JEMBER nusainsider.com — Perkembangan ekonomi digital menuntut pelaku usaha semakin adaptif dalam memasarkan produk. Menjawab tantangan tersebut, Perkumpulan Peternak Ikan Mandiri Berkah menggelar pelatihan pemasaran digital bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi.
Pelatihan yang berlangsung selama delapan hari, Sabtu (5/9/2026) hingga Sabtu (12/9/2026), tersebut diikuti 16 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
Kegiatan dipusatkan di Karangsono, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.
Melalui pelatihan ini, peserta didorong tidak hanya mampu memasarkan produk secara lebih luas, tetapi juga meningkatkan daya saing usaha di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin bergeser ke platform digital.
Sejumlah materi strategis diberikan selama pelatihan. Di antaranya mengidentifikasi elemen pemasaran organisasi, menentukan model bisnis daring, melakukan aktivitas pemasaran digital untuk bisnis ritel, serta memanfaatkan media sosial untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.
Materi tersebut diarahkan agar peserta mampu memahami proses pemasaran secara lebih menyeluruh. Mulai dari membaca kebutuhan pasar, menentukan model bisnis yang tepat, menyusun strategi promosi, hingga membangun komunikasi dengan calon konsumen melalui media sosial.
Instruktur pelatihan, Maimuna, menekankan pentingnya penerapan pengetahuan yang diperoleh peserta dalam kegiatan usaha sehari-hari.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu memanfaatkan media digital secara lebih optimal untuk memasarkan produk. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat menerapkan strategi pemasaran digital dalam kegiatan usaha sehari-hari,” ujar Maimuna.
Menurutnya, pemanfaatan media digital secara tepat dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesempatan pelaku usaha mendapatkan pelanggan baru.
Maimuna juga mendorong peserta untuk tidak berhenti belajar setelah pelatihan berakhir. Perubahan tren pemasaran digital yang berlangsung cepat menuntut pelaku usaha terus mengembangkan kemampuan dan beradaptasi dengan pola promosi yang semakin dinamis.
“Peserta diharapkan dapat memanfaatkan media sosial secara kreatif dan konsisten, sehingga hasil pelatihan ini tidak berhenti pada pembelajaran, tetapi memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan keberlanjutan usaha,” tambahnya.
Pelatihan pemasaran digital tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dan pelaku usaha agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi.
Dengan bekal keterampilan pemasaran digital, peserta diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai platform daring sebagai sarana promosi, membangun jaringan konsumen, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.
![]()
Penulis : Mif
















