Ketika Kolaborasi Berubah Menjadi Arena Pengkhianatan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ach Toifur Ali Wafa, Pimred nusainsider.com

Foto. Ach Toifur Ali Wafa, Pimred nusainsider.com

OPINI, nusainsider.com Dalam perjalanan hidup, manusia tidak hanya belajar tentang keberhasilan dan kegagalan. Ada pelajaran yang jauh lebih mahal, yakni memahami karakter orang-orang yang hadir dalam setiap fase perjuangan.

Tidak semua yang berjalan berdampingan memiliki tujuan yang sama. Ada yang benar-benar ingin bertumbuh bersama, tetapi tidak sedikit pula yang memilih memakai kedekatan sebagai jalan untuk menghambat langkah orang lain.

Pengalaman itulah yang perlahan mengubah cara pandang saya terhadap makna sebuah kolaborasi. Dahulu saya percaya bahwa kepercayaan adalah fondasi utama dalam membangun pekerjaan, gerakan sosial, bahkan perjuangan di bidang politik dan ekonomi.

Namun seiring waktu, saya menyadari bahwa pengkhianatan justru sering datang dari orang yang paling dekat, bukan dari mereka yang sejak awal berdiri sebagai lawan.

Musuh yang nyata lebih mudah dikenali. Sebaliknya, musuh dalam selimut tampil sebagai sahabat, rekan diskusi, bahkan partner yang seolah mendukung setiap langkah dengan menggunakan jabatannya sebagai jalan. Di balik senyumnya, tersimpan kepentingan yang suatu saat dapat berubah menjadi penghambat.

Baca Juga :  Takziah Jalan Hingga Rukyah ; Aksi Satire GPS Untuk Beli Semen

Ketika sebuah pekerjaan mulai menunjukkan hasil positif, berbagai cara dilakukan untuk membuatnya kehilangan arah. Spekulasi diciptakan, alibi dibangun, dan narasi dimainkan agar kepercayaan publik perlahan memudar.

Permainan seperti ini bukanlah sesuatu yang asing. Rekayasa sosial sering kali dikemas begitu rapi sehingga terlihat sebagai sesuatu yang wajar. Opini dibentuk, persepsi diarahkan, dan perhatian publik dialihkan pada isu-isu lain agar persoalan utama tidak lagi menjadi sorotan.

Saya mungkin memilih diam, tetapi diam bukan berarti tidak memahami apa yang sedang terjadi. Justru dalam diam, saya memiliki kesempatan lebih luas untuk melihat siapa yang bekerja dengan hati dan siapa yang bekerja karena kepentingan sesaat.

Perjalanan panjang dalam dunia pengabdian, gerakan sosial, politik, maupun ekonomi telah mengajarkan bahwa tidak semua hal harus direspons dengan kemarahan. Ada kalanya senyum menjadi jawaban paling elegan. Bukan karena kalah, melainkan karena memahami bahwa setiap skenario memiliki batas waktunya sendiri.

Baca Juga :  Sumenep Punya Potensi Besar, Bupati Fauzi Minta Destinasi Wisata Terus Berbenah

Yang menarik, semakin dekat seseorang pada kebenaran, semakin besar pula upaya untuk mengalihkan fokusnya. Pengalihan isu menjadi strategi klasik yang terus digunakan. Tujuannya sederhana, membuat seseorang sibuk menghadapi persoalan lain sehingga lupa pada inti persoalan yang sebenarnya.

Namun strategi seperti itu tidak selalu berhasil. Sebab, kebenaran memiliki sifat yang unik. Ia mungkin tertunda untuk muncul, tetapi tidak pernah benar-benar hilang. Cepat atau lambat, fakta akan menemukan jalannya sendiri.

Saya tidak lagi memiliki ambisi untuk membalas setiap tindakan yang merugikan. Energi lebih baik digunakan untuk tetap berkarya daripada menghabiskan waktu menjawab setiap manuver yang sengaja dimainkan. Bukan berarti semua akan dibiarkan berlalu begitu saja, melainkan karena saya percaya bahwa waktu sering kali menjadi saksi sekaligus hakim yang paling jujur.

Pengalaman telah mengajarkan satu hal penting: jangan terlalu mudah mempercayai tepuk tangan, karena tidak semua yang bertepuk tangan menginginkan kita mencapai garis akhir. Ada yang justru berharap kita berhenti di tengah jalan.

Hari ini saya memilih tertawa. Bukan karena tidak mengetahui apa yang sedang dimainkan, tetapi karena memahami bahwa setiap rekayasa memiliki akhir. Setiap sandiwara akan menemukan penontonnya, dan setiap kepalsuan pada akhirnya akan kehilangan panggungnya sendiri.

Maka, biarlah waktu bekerja. Sebab pada akhirnya, integritas akan selalu lebih kuat daripada intrik, dan kebenaran akan selalu memiliki cara untuk berdiri di atas segala bentuk rekayasa.

Baca Juga :  Sumenep 756 Tahun: Bahasa Madura Jadi Simbol Jati Diri dan Kebanggaan Daerah

Penulis : Ach Toifur Ali Wafa, Pimred nusainsider.com

Loading

Penulis : Ali

Berita Terkait

Media Engagement 2026, SKK Migas Jabanusa Bangun Kolaborasi demi Ketahanan Energi
Insiden KMP Mutiara Sentosa 2, Bupati Fauzi Instruksikan Seluruh OPD Siaga di Pelabuhan Kalianget
Menuju Kejurwil Banyuwangi, Pagar Nusa Sumenep Matangkan Atlet Berprestasi Lewat Kejurcab V
Inovatif! Maharaya Festival Sulap Jalan Raya Menjadi Ruang Lahirnya Koreografi Baru
Desak Transparansi, AMPD Minta Kemenag Klarifikasi Isu Pengisian Jabatan Eselon dan PTKIN
Tembus Kedalaman 65 Meter, Kodim 0827/Sumenep Intensifkan Pengeboran Sumur Bor di Batuputih
Usai Jadi Tokoh Politik Favorit Gen Z Versi ARCI, Ning Lia Raih Penghargaan Radar Surabaya Group
Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep Resmi Dibuka, Ning Lia Dorong Lahirnya Atlet Nasional Berkarakter

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Ketika Kolaborasi Berubah Menjadi Arena Pengkhianatan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Media Engagement 2026, SKK Migas Jabanusa Bangun Kolaborasi demi Ketahanan Energi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Insiden KMP Mutiara Sentosa 2, Bupati Fauzi Instruksikan Seluruh OPD Siaga di Pelabuhan Kalianget

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Menuju Kejurwil Banyuwangi, Pagar Nusa Sumenep Matangkan Atlet Berprestasi Lewat Kejurcab V

Minggu, 2 Agustus 2026 - 02:32 WIB

Inovatif! Maharaya Festival Sulap Jalan Raya Menjadi Ruang Lahirnya Koreografi Baru

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Desak Transparansi, AMPD Minta Kemenag Klarifikasi Isu Pengisian Jabatan Eselon dan PTKIN

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Tembus Kedalaman 65 Meter, Kodim 0827/Sumenep Intensifkan Pengeboran Sumur Bor di Batuputih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Usai Jadi Tokoh Politik Favorit Gen Z Versi ARCI, Ning Lia Raih Penghargaan Radar Surabaya Group

Berita Terbaru

Foto. Ach Toifur Ali Wafa, Pimred nusainsider.com

Lifestyle

Ketika Kolaborasi Berubah Menjadi Arena Pengkhianatan

Minggu, 2 Agu 2026 - 18:44 WIB