JATIM, nusainsider.com — Aktivis Jaringan Kajian Advokasi Rakyat (Jangkar) melakukan aksi bisu ke kepolisian daerah (Polda) Jawa Timur guna mempertanyakan Kinerja Polda Jatim yang dinilai Dalam Tanda Tanya, Senin 19 Juni 2023.
Sebagai bagian dari terwujudnya masyarakat jawa timur yang aman dan tentram, kepolisian merupakan bagian terpenting dari cita-cita tersebut.
Dalam hal ini kemudian JANGKAR (jaringan Kajian Advokasi Rakyat) melakukan berbagai kajian yang berujung pada temuan-temuan di Jawa Timur bahwa masyarakat masih dalam keresahan akibat maraknya penyalahgunaan narkoba dan berbagai isu sosial lainnya.
Lebih ironisnya lagi, dari banyak pengguna melibatkan anggota kepolisian, berdasarkan data yang dirilis oleh polda jatim ada 1.530 anggota kepolisian yang dipecat karena terlibat kasus narkoba, namun sampai hari ini masih menjadi tanda tanya besar terkait siapa biang keladi yang menjadikan Jawa Timur dimasuki oleh barang HARAM tersebut, kata Mohammad Nor dalam keterangan rilisnya kepada media ini, senin (19/6) siang.
Aktivis Asal Sumenep itu menyampaikan, bahwa seharusnya kasus ini tidak hanya berujung pada pemecatan saja, tapi harus ada target dalam jangka tertentu terkait bandar narkoba, sebagai Evaluasi mantan Kapolda jawa timur juga terlibat.
Pada sisi lain, juga ada berbagai kasus kemasyarakatan yang terjadi di lingkungan jawa timur, salahsatunya beberapa waktu yang lalu.
Anggota kepolisian tidak ramah terhadap masyarakat saat melakukan aksi demonstrasi, yang seharusnya dilindungi oleh kepolisian sesuai amanat UU no. 9 tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum, “Imbuhnya.
Dalam hal ini dianggap perlu KAPOLDA jatim melaksanakan evaluasi besar-besaran demi terciptanya Jawa Timur yang aman dan damai, ” Tambahnya.
Sementara itu, hingga berita ini dinaikkan pihak pewarta tidak ada akses konfirmasi lebih lanjut ke kepolisian daerah (Polda) Jawa Timur.
![]()
















