUMENEP, nusainsider.com — Pelaksanaan proyek lanjutan pembangunan fasilitas Pelabuhan Rakyat (PELRA) di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, akhirnya kembali berjalan.
Proyek strategis yang selama ini dinantikan masyarakat, khususnya warga kepulauan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026 melalui Kementerian Perhubungan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan fasilitas Pelabuhan Rakyat Kalianget memiliki nilai kontrak sebesar Rp45.113.621.522. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Loeh Raya Perkasa yang dipimpin Zulfadlisyah, SE selaku Direktur Utama, dengan konsultan pengawas PT Massuka Pratama.
Sementara itu, nilai kontrak jasa konsultan yang tercatat mencapai Rp1.322.579.000.
Penanggung jawab dan atau Site Manager proyek di lapangan, Edy Purnomo, menyampaikan bahwa hingga awal Juni 2026 progres pembangunan Pelabuhan PELRA telah mencapai sekitar 75 persen.
“Alhamdulillah, sejak pelaksanaan dimulai pada 23 September 2025, progres pekerjaan berjalan cukup baik. Hambatan memang ada, salah satunya faktor cuaca, namun masih dapat diatasi,” ujar Edy Purnomo melalui pesan WhatsApp kepada Nusainsider.com, Selasa 2 Juni 2026.
Ia berharap pekerjaan dapat terus berjalan sesuai target sebagaimana yang tertuang dalam kontrak hingga batas akhir pelaksanaan pada 26 Desember 2026 mendatang, “Singkatnya.
Sementara itu, Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Andriyadi menilai hingga saat ini tidak ditemukan persoalan serius dalam pelaksanaan proyek tersebut Dan Hanya Material yang berada di lokasi tampak seolah berkarat, seperti besi dan pipa yang berada di sela air laut samping dermaga.
Kendati demikian, ia menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat dari berbagai pihak mengingat proyek tersebut diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.
“Kalau tidak diawasi dengan ketat tentu kualitasnya patut dipertanyakan,” katanya usai mengunjungi lokasi proyek di Kalianget, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, proyek yang ditargetkan selesai pada Desember 2026 itu harus benar-benar memperhatikan aspek kualitas konstruksi. Pasalnya, dermaga tersebut direncanakan menjadi tempat bersandar kapal-kapal berukuran besar yang melayani berbagai rute kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Kapal-kapal tersebut nantinya akan melayani penyeberangan menuju wilayah Kangean, Raas, Sapudi, Masalembu, Sapeken dan sejumlah pulau lainnya.
“Informasi yang kami dapatkan, pelabuhan tersebut akan digunakan untuk penyeberangan ke berbagai kepulauan. Dermaga yang saat ini dipergunakan nantinya tidak lagi akan dipakai karena milik pribadi. Informasi yang kami terima dari hasil investigasi di lapangan seperti itu,” ungkapnya.
Andre, sapaan akrabnya menegaskan pihaknya akan terus mengawal jalannya proyek tersebut agar dikerjakan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, anggaran besar yang digelontorkan Kementerian Perhubungan untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumenep harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat tidak sedikit. Karena itu perlu pengawasan ekstra agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Yang terpenting adalah kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas, sehingga masyarakat kepulauan benar-benar merasakan manfaat dari pembangunan ini dalam jangka panjang,” tegasnya.
Ia berharap proyek Pelabuhan PELRA Kalianget dapat selesai tepat waktu, memiliki kualitas konstruksi yang baik, serta menjadi solusi transportasi laut yang mampu mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Jika masyarakat setempat menemukan adanya temuan yang janggal dalam pelaksanaan proyek tersebut, kami siap melayangkan Laporan ke pusat guna dilakukan Audit mendalam, “Tutupnya.
![]()
Penulis : Wafa
















