UMKM Binaan Searah, Sukga.id Kenalkan Potensi Lokal di Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026

Kamis, 17 September 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Potensi Lokal Binaan searah ketapang II Ltd di acara Lokmed Skkmigasjabanusa di Yogyakarta

Foto. Potensi Lokal Binaan searah ketapang II Ltd di acara Lokmed Skkmigasjabanusa di Yogyakarta

YOGYAKARTA, nusainsider.com Potensi lokal desa tak berhenti sebagai bahan mentah. Melalui kreativitas dan pendampingan berkelanjutan, berbagai tanaman seperti rosela, bunga telang, jahe, kunyit hingga serai diolah menjadi produk bernilai ekonomi oleh Sukga.id.

UMKM binaan Searah Limited tersebut memperkenalkan beragam produk olahan lokal dalam Lokakarya Media 2026 yang digelar SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) di Hotel Tentrem Yogyakarta, 15-18 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Sukga.id menampilkan sejumlah produk berbasis tanaman, mulai dari teh bunga, olahan rimpang hingga pati.

Produk teh di antaranya menggunakan bahan bunga rosela dan bunga telang. Sementara produk rimpang memanfaatkan bahan lokal seperti jahe, kunyit dan serai.

Brand and Creative Director Sukga.id, Lilik Kusmiatin, mengatakan keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk UMKM binaan kepada masyarakat yang lebih luas.

“Alhamdulillah kegiatannya luar biasa sekali. Kami berterima kasih kepada teman-teman dan SKK Migas serta Searah karena kami diperkenalkan, sehingga cerita dari desa kami melalui produk-produk ini bisa lebih dikenal,” kata Lilik saat ditemui di lokasi acara, Kamis (17/9/2026).

Tak hanya produk olahan tanaman, Sukga.id juga membawa delapan varian aroma. Pilihannya terdiri atas aroma bunga, seperti sedap malam, rose, lavender dan jasmine.
Ada pula aroma segar seperti lemon mint, eucalyptus, citronella dan lemongrass atau serai.

Baca Juga :  Haru Pelepasan SD Taquma Surabaya, Ning Lia Beri Pesan Inspiratif untuk Generasi Emas

Produk Sukga.id juga dikemas dalam bentuk hampers dengan menggunakan pelepah pisang. Menariknya, kemasan tersebut dirancang agar bisa dimanfaatkan kembali sebagai kotak tisu setelah produk di dalamnya habis.

Salah satu paket hampers tersebut dibanderol Rp330 ribu. Sementara paket teh telang ditawarkan dengan harga Rp170 ribu.
Menurut Lilik, perkembangan Sukga.id tidak terlepas dari proses pendampingan Searah yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  SPPG Ganding Diterpa Isu Kualitas Makanan, Siswa Dilaporkan Muntah

Pendampingan tidak hanya menyentuh tahap produksi, tetapi dimulai sejak budidaya bahan baku.

“Mulai dari menanam, mengolah, kemudian menjadikannya produk. Kami juga didampingi untuk legalitas dan mutu,” ujarnya.

Pendampingan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari hak kekayaan intelektual, sertifikasi halal, perizinan hingga peningkatan standar dan kualitas produk.

Pengembangan juga diarahkan pada inovasi agar UMKM mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

Bagi Lilik, keberhasilan sebuah program pendampingan tidak cukup hanya diukur dari lahirnya produk baru. Hal yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengenali potensi yang ada di lingkungannya dan mengolahnya menjadi sumber ekonomi.

“Kesuksesan dari sebuah pendampingan tidak hanya melahirkan produk, tapi bagaimana masyarakat mengetahui potensi yang dimilikinya, mengolah potensinya, menjaga kualitasnya, dan membuka peluang ekonomi,” katanya.

Dalam proses pengembangannya, Sukga.id juga melibatkan perempuan di desa. Di Desa Suko Mulyo, pengembangan usaha dilakukan bersama ibu-ibu PKK sebagai bagian dari pemberdayaan perempuan sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Idul Fitri di Sumenep Tak Sekadar Hari Raya, Bupati Fauzi: Sampai Ketupat Baru Selesai

Lilik sapaan akrabnya menegaskan, proses tersebut diharapkan tidak berhenti pada terciptanya sebuah produk. Lebih jauh, pendampingan diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat dalam melihat dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Jadi ini tidak berhenti ketika sudah menciptakan produk. Dampaknya juga pada cara pikir masyarakat dalam mengolah potensi yang dimiliki,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

28 Pejabat Sumenep Dilantik, Wabup Imam Hasyim: Birokrasi Jangan Berbelit-belit!
Bukan Sekadar Olahraga, Ning Lia Bawa Pesan Inklusivitas di Safe Workout BPJS Ketenagakerjaan
Pelayanan JKN Terbaik se-Madura Raya, RSUD Sumenep Dig-anjari Penghargaan BPJS
Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Sumenep
Tak Mau MoU Berhenti di Seremoni, Sumenep–Blitar Bidik Kerja Sama Konkret
MYZE Hotel Sumenep Buka Ruang Kreativitas Anak Lewat Program Little ART
Dukung Ketahanan Energi, skkmigas – Searah ketapang II Ltd Siapkan Pengeboran Baru di Bukit Tua Sampang
Jelang Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Hapus Denda Tunggakan PBB-P2

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:26 WIB

28 Pejabat Sumenep Dilantik, Wabup Imam Hasyim: Birokrasi Jangan Berbelit-belit!

Jumat, 18 September 2026 - 10:46 WIB

Bukan Sekadar Olahraga, Ning Lia Bawa Pesan Inklusivitas di Safe Workout BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 18 September 2026 - 10:22 WIB

Pelayanan JKN Terbaik se-Madura Raya, RSUD Sumenep Dig-anjari Penghargaan BPJS

Jumat, 18 September 2026 - 08:44 WIB

Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Sumenep

Jumat, 18 September 2026 - 07:39 WIB

Tak Mau MoU Berhenti di Seremoni, Sumenep–Blitar Bidik Kerja Sama Konkret

Kamis, 17 September 2026 - 16:42 WIB

Dukung Ketahanan Energi, skkmigas – Searah ketapang II Ltd Siapkan Pengeboran Baru di Bukit Tua Sampang

Kamis, 17 September 2026 - 15:36 WIB

UMKM Binaan Searah, Sukga.id Kenalkan Potensi Lokal di Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026

Kamis, 17 September 2026 - 13:21 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Hapus Denda Tunggakan PBB-P2

Berita Terbaru