Madura Masuk Status Waspada, BMKG Minta Warga Sumenep Antisipasi Dampak El Nino

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi kekeringan (El-nino)

Foto. Ilustrasi kekeringan (El-nino)

SUMENEP, nusainsider.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo mengimbau masyarakat Kabupaten Sumenep untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi fenomena El Nino yang diperkirakan dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang menyimpang dari kondisi normal.

Kondisi tersebut dapat mengganggu pola sirkulasi angin global sehingga memicu musim kemarau yang lebih panjang, peningkatan suhu udara, serta penurunan curah hujan secara signifikan.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah kondisi sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep yang masih berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.

Baca Juga :  Sengketa Tanah Pamolokan Berlanjut, Putusan PT Surabaya Perkuat Kemenangan Bambang Hermanto

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mengidentifikasi sejumlah kawasan yang sempat berada pada kategori kering kritis dan kini mulai berangsur membaik menjadi kering langka setelah dilakukan pengeboran air di beberapa titik.

Berdasarkan data BPBD, terdapat 76 desa yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Sumenep masuk kategori rawan kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Wilayah tersebut meliputi kawasan daratan maupun kepulauan, seperti Kecamatan Manding, Pasongsongan, Rubaru, Pragaan, Ganding, Guluk-Guluk, Ambunten, Batang-Batang, Batuputih, Saronggi, Arjasa, Kangayan, Gayam, Raas, Giligenting, Talango, Masalembu, Nonggunong, hingga Sapeken.

Sekretaris BPBD Kabupaten Sumenep, Abd. Kadir, mengatakan desa-desa dengan status kering kritis akan menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan air bersih.

“Desa-desa berstatus kering kritis akan diutamakan dalam penyaluran bantuan air bersih. Berkaca dari pola tahun-tahun sebelumnya, kesulitan air di wilayah tersebut biasanya mulai terasa sekitar satu bulan setelah musim kemarau berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Trunojoyo, Ari Widjajanto, meminta masyarakat agar mulai melakukan langkah-langkah antisipatif guna menghadapi potensi dampak El Nino, khususnya terkait ketersediaan air bersih.

“Saat ini Madura termasuk kategori waspada. Kami harapkan masyarakat berhati-hati dan mengantisipasi dengan memanfaatkan sumber air yang ada,” kata Ari, Minggu (5/7/2026).

Ia menekankan pentingnya penggunaan air secara efisien dan tidak berlebihan sebagai bentuk mitigasi menghadapi ancaman kekeringan yang dapat terjadi apabila fenomena El Nino berkembang.

Baca Juga :  Aktivis Desak Pemkab Sumenep Turun ke Lapangan, Jangan Asal Bicara Soal BBM

Selain ancaman kekurangan air, BMKG juga mengingatkan masyarakat terhadap meningkatnya potensi kebakaran saat musim kemarau berlangsung, terutama jika El Nino terjadi dengan intensitas yang cukup kuat.

“Mohon arif dan bijaksana untuk menjaga kondisi air sesuai kebutuhan dan menjaga dari potensi kebakaran,” tandasnya.

Dengan peringatan dini tersebut, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan, mengelola penggunaan air secara hemat, serta menjaga lingkungan sekitar guna meminimalkan risiko bencana kekeringan dan kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru