Agus Dwi Saputra, 57 Sekolah Belum Memiliki Kepala Sekolah. Berikut Alasannya

Selasa, 16 April 2024 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo saat memberikan tanda kehormatan satyalancana karya satya kepada Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, salah satu ASN yang menerima kehormatan satyalancana karya satya. (foto/ist)

Foto. Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo saat memberikan tanda kehormatan satyalancana karya satya kepada Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, salah satu ASN yang menerima kehormatan satyalancana karya satya. (foto/ist)

SUMENEP, nusainsider.com Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Agus Dwi Saputra, mengaku banyak guru yang menolak diangkat menjadi kepala sekolah.

Hal tersebut diketahui karena Sejumlah laporan banyak diterima olehnya terkait sebagian besar guru yang enggan menjadi kepala sekolah.

Alasannya, apa yang diterima mereka saat menjabat sebagai kepala sekolah tidak sebanding dengan tanggungjawab besar yang diembannya.

“Pasti akan segera kami komunikasikan apa yang menjadi arahan Bapak Bupati,” kata Agus dalam keterangannya, Selasa (16/4).

Ia juga manambahkan, jika tambahan insentif yang diterima kepala sekolah tidak sampai Rp200 ribu menjadi alasan pertama mengapa mereka menolak menjadi kepala sekolah.

Baca Juga :  Hari ke-16 Ramadhan, SMSI Sumenep Berbagi Takjil ke Masyarakat dan Abang Becak

“Walaupun hari ini ada 240 orang guru yang sudah dilantik untuk menjadi kepala sekolah, namun masih menyisakan 57 sekolah yang belum terisi atau kosong,” kata Agus mengungkapkan.

Di sisi lain, Disdik Sumenep juga telah mengangkat 8 guru PPPK untuk menjadi kepala sekolah.

“Mereka juga diangkat sebagai guru penggerak, kita berikan amanah untuk bertugas sebagai kepala sekolah,” kata Agus.

Diinformasikan, petikan SK Bupati pengangkatan sebagai kepala sekolah diberikan kepada 240 guru, di antaranya 8 orang guru PPPK.

Kemudian 15 orang guru diangkat sebagai pengawas dan 9 orang guru diangkat sebagai Kepala SMPN.

“Mereka semua tersebar di wilayah daratan dan kepulauan Sumenep, “Pungkasnya.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru