SUMENEP, nusainsider.com — Kabar mengenai kedatangan Panglima TNI dalam penutupan Karya Bakti TNI AD Wilayah Madura tepatnya di GOR A Yani Sumenep pada 7 Oktober 2026 mendatang mulai menjadi perhatian publik.
Selain Pangdam V/Brawijaya, informasi yang beredar menyebut Panglima TNI juga dijadwalkan akan hadir dalam agenda tersebut.
Namun, di tengah kabar kedatangan petinggi TNI itu, muncul isu mengenai rencana aksi mahasiswa Sumenep yang disebut bakal menyampaikan sejumlah aspirasi dan Bahkan mengaku Menolak kedatangan Panglima TNI ke Sumenep.
Wacana tersebut menjadi perbincangan setelah beredar informasi bahwa aktivis mahasiswa akan melakukan penyambutan sekaligus menyampaikan aspirasi berkaitan dengan sejumlah program yang disebut bersinggungan dengan tanggung jawab institusi TNI serta menolak kedatangan Panglima TNI ke Sumenep.
Kabar itu pun sontak menarik perhatian publik. Terlebih, agenda penutupan Karya Bakti TNI AD tersebut diperkirakan bakal dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.
Aktivis Sumenep, Fainani, menilai munculnya wacana aksi dan Penolakan menjelang kedatangan pejabat pusat bukan sesuatu yang sepenuhnya baru.
Menurutnya, momentum kehadiran pejabat nasional terkadang menjadi ruang bagi kelompok aktivis untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkenalkan keberadaan organisasinya kepada publik.
Namun, Fainani justru memperkirakan rencana aksi tersebut belum tentu terealisasi.
Ia bahkan menyebut informasi sementara yang diterimanya menyatakan aksi tersebut berpotensi gagal. Karena itu, ia meminta publik tidak langsung menyimpulkan bahwa aksi benar-benar akan digelar sebelum ada kepastian dari pihak terkait.
“Ini bukan hal baru. Momen seperti ini sering digunakan, salah satunya untuk menaikkan grade nama aktivis atau institusinya ke publik,” ujar Fainani.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi penyambutan maupun penolakan terhadap kedatangan Panglima TNI di Sumenep diprediksi tidak terlaksana.
Menurut Fainani, sejarah aksi mahasiswa di Sumenep yang berkaitan langsung dengan kedatangan pejabat atau petinggi negara ke daerah tersebut juga relatif jarang terjadi.
Ia menyebut salah satu momentum yang pernah terjadi adalah ketika Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono datang ke Sumenep pada 2013 lalu. Saat itu, menurut dia, terdapat aksi mahasiswa yang berkaitan dengan kedatangan kepala negara tersebut.
“Tidak ada sejarahnya aksi mahasiswa di Sumenep berkaitan dengan kedatangan petinggi atau pejabat pusat yang hendak ke Sumenep kemudian digelar, selain aksi mahasiswa tahun 2013 lalu saat kedatangan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono,” jelasnya.
Meski demikian, Fainani mengatakan apabila aksi mahasiswa tersebut benar-benar terlaksana saat kedatangan Panglima TNI, dirinya akan memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap keberanian para aktivis.
“Apalagi yang akan datang ke Sumenep adalah petinggi negara yang bertugas menjaga ketahanan negara. Jika aksi tersebut jadi digelar, maka saya atas nama aktivis sangat mengapresiasi keberanian aktivis tersebut,” katanya.
Di sisi lain, Fainani menilai wacana aksi tersebut masih perlu dibuktikan dengan langkah konkret. Ia menduga isu tersebut bisa menjadi bagian dari upaya membangun eksistensi organisasi apabila nantinya benar-benar diwujudkan dalam bentuk aksi.
“Saya menilai ini hanya bagian dari awal guna menegaskan nama supaya grade nama dan institusinya naik level, itu pun kalau aksi tersebut jadi. Tapi saya yakin 90 persen aksi tersebut berpotensi gagal,” tegasnya.
Fainani mengaku memperoleh informasi sementara bahwa aksi tersebut telah dibatalkan. Namun, ia menegaskan informasi itu masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
“Info sementara yang saya terima, aksi tersebut sudah batal, Mas. Untuk memastikan itu, coba konfirmasi ke Polresta, apakah aksi itu masih akan tetap berlanjut?” tutupnya.
Hingga berita ini dinaikkan, informasi mengenai kepastian rencana aksi tersebut masih akan dikonfirmasi kepada pihak kepolisian maupun kelompok mahasiswa yang disebut akan menggelar aksi.
Sementara itu, agenda penutupan Karya Bakti TNI AD Wilayah Madura di GOR A Yani Sumenep dijadwalkan akan berlangsung pada 7 Oktober 2026 Malam.
![]()
Penulis : Wafa
















