PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Juru Bicara P4GI, Farhan.

Foto. Juru Bicara P4GI, Farhan.

SUMENEP, nusainsider.com — Pergerakan Putra Putri Petani Garam Indonesia (P4GI) mengecam keras tindakan PT Garam yang diduga melakukan pembongkaran lahan garam produktif yang dikelola kelompok masyarakat di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep.

P4GI menilai langkah tersebut dilakukan secara sepihak tanpa didahului proses musyawarah maupun dialog dengan warga terdampak.

Juru Bicara P4GI, Farhan, mengatakan tindakan tersebut telah menimbulkan keresahan sekaligus kerugian besar bagi masyarakat yang selama ini mengelola lahan tersebut secara swadaya.

Menurutnya, persoalan ini bermula ketika masyarakat berinisiatif memanfaatkan lahan milik PT Garam yang sebelumnya dalam kondisi terbengkalai dan tidak produktif.

Melalui koordinasi yang melibatkan pihak PT Garam bersama Pemerintah Desa Pinggir Papas, warga kemudian menggalang dana swadaya hingga mencapai ratusan juta rupiah untuk mengolah lahan tersebut menjadi tambak garam yang produktif.

Baca Juga :  Tata Aset Lebih Transparan, DPRD Sumenep Targetkan Raperda Segera Rampung

Upaya tersebut membuahkan hasil. Selama kurang lebih dua tahun terakhir, lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan itu mampu memproduksi garam dan menjadi sumber penghidupan bagi kelompok masyarakat setempat.

Namun, di tengah produktivitas yang telah berjalan, PT Garam disebut melakukan pembongkaran terhadap tambak garam tersebut. Langkah itu dinilai dilakukan tanpa adanya komunikasi maupun kesepakatan dengan masyarakat, sehingga memicu kekecewaan dan kerugian materiil yang cukup besar.

“Jangan memposisikan masyarakat seperti penjajah yang menguasai lahan. Perlakukan masyarakat sebagai mitra strategis untuk pengembangan produksi garam di atas lahan yang awalnya tidak produktif tersebut,” tegas Farhan dalam keterangan persnya, Selasa (7/7/2026).

Atas kejadian tersebut, P4GI menyampaikan tiga tuntutan kepada PT Garam dan Pemerintah Desa Pinggir Papas.

Baca Juga :  Tari Kembang Molje Bugeman, Ikon Situbondo yang Tampil di Madura Culture Festival #3

Pertama, P4GI mendesak PT Garam segera membuka ruang dialog dengan kelompok masyarakat guna mencari solusi yang adil dan menguntungkan semua pihak (win-win solution), tanpa ada pihak yang dirugikan.

Kedua, P4GI meminta Kepala Desa Pinggir Papas mengambil sikap tegas dan tidak menutup mata terhadap persoalan yang dialami warganya.

Menurut organisasi tersebut, kepala desa memiliki tanggung jawab untuk mengadvokasi serta melindungi hak-hak masyarakat yang terdampak.

Baca Juga :  Baznas Sumenep Gelar Seleksi Akhir Beasiswa Cendekia, 62 Mahasiswa Akan Ditetapkan

Ketiga, P4GI meminta PT Garam menghentikan tindakan yang dinilai sewenang-wenang terhadap masyarakat. Organisasi itu menegaskan akan memberikan pendampingan kepada warga apabila ruang komunikasi tetap tertutup.

“Apa yang dilakukan PT Garam telah bertindak di luar batas kemanusiaan. Jika musyawarah dan jalan keluar yang adil tidak segera ditempuh, jangan salahkan jika masyarakat bergerak progresif untuk melawan kedaliman ini,” pungkas Farhan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Garam terkait tudingan pembongkaran lahan garam produktif tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari manajemen PT Garam guna mendapatkan penjelasan dan keberimbangan informasi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru