SUMENEP, nusainsider.com — Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Bagus R, terus menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan organisasi, kepemimpinan, sekaligus pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Sejak awal menjalani masa perkuliahan, Bagus aktif mengambil bagian dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Baginya, organisasi bukan sekadar wadah untuk menjalankan aktivitas kampus, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah kapasitas, memperluas jejaring, serta membangun karakter kepemimpinan.
Sejumlah posisi strategis pernah dipercayakan kepadanya. Di antaranya sebagai Sekretaris Kabinet BEM KM UNIBA Madura, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Biro Wakil Ketua I PMII UNIBA Madura, Ketua Pelaksana SOeCI UNIBA 2026, serta Koordinator Kaderisasi HIMPASS.
Beragam pengalaman tersebut menjadi proses penting dalam membentuk karakter kepemimpinan Bagus. Ia dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai situasi, membangun komunikasi dengan banyak pihak, sekaligus memastikan program organisasi berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Pengalaman di sejumlah organisasi juga mengasah kemampuan Bagus dalam bidang manajemen kelembagaan, administrasi, komunikasi publik, kaderisasi hingga pengelolaan kegiatan berskala besar.
Menariknya, latar belakangnya sebagai mahasiswa Informatika turut memengaruhi cara pandangnya dalam menjalankan organisasi. Bagus berupaya memadukan pola pikir analitis dan sistematis yang diperoleh dari dunia teknologi dengan pola kepemimpinan yang mengedepankan kolaborasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi tidak cukup hanya diikuti dengan kemampuan teknis. Kemajuan tersebut juga harus dibarengi dengan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, adaptif dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Organisasi bukan sekadar tempat menjalankan aktivitas kemahasiswaan, melainkan ruang pembelajaran untuk membentuk integritas dan karakter calon pemimpin masa depan,” tegas Bagus.
Ia menilai, budaya kolaborasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat. Perbedaan latar belakang, gagasan maupun karakter anggota, menurutnya, justru dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui komunikasi dan tujuan bersama.
Bagi Bagus, pengalaman berorganisasi juga tidak boleh berhenti pada pencapaian pribadi. Setiap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama berproses harus mampu memberikan manfaat lebih luas.
Karena itu, ia menempatkan pengembangan SDM sebagai bagian penting dari perjalanan organisasinya. Kaderisasi, menurutnya, bukan hanya proses regenerasi kepengurusan, tetapi juga upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas, integritas dan kemampuan beradaptasi.
“Bagi saya, kepemimpinan sejati tidak diukur dari tingginya jabatan yang diemban, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat melalui setiap langkah dan keputusan yang kita ambil,” ujarnya.
Kiprah Bagus di berbagai organisasi kemahasiswaan menjadi gambaran bahwa dunia akademik dan organisasi dapat berjalan beriringan. Pengetahuan di bangku kuliah menjadi bekal berpikir, sementara pengalaman organisasi menjadi ruang untuk menguji gagasan sekaligus membangun kemampuan kepemimpinan.
Dengan perpaduan kompetensi di bidang Informatika dan pengalaman organisasi, Bagus berkomitmen terus mengembangkan kapasitas diri serta mendorong lahirnya SDM mahasiswa yang lebih prospektif, kolaboratif dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
![]()
Penulis : Wafa
















