Idul Fitri di Sumenep Tak Sekadar Hari Raya, Bupati Fauzi: Sampai Ketupat Baru Selesai

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi wongsojudo, SH., MH (Istimewa/nusainsider.com)

Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi wongsojudo, SH., MH (Istimewa/nusainsider.com)

SUMENEP, nusainsider.com Achmad Fauzi Wongsojudo memaknai Idul Fitri sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan persaudaraan di tengah masyarakat. Baginya, hari raya tidak hanya sekadar tradisi saling memaafkan, tetapi juga kesempatan untuk mempererat kembali hubungan keluarga dan kerabat.

Menurutnya, Idul Fitri selalu menghadirkan suasana kebersamaan yang sangat khas di Indonesia. Pada momen tersebut, banyak masyarakat yang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar, sehingga hubungan kekeluargaan yang mungkin sempat renggang dapat kembali terjalin.

Cak Fauzi sapaan akrabnya mengatakan, secara pribadi Idul Fitri merupakan momen yang mempertemukan kembali saudara dan kerabat dari berbagai daerah. Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan yang jarang terjalin karena kesibukan masing-masing.

“Makna Idul Fitri bagi saya secara pribadi tentu momen di mana kita itu, kalau di Indonesia, seluruh saudara-saudara yang dari mana-mana itu biasanya berkumpul,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Ia menyebut tradisi Lebaran juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial, baik dengan keluarga dekat maupun kerabat yang jarang ditemui.

Baca Juga :  Sigap! Bupati Sumenep Distribusikan 5 Tandon Air di Batuputih Laok

Karena itu, Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, tetapi juga sebagai waktu untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

Di Sumenep, lanjut orang nomor wahid di kabupaten Sumenep itu bahwa perayaan Idul Fitri memiliki kekhasan tersendiri yang tidak selalu ditemui di daerah lain. Ia menjelaskan bahwa semangat silaturahmi masyarakat biasanya berlangsung lebih lama, bahkan hingga beberapa hari setelah hari raya.

Baca Juga :  Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi

Tradisi tersebut terlihat dari kebiasaan masyarakat yang terus saling berkunjung hingga perayaan Lebaran Ketupat. Momen itu menjadi penanda berakhirnya rangkaian silaturahmi yang telah berlangsung sejak hari pertama Idul Fitri.

“Kalau di sini kan, makna Idul Fitri itu bisa satu minggu. Bisa dikatakan kalau sudah lebaran ketupat, itu baru sudah selesai katanya silaturahminya,” kata Fauzi.

Ia menambahkan, selama masyarakat belum merayakan Lebaran Ketupat, banyak yang masih menganggap rangkaian silaturahmi belum benar-benar berakhir. Tradisi tersebut menurutnya menunjukkan kuatnya nilai kekeluargaan yang masih terjaga di tengah masyarakat Sumenep.

Baca Juga :  Mudik Gratis Bareng Bupati Sumenep di Sambut Baik Masyarakat Perantau

Fauzi mengaku pernah merasakan suasana Lebaran di beberapa daerah lain. Namun menurutnya, nuansa Idul Fitri di Sumenep terasa lebih hangat karena masyarakatnya masih sangat menjaga tradisi silaturahmi.

Ia berharap nilai kebersamaan yang tumbuh pada momentum Idul Fitri dapat terus dipertahankan oleh masyarakat.

Menurutnya, semangat persaudaraan dan silaturahmi merupakan kekuatan sosial yang penting untuk menjaga keharmonisan serta persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kalau belum sampai makan ketupat itu belum selesai silaturahminya,” tutupnya.

Loading

Penulis : Waf

Berita Terkait

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru
Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura
Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi
STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan
Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat
13 Tahun Hadapi Sengketa Rumah, Sri Endah Minta Keadilan, Ning Lia Turun Tangan
Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal
Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:48 WIB

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi

Rabu, 9 September 2026 - 13:04 WIB

STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan

Rabu, 9 September 2026 - 12:53 WIB

Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 09:51 WIB

Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal

Senin, 7 September 2026 - 21:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Berita Terbaru