Diduga Rendahkan Martabat Warga, Pernyataan Oknum PNS Sapudi Disorot

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Screenshot (SS) unggahan tik-tok.

Foto. Screenshot (SS) unggahan tik-tok.

SUMENEP, nusainsider.com Pernyataan tidak pantas diduga dilontarkan oleh seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan UPP Kelas III Sapudi yang menuding masyarakat Sapudi memiliki sumber daya manusia (SDM) rendah. Pernyataan tersebut menuai kekecewaan dan kemarahan warga kepulauan.

Ucapan yang dinilai merendahkan itu disampaikan melalui kolom komentar media sosial TikTok, saat menanggapi komentar akun @saputro12 pada 20 November 2025. Komentar tersebut muncul di tengah ramainya kritik publik terkait pembangunan Replacement Pelabuhan Sapudi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, komentar tersebut ditulis oleh pemilik akun @Hidayatdayat, yang diketahui merupakan PNS di UPP Kelas III Sapudi.

Ia menanggapi kritik masyarakat dengan pernyataan yang dinilai menyudutkan.

“Betul pak. Tapi kita harus memaklumi mungkin karena faktor SDM yang rendah,” tulis akun tersebut dalam kolom komentar.

Pernyataan itu sontak memicu reaksi keras dari masyarakat Sapudi. Banyak pihak menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik, terlebih dalam konteks kritik kebijakan pembangunan yang sebelumnya telah melalui kajian dan diskusi oleh masyarakat.

Baca Juga :  Takziah Jalan Hingga Rukyah ; Aksi Satire GPS Untuk Beli Semen

Warga menilai pernyataan tersebut mencederai martabat masyarakat kepulauan yang selama ini aktif memberikan masukan konstruktif terhadap pembangunan daerah, khususnya terkait dampak ekonomi dan sosial dari proyek Replacement Pelabuhan Sapudi.

Tak hanya sekali, oknum PNS tersebut juga disebut kerap melontarkan pernyataan bernada merendahkan. Padahal, yang bersangkutan dikenal sebagai figur penting di lingkungan UPP Kelas III Sapudi. Sikapnya dinilai tidak mencerminkan etika aparatur negara dan terkesan anti kritik.

Alih-alih membuka ruang dialog yang sehat dan partisipatif, oknum tersebut justru dinilai menggunakan media sosial untuk menyudutkan masyarakat. Pernyataan itu seolah menggambarkan warga Sapudi tidak memiliki kapasitas, kompetensi, maupun pemahaman yang memadai.

Salah satu tokoh pemuda Sapudi, Mas’udi, menyayangkan pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa tudingan SDM rendah sangat tidak berdasar dan mencederai prinsip pelayanan publik.

“Kalau kami dianggap SDM rendah, lalu untuk apa kami membahas inflasi ekonomi dan dampak pembangunan replacement pelabuhan secara mendalam?” ujar Mas’udi, Rabu (17/12/2025).

Menurut Mas’udi, masyarakat Sapudi selama ini telah berkontribusi besar dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi maritim, pendidikan, hingga partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

“Kami bukan masyarakat dengan SDM rendah. Dalam menyampaikan kritik, kami melalui diskusi panjang dan kajian. Kalau memang anti kritik, jangan melukai hati masyarakat dengan pernyataan seperti itu,” tegasnya.

Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Sapudi. Mereka menilai sikap arogan dan diskriminatif dari oknum aparatur negara tidak boleh dibiarkan karena bertentangan dengan semangat reformasi birokrasi.

Baca Juga :  Hari Pers Nasional 2025, Ketua KPU Sumenep Ajak Insan Pers Sajikan Berita Aktual dan Berimbang

Masyarakat mendesak instansi terkait, khususnya Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, untuk segera melakukan klarifikasi serta evaluasi terhadap oknum PNS tersebut.

“Ini sudah memicu amarah publik. Kementerian Perhubungan, khususnya Ditjen Hubla, dinilai gagal membina pegawainya agar menjadi pelayan publik yang beretika, bukan justru arogan,” ungkap salah satu warga.

Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh aparatur negara agar lebih menjunjung etika, menghormati masyarakat, serta mengedepankan dialog yang adil dan bermartabat dalam setiap kebijakan pembangunan.

Baca Juga :  Jelang Nataru 2026, Pemkab Sumenep Siapkan Layanan Transportasi Publik Terpadu

Sementara itu, saat dikonfirmasi media ini, Hidayat selaku oknum PNS UPP Kelas III Sapudi justru memberikan tanggapan yang dinilai tidak menjawab substansi persoalan.

“Kalau air laut saat gelombang tinggi naik ke atas dermaga dan tidak setuju dengan rehab supaya dermaga lebih tinggi itu apa namanya pak?” tulisnya kepada media nusainsider.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/12/2025).

Hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi secara tegas maupun permintaan maaf atas pernyataan bernada merendahkan yang disampaikannya melalui platform TikTok.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh
Pesantren Al-Islamiyah Gandeng Yonif TP 931/KJ Bentuk Santri Tangguh Lewat Kemah HIMMAH ke-51
Pelestarian Keris Dimulai dari Bangku Sekolah, Disbudporapar Sumenep Siap Dukung

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:34 WIB

Pesantren Al-Islamiyah Gandeng Yonif TP 931/KJ Bentuk Santri Tangguh Lewat Kemah HIMMAH ke-51

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:55 WIB

Pelestarian Keris Dimulai dari Bangku Sekolah, Disbudporapar Sumenep Siap Dukung

Berita Terbaru