SUMENEP, nusainsider.com — Pameran Pembangunan dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 tidak hanya menjadi etalase program dan capaian pembangunan daerah. Beragam kreativitas masyarakat dan organisasi turut mendapat ruang, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumenep.
Di tengah ramainya aktivitas pameran di Lapangan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyempatkan diri menyambangi stan DWP Sumenep.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Bupati berkeliling melihat langsung stan-stan yang ambil bagian dalam Pameran Pembangunan MCF #4 2026.
Saat tiba di stan DWP, Bupati Fauzi melihat berbagai produk dan kreativitas yang ditampilkan. Ia juga menyempatkan diri berinteraksi dengan pengurus serta anggota DWP yang berada di lokasi.
Suasana kunjungan berlangsung akrab. Pengurus DWP memberikan penjelasan mengenai berbagai hal yang ditampilkan di stan, sementara Bupati melihat langsung keterlibatan anggota dalam menyemarakkan kegiatan daerah tersebut.
Kehadiran Bupati di stan DWP sekaligus menunjukkan ruang komunikasi antara pemerintah daerah dengan organisasi yang ikut mengambil bagian dalam rangkaian MCF #4 2026.
Keikutsertaan DWP Sumenep dalam Pameran Pembangunan menjadi momentum untuk memperkenalkan aktivitas organisasi sekaligus menunjukkan potensi dan kreativitas para anggotanya kepada masyarakat.
Stan DWP tidak sekadar menjadi tempat untuk menampilkan berbagai produk. Keberadaannya juga menjadi ruang interaksi antara anggota organisasi dengan masyarakat yang datang menikmati rangkaian festival.
Pengunjung dapat melihat langsung berbagai kreativitas yang ditampilkan sekaligus memperoleh gambaran mengenai aktivitas DWP sebagai organisasi yang turut berperan dalam kegiatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep merupakan organisasi yang beranggotakan istri ASN serta ASN perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Organisasi tersebut menjadi wadah bagi para anggota untuk meningkatkan kualitas sumber daya sekaligus mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam pameran, DWP Sumenep turut membuka ruang bagi anggota untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta potensi yang dimiliki.
Pameran Pembangunan MCF #4 2026 menghadirkan beragam peserta. Selain organisasi perangkat daerah, kegiatan tersebut juga melibatkan organisasi kemasyarakatan, instansi, pelaku UMKM, perguruan tinggi hingga berbagai unsur masyarakat.
Kondisi tersebut membuat pameran tidak hanya menjadi tempat untuk melihat program pemerintah. Lebih dari itu, masyarakat dapat menyaksikan secara langsung berbagai potensi yang berkembang di Kabupaten Sumenep.
Keterlibatan DWP menjadi salah satu bagian dari semangat kolaborasi tersebut. Organisasi perempuan di lingkungan Pemkab Sumenep ikut mengambil peran dengan menghadirkan stan yang dapat dikunjungi masyarakat.
Bagi DWP, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan organisasi sekaligus memberikan ruang kepada anggota untuk berpartisipasi dalam kegiatan publik.
Interaksi Bupati dengan pengurus dan anggota DWP juga memperlihatkan bahwa Pameran Pembangunan menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, organisasi dan masyarakat.
Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 berlangsung mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026 di Kabupaten Sumenep.
Festival tersebut menghadirkan berbagai agenda yang memadukan seni, budaya, ekonomi kreatif, UMKM dan aktivitas masyarakat.
Pameran Pembangunan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Berbagai peserta memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan program, produk, inovasi maupun kreativitas kepada masyarakat.
Di tengah kemeriahan festival, stan DWP Sumenep menjadi salah satu ruang partisipasi organisasi dalam menyukseskan agenda daerah.
Kunjungan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo ke stan DWP pun menambah semarak keterlibatan organisasi tersebut dalam MCF #4 2026.
Kehadiran DWP sekaligus mempertegas bahwa kemeriahan festival tidak hanya dibangun melalui pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga melalui partisipasi berbagai elemen masyarakat yang membawa potensi dan kreativitas masing-masing.
![]()
Penulis : Wafa
















