Dari Kebun ke Produk Bernilai Jual, KKN UIN Madura Ajak Warga Tlagah Inovatif Olah Alpukat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kegiatan Seminar Mahasiswa KKN Reguler Posko 10 UIN Madura.

Foto. Kegiatan Seminar Mahasiswa KKN Reguler Posko 10 UIN Madura.

PAMEKASAN, nusainsider.com Potensi pertanian desa dinilai tidak akan memberikan manfaat ekonomi secara maksimal apabila hanya berhenti pada penjualan hasil panen dalam bentuk mentah.

Semangat untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal tersebut mendorong Mahasiswa KKN Reguler Posko 10 UIN Madura menggelar seminar inovasi pengolahan alpukat di Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan bertajuk Menggali Potensi Desa Melalui Inovasi Pengolahan Alpukat Menjadi Puding Alpukat sebagai Produk Unggulan UMKM Desa Tlagah” tersebut digelar melalui kolaborasi dengan Elysia Pamekasan, usaha yang bergerak di bidang kecantikan dan perawatan kulit.

Seminar dihadiri Kepala Desa Tlagah beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Tim Elysia Pamekasan turut hadir memberikan perspektif mengenai pemanfaatan alpukat, tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai salah satu komoditas yang memiliki potensi dalam sektor kecantikan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Zainullah, M.E., dosen sekaligus pengusaha yang dikenal sebagai Owner Kedai Kak Zain, Owner Rumah Kriyuk, Owner Toko Zain Barokah, serta Konsultan Industrial Entrepreneurship Jawa Timur.

Berbekal pengalaman akademik dan dunia usaha, Zainullah memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya inovasi, kreativitas, keberanian mengambil peluang, serta kemampuan membaca potensi yang ada di lingkungan sekitar untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha.

Baca Juga :  Guru Besar UIN Madura Prof. Achmad Mulyadi Tegaskan Ilmu Falak Harus Jadi Solusi Nyata bagi Masyarakat

Koordinator Desa KKN Posko 10 UIN Madura, Royhanul Hakim, mengatakan Desa Tlagah memiliki potensi besar di sektor pertanian. Menurutnya, alpukat dan durian menjadi salah satu komoditas yang dapat dikembangkan lebih jauh karena memiliki kualitas yang baik.

“Desa Tlagah memiliki potensi yang besar, terutama dari hasil pertanian seperti alpukat dan durian yang kualitasnya sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa hasil pertanian tidak hanya bisa dijual sebagai buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti puding alpukat,” ujar Royhanul.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membuka wawasan masyarakat agar lebih berani melakukan inovasi sekaligus mengembangkan potensi desa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Royhanul menambahkan, tujuan seminar bukan sekadar memperkenalkan cara pengolahan alpukat menjadi puding. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam melihat peluang usaha dari sumber daya lokal.

Menurutnya, melimpahnya hasil pertanian belum tentu memberikan dampak ekonomi optimal apabila hanya dipasarkan sebagai bahan mentah. Dibutuhkan kreativitas dan inovasi agar komoditas lokal dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.

Baca Juga :  ARINNA HIDAYAH Dukung Srikandi IKAPMII Sumenep, Perempuan Dimotivasi Rawat Diri dan Berdaya

Kolaborasi dengan Elysia Pamekasan menjadi salah satu bagian menarik dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pelaku usaha di bidang kecantikan membuka wawasan baru bahwa alpukat memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas.

Selain dapat diolah menjadi makanan dan minuman, alpukat dikenal memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk perawatan kulit.

Perspektif tersebut memperlihatkan bahwa satu komoditas lokal dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang usaha di sektor berbeda.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat Desa Tlagah tidak hanya diajak melihat alpukat sebagai buah konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku yang berpotensi melahirkan produk-produk kreatif di bidang kuliner maupun kecantikan.

Dalam sesi materi, Zainullah menekankan bahwa peluang usaha sering kali muncul dari kemampuan seseorang dalam melihat dan mengolah potensi yang ada di sekitarnya.

Menurutnya, desa memiliki kekuatan besar ketika mampu menghasilkan produk yang berangkat dari karakteristik dan sumber daya lokal. Produk yang memiliki keunikan, ciri khas, serta dikembangkan melalui inovasi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan bersaing di pasar.

Baca Juga :  BAZNAS Sumenep Dukung KKN Internasional STITA ke Malaysia melalui Program Sumenep Cerdas 2026

Antusiasme peserta terlihat selama seminar berlangsung. Sejumlah peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan, mulai dari proses pengolahan produk, strategi pemasaran, hingga peluang mengembangkan usaha berbasis komoditas alpukat.

Diskusi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk tidak sekadar menjual hasil pertanian, tetapi mulai mempertimbangkan pengolahan produk sebagai salah satu alternatif meningkatkan pendapatan.

Mahasiswa KKN Posko 10 UIN Madura berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal tumbuhnya semangat kewirausahaan di Desa Tlagah. Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan potensi lokal secara lebih kreatif sehingga menghasilkan produk yang bernilai tambah.

Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, mahasiswa, akademisi, pelaku UMKM, dan Elysia Pamekasan juga diharapkan dapat terus dikembangkan untuk melahirkan berbagai inovasi baru.

Dengan demikian, Desa Tlagah ke depan tidak hanya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil alpukat dan durian, tetapi juga sebagai desa yang mampu mengolah potensi pertanian menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi desa, karena kekuatan sebuah desa bukan hanya terletak pada melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengolah, mengembangkan, dan memasarkannya secara kreatif.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

PKB Pamekasan Satukan Kader dalam Musancab Serentak, Konsolidasi Akar Rumput Diperkuat
HCML-SKK Migas Gelar Festival Pesisir 2026, Warga Mandangin Dapat Kemudahan Urus Administrasi
HUT RI ke-81 Makin Meriah, PAUD H.I. EL-FATH Adu Kekompakan Lewat Lomba Keluarga
Warga Ultimatum Bupati Fauzi: Evaluasi Pelaksanaan UHC di Puskesmas Batuan!
Perkuat Kemitraan dan Kebersamaan, PR Ayunda Gelar Semarak Lomba Kemerdekaan di Pamekasan
Semangat Kemerdekaan Menggema di Mapolresta Sumenep, Personel dan Bhayangkari Ikuti Aneka Lomba
Lia Istifhama Dukung Peradilan Cepat, Tapi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keadilan
DPRD Sumenep Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Zainal Arifin Ajak Jadikan Kemerdekaan Momentum Perkuat Persatuan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:15 WIB

PKB Pamekasan Satukan Kader dalam Musancab Serentak, Konsolidasi Akar Rumput Diperkuat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Dari Kebun ke Produk Bernilai Jual, KKN UIN Madura Ajak Warga Tlagah Inovatif Olah Alpukat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:39 WIB

HCML-SKK Migas Gelar Festival Pesisir 2026, Warga Mandangin Dapat Kemudahan Urus Administrasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:56 WIB

HUT RI ke-81 Makin Meriah, PAUD H.I. EL-FATH Adu Kekompakan Lewat Lomba Keluarga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Warga Ultimatum Bupati Fauzi: Evaluasi Pelaksanaan UHC di Puskesmas Batuan!

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Semangat Kemerdekaan Menggema di Mapolresta Sumenep, Personel dan Bhayangkari Ikuti Aneka Lomba

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Lia Istifhama Dukung Peradilan Cepat, Tapi Ingatkan Pentingnya Independensi dan Keadilan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sumenep Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Zainal Arifin Ajak Jadikan Kemerdekaan Momentum Perkuat Persatuan

Berita Terbaru