Aktivis Desak Pemkab Sumenep Turun ke Lapangan, Jangan Asal Bicara Soal BBM

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sudirman, Aktivis Sumenep

Foto. Sudirman, Aktivis Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Pernyataan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang menyebut pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih aman menuai kritik dari kalangan aktivis pemuda.

Mereka menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.

Aktivis Pemuda Sumenep, Sudirman, menegaskan bahwa hingga saat ini masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM subsidi, khususnya jenis Pertalite.

Bahkan, jika tersedia di tingkat pengecer, harganya disebut mengalami kenaikan hingga sekitar 50 persen dari harga normal.

Baca Juga :  Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sebelumnya, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menyampaikan bahwa pasokan BBM untuk wilayah Sumenep masih sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan dan tidak mengalami pengurangan.

Namun, menurut Sudirman, kondisi tersebut bertolak belakang dengan fakta yang ditemukan masyarakat di sejumlah SPBU.

Ia menyebut masih banyak stasiun pengisian bahan bakar yang mengalami kekosongan stok BBM subsidi jenis Pertalite.

“Seharusnya Pemkab Sumenep sebelum memberikan pernyataan harus turun langsung ke lapangan untuk mengecek apakah benar atau tidak bahwa BBM subsidi jenis Pertalite itu memang langka. Jangan sampai memberikan pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta,” ujar Sudirman.

Ia menilai pernyataan yang tidak didasarkan pada kondisi riil di lapangan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat dan dapat mencederai citra pemerintah daerah.

Baca Juga :  Hari Kesaktian Pancasila, Polres Sumenep Gelar Aksi Donor Darah

Karena itu, Sudirman meminta agar pernyataan mengenai kondisi pasokan BBM yang dinilai masih aman tersebut ditinjau kembali apabila memang tidak sesuai dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat.

“Masyarakat bisa menilai sendiri jika pemerintah hanya menyampaikan pernyataan tanpa melakukan pengecekan langsung di lapangan,” katanya.

Selain meminta evaluasi terhadap pernyataan tersebut, Sudirman juga mendesak pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas terhadap dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Saya berharap Pemkab Sumenep dan pihak yang berwenang menindak tegas mafia BBM serta pengecer yang menjual BBM di atas harga eceran tertinggi (HET),” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan
Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:11 WIB

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Berita Terbaru