SUMENEP, nusainsider.com — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumenep menerima kunjungan silaturahmi Kapolresta Sumenep, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Sahabat PC PMII Sumenep sekitar pukul 16.00 WIB itu menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan kepolisian untuk membahas sejumlah persoalan di Kabupaten Sumenep.
Pertemuan tidak hanya membahas hubungan antara mahasiswa dan aparat dalam penyampaian aspirasi, tetapi juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan, termasuk aktivitas galian C ilegal dan persoalan limbah tambak udang.
Ketua PC PMII Sumenep, Khoirus Soleh, mengatakan komunikasi antara mahasiswa dan aparat penegak hukum perlu terus diperkuat.
Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya gesekan ketika mahasiswa menyampaikan aspirasi di lapangan.
“Selama ini sering ada gesekan di lapangan. Hari ini kita duduk bersama untuk membangun pola komunikasi yang lebih humanis,” kata Eros.
Ia menegaskan, PMII tetap berkomitmen menyampaikan kritik dan aspirasi secara tertib. Di sisi lain, pihaknya berharap kepolisian dapat mengedepankan pendekatan pelayanan dan dialog dalam mengawal setiap aksi mahasiswa.
“PMII berkomitmen menyampaikan aspirasi dengan tertib, dan kami berharap aparat juga mengedepankan pelayanan dan dialog,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Sumenep menegaskan komitmen kepolisian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
Menurutnya, evaluasi terhadap tim pelayanan di lapangan akan terus dilakukan agar pengamanan penyampaian pendapat dapat berjalan sesuai aturan dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim pelayanan di lapangan. Tujuan kita sama, menjaga Sumenep tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Kapolresta juga menekankan pentingnya profesionalitas anggota kepolisian dalam mengawal aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Ia meminta agar seluruh personel tidak bersikap arogan maupun menggunakan kekerasan di luar ketentuan yang berlaku.
“Kepolisiannya juga harus profesional, juga harus menjaga diri, tidak boleh arogan, tidak boleh melakukan kekerasan, sesuai dengan aturan prosedur yang ada,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga meminta mahasiswa dan peserta aksi ikut menjaga ketertiban serta keselamatan selama menyampaikan aspirasi.
“Teman-teman juga harus bisa menjaga diri. Kita sama-sama melakukan kegiatan kita masing-masing sebaik-baiknya,” katanya.
Kapolresta bahkan menyatakan siap bertanggung jawab apabila terdapat kekeliruan yang dilakukan anggotanya dalam menjalankan tugas pengamanan penyampaian pendapat.
“Kalau seandainya kemudian ada kekeliruan anak buah saya dalam melakukan pelayanan penyampaian pendapat di muka umum, ya saya akan bertanggung jawab terhadap anak buah itu. Itu komitmen kami,” ujarnya.
Selain persoalan aksi mahasiswa, forum tersebut juga membahas isu lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat Sumenep. Salah satunya terkait dugaan aktivitas galian C ilegal.
PMII dan Polresta Sumenep sepakat mendorong pengawasan yang lebih kuat terhadap aktivitas pertambangan yang tidak sesuai ketentuan. Pengawasan dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi kerugian negara.
Persoalan limbah tambak udang juga menjadi pembahasan serius. Kedua pihak mendorong adanya pengawasan lebih ketat terhadap pengelolaan dan pembuangan limbah tambak agar tidak mencemari kawasan pesisir maupun mengganggu keberlangsungan ekosistem laut.
Kapolresta Sumenep berharap karakter masyarakat Sumenep yang dikenal mengedepankan ketenangan, kearifan dan nilai-nilai sosial tetap dipertahankan.
“Mudah-mudahan Sumenep harus kita jaga, karena kebanggaannya Sumenep kita pertahankan, kalau Sumenep itu terkenal dengan kearifannya,” katanya.
Pertemuan antara PC PMII Sumenep dan Kapolresta tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara mahasiswa dan kepolisian. Kritik dan kontrol sosial dari mahasiswa diharapkan tetap berjalan, sementara kepolisian dituntut memberikan pelayanan yang profesional dalam menjaga keamanan.
Selain itu, kolaborasi dalam mengawasi persoalan lingkungan, termasuk aktivitas galian C ilegal dan pengelolaan limbah tambak, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















