Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, nusainsider.com Rangkaian kunjungan kenegaraan yang diterima Presiden Prabowo Subianto sepanjang pekan ini dinilai menjadi bukti semakin menguatnya posisi Indonesia sebagai kekuatan strategis di kawasan.

Dalam hitungan hari, Jakarta menerima kunjungan tiga pemimpin dunia dari tiga poros geopolitik berbeda, yang dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kepemimpinan Indonesia.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas), Yuddy Chrisnandi, menyebut pekan diplomasi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting yang menegaskan Indonesia sebagai pusat pertemuan kepentingan strategis dunia.

“Dalam hitungan hari, Indonesia didatangi mitra kunci dari Eurasia, ASEAN, hingga Asia Selatan. Ini menunjukkan Jakarta sedang menjadi titik temu diplomasi, bukan sekadar tamu di forum negara lain,” ujar Yuddy.

Mantan Duta Besar RI untuk Ukraina, Georgia, dan Armenia periode 2017–2021 itu menjelaskan, rangkaian diplomasi dimulai dengan kunjungan kenegaraan Presiden Aleksandr Lukashenko pada 1–2 Juli 2026.

Baca Juga :  25 + Daftar Lowongan Kerja SMA/SMK Bersama BUMN 2023

Kunjungan tersebut menghasilkan peluncuran Peta Jalan Kerja Sama Bilateral Indonesia–Belarus 2026–2030 yang mencakup sektor ketahanan pangan, energi, industri, hingga pupuk.

Menurut Yuddy, Belarus memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Indonesia menuju pasar Eurasia.

“Belarus merupakan salah satu anggota penting Uni Ekonomi Eurasia. Presiden Prabowo mampu membaca peluang tersebut dengan sangat baik sehingga kerja sama yang dibangun memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional,” katanya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Lawrence Wong dalam agenda Leaders’ Retreat di Istana Merdeka. Pertemuan tersebut menghasilkan 26 kesepakatan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari lingkungan hidup, kredit karbon, ekonomi digital, perdagangan listrik lintas batas, hingga penguatan keamanan di Selat Malaka.

Baca Juga :  Tanpa Sekat, Open House Khofifah Jadi Magnet Silaturahmi Warga Jatim

Yuddy menilai kerja sama dengan Singapura memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga hubungan erat dengan mitra terdekat sekaligus memperkuat stabilitas kawasan.

“Keamanan Selat Malaka merupakan kepentingan bersama karena jalur ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan dunia. Presiden Prabowo mampu menjaga hubungan strategis dengan negara tetangga sekaligus memperluas jejaring diplomasi global,” tuturnya.

Puncak pekan diplomasi terjadi saat Perdana Menteri Narendra Modi melakukan kunjungan kenegaraan pada 6–8 Juli 2026. Pertemuan bilateral menghasilkan 14 nota kesepahaman serta enam inisiatif strategis yang mencakup sektor pertahanan, keamanan maritim, ekonomi digital, hingga energi.

Namun, menurut Yuddy, capaian paling berkesan justru lahir dari aspek diplomasi budaya. Komitmen India mendukung restorasi Candi Prambanan melalui Archaeological Survey of India dinilai menjadi simbol eratnya hubungan sejarah dan peradaban kedua negara.

“Prambanan bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan bukti hubungan peradaban Indonesia dan India yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Ketika kedua negara berkomitmen merawat warisan tersebut, mereka sedang membangun persahabatan yang jauh melampaui kerja sama ekonomi maupun perdagangan,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Yuddy memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilai berhasil menempatkan Indonesia sebagai aktor utama dalam percaturan geopolitik kawasan.

“Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN. Ketika para pemimpin dunia datang ke Jakarta dalam waktu yang berdekatan, itu bukan kebetulan. Ini merupakan buah dari kepemimpinan yang memiliki visi, wibawa, dan kemampuan membangun kepercayaan internasional. Sudah sepantasnya Presiden Prabowo menjadi jangkar geopolitik kawasan, tempat berlabuhnya kepentingan banyak bangsa,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura
Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi
Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat
Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal
Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM
Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong
JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event
Klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” Disorot, GP Ansor Singgung Nasib Pendamping Desa

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi

Rabu, 9 September 2026 - 12:53 WIB

Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 09:51 WIB

Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal

Senin, 7 September 2026 - 21:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Senin, 7 September 2026 - 06:27 WIB

JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event

Senin, 7 September 2026 - 05:33 WIB

Klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” Disorot, GP Ansor Singgung Nasib Pendamping Desa

Berita Terbaru