SUMENEP, nusainsider.com — Festival Kebudayaan Pesisir Utara (FESTAPORA) Sumenep 2026 siap digelar untuk menghidupkan kembali kekayaan tradisi masyarakat pesisir sekaligus mendorong potensi ekonomi dan pariwisata daerah.
Mengusung tema “Menjaga Laut, Merawat Budaya, Menguatkan Pesisir Utara”, FESTAPORA 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di kawasan wisata Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.
Festival tersebut dirancang oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep sebagai ruang untuk memperkenalkan, merawat, sekaligus mengembangkan kebudayaan masyarakat pesisir utara.
Selain menjadi panggung kebudayaan, FESTAPORA juga diarahkan untuk mendongkrak aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal serta menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak seluruh masyarakat Pantai Utara (Pantura), khususnya masyarakat Kecamatan Dasuk, untuk bersama-sama memeriahkan festival tersebut.
Ajakan itu disampaikan Achmad Fauzi melalui video yang ditayangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Rabu (12/8/2026).
“Mari kita hadir dan ramaikan bersama-sama pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026 di wisata Pantai Slopeng,” kata Achmad Fauzi.

Menurutnya, FESTAPORA bukan sekadar agenda hiburan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperkenalkan potensi wisata pesisir Sumenep kepada masyarakat luas.
Cak Fauzi mengatakan, FESTAPORA 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya masyarakat pesisir agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Di sisi lain, festival tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan pelaku UMKM, seniman, komunitas, hingga masyarakat pesisir.
“Lestarikan budaya, perkuat kebersamaan dan bangkitkan potensi wisata pesisir Sumenep. Datang dan meriahkan Festival Kebudayaan Pesisir Utara 2026,” ajaknya.
Ia berharap masyarakat dapat menjadikan FESTAPORA sebagai ruang bersama untuk mempererat kebersamaan sekaligus membangun kepedulian terhadap laut dan lingkungan pesisir.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, mengaku FESTAPORA 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengangkat potensi budaya dan pariwisata yang berkembang di kawasan pesisir utara.
Menurutnya, kekayaan tradisi masyarakat pesisir memiliki nilai budaya yang kuat dan perlu terus dipertahankan melalui kegiatan yang melibatkan langsung masyarakat.
Rangkaian FESTAPORA 2026 juga dibuat beragam sehingga masyarakat tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi dapat menikmati berbagai kegiatan tradisional, olahraga rakyat, hingga pameran produk UMKM.
Adapun sejumlah rangkaian kegiatan yang akan memeriahkan FESTAPORA 2026 di antaranya Kirab Budaya Lokal, berupa pawai pakaian adat dan tradisi masyarakat pesisir utara.
Kemudian Petik Laut Pesisir Utara, yakni ritual adat sebagai wujud rasa syukur masyarakat nelayan setempat atas hasil laut yang diberikan.
Festival juga menghadirkan kesenian tradisional, seperti pertunjukan Topeng Dhalang Madura dan Jhurangan. Sementara di bidang musik, masyarakat dapat menyaksikan Lomba Musik Habsyi Al Banjari.
Tak kalah menarik, terdapat olahraga rakyat berupa lomba tarik tambang tradisional yang diharapkan mampu menghidupkan suasana kebersamaan antarwarga.
Untuk mendukung sektor ekonomi masyarakat, FESTAPORA juga menghadirkan bazar UMKM lokal yang menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk unggulan mereka.
Dengan berbagai rangkaian tersebut, FESTAPORA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas masyarakat pesisir, menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan daya tarik wisata Pantai Slopeng.
Masyarakat Sumenep, khususnya kawasan Pantura dan Kecamatan Dasuk, diajak hadir dan meramaikan FESTAPORA 2026 sebagai bagian dari upaya bersama menjaga budaya, merawat laut, serta menguatkan potensi pesisir utara Sumenep, “Tutupnya.
![]()
Penulis : Wafa
















