Warga Kepulauan Menderita, FPR Desak Pemerintah Benahi Tata Niaga BBM di Raas

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua Umum Forum Pemuda Ra'as (FPR), Kurdiyansah.

Foto. Ketua Umum Forum Pemuda Ra'as (FPR), Kurdiyansah.

SUMENEP, nusainsider.com — Sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi keluhan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu berbagai aktivitas penting, mulai dari operasional nelayan, transportasi laut, distribusi logistik, hingga roda perekonomian warga yang sangat bergantung pada ketersediaan energi.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Umum Forum Pemuda Ra’as (FPR), Kurdiyansah, meminta pemerintah bersama instansi terkait untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan distribusi BBM di wilayah kepulauan.

Menurutnya, BBM merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat Pulau Raas yang secara geografis berada di kawasan kepulauan. Karena itu, kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“BBM merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat Pulau Raas. Tidak hanya sebagai bahan bakar kendaraan, tetapi juga menjadi penopang aktivitas nelayan, transportasi laut, distribusi logistik, hingga roda perekonomian masyarakat. Karena itu, kami berharap pemerintah memastikan distribusi BBM berjalan optimal agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Kurdiyansah.

Ia menegaskan, masyarakat kepulauan memiliki hak yang sama dalam memperoleh akses energi sebagaimana masyarakat yang tinggal di wilayah daratan.

Baca Juga :  Polresta Malang Kota Tetapkan Gunadi Yuwono Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta

Oleh sebab itu, diperlukan koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah, Pertamina, aparat penegak hukum, serta pihak-pihak terkait guna memastikan distribusi BBM berlangsung sesuai ketentuan.

Kurdiyansah juga mengingatkan bahwa persoalan tata niaga BBM di Pulau Raas bukanlah isu baru.

Beberapa tahun lalu, Forum Pemuda Ra’as pernah menyoroti dugaan praktik penimbunan dan permainan distribusi BBM yang dilakukan oleh oknum yang diduga bertindak sebagai tengkulak.

Baca Juga :  Kunjungi Jamaah Haji Sumenep, Lia Istifhama Tekankan Kesiapan Fisik Hadapi Armuzna

Menurutnya, persoalan tersebut hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat karena belum sepenuhnya terjawab. FPR pun meminta pemerintah dan aparat berwenang melakukan evaluasi serta penelusuran terhadap rantai distribusi BBM agar penyebab kelangkaan dapat diketahui berdasarkan fakta yang objektif.

“Beberapa tahun lalu kami pernah menyampaikan persoalan dugaan praktik tengkulak BBM di Pulau Raas. Hingga hari ini isu tersebut masih menjadi pembahasan di tengah masyarakat. Karena itu, kami berharap pemerintah bersama aparat terkait melakukan penelusuran secara menyeluruh agar distribusi BBM benar-benar tepat sasaran dan persoalan yang terjadi dapat diselesaikan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif,” katanya.

FPR juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi atas persoalan distribusi BBM di Pulau Raas agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Nama Ketua DPRD Diduga Terseret Kasus Pemerasan, SPDP Sudah Diterbitkan

Kurdiyansah berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret demi menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat kepulauan, sehingga aktivitas nelayan, transportasi, serta sektor ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Harapan kami sederhana, pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memastikan masyarakat Pulau Raas memperoleh akses BBM yang memadai. Dengan begitu, aktivitas nelayan, transportasi, dan perekonomian masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru