Aktivis ALARM Kembali Datangi Mapolres Sumenep, Usut Kasus Dugaan Ijazah Palsu Oknum Dewan di Pecahkan

Senin, 26 Agustus 2024 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Mapolres Sumenep

Foto. Mapolres Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM) Sumenep melakukan Audiensi ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumenep Perihal Dugaan Adanya Pemalsuan Dokumen Negara di Kangayan.

Audiensi tersebut berlangsung di ruangan KBO Satreskrim Polres Sumenep, Iptu Agus Rusdianto didampingi penyidik serta 4 Orang Aktivis ALARM sejak pukul 13.10 Hingga 14.20 Wib, Senin 26 Agustus 2024.

Mohammad Nor menyampaikan bahwa kedatangannya tersebut untuk memastikan tindaklanjut proses Hukum yang dilakukan Kades Kangayan bersama Oknum Dewan yang dengan sengaja melakukan Pemalsuan dokumen negara.

Pihak yang terlibat agar juga terungkap, bukan hanya Arsan. Karena arsan ini hanyalah penerima, sementara yang memfasilitasi juga harus diproses sesuai proses Hukum yang berlaku, “Kata Aktivis ALARM dalam Pembukaan Audiensinya di Mapolres Sumenep, Senin 26/8/2024.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Sumenep, Iptu Agus Rusdianto menyambut baik kedatangan Aktivis ALARM guna menyampaikan Aspirasi dan gagasan Ide yang ditularkannya tersebut atas Kasus Pemalsuan Ijazah.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Polwan Ke-76, Polwan Polres Sumenep Gelar Police Go To School di SMA Muhammadiyah

“Ini ada penyidik yang bertugas, bisa di sampaikan apa yang perlu di sampaikan dan dipertanyakan mas, Silahkan”, katanya saat menemui Aktivis ALARM di ruang Kerjanya.

Ditempat yang sama, Penyidik Polres Sumenep yang bertugas menyampaikan bahwa Tersangka sudah selesai diperiksa Hari Rabu 21 Agustus 2024 kemarin.

“Sudah kami panggil Mas, 1 (satu) hari sesudah aksi Demonstrasi Aktivis ALARM Minggu lalu”, imbuhnya dihadapan Aktivis ALARM, senin (26/24)

Jadi gini, pertama memang setelah kami baca di media terkait berita yang mengarah kepada anggota dewan itu perlu kita luruskanluruskan.

Artinya, laporan Pemalsuan Ijazah Palsu yang dilaporkan itu terkait ijazah yang diterbitkan PKBM Madilaut, Bukan madrasah yang dibawah naungan Oknum Dewan tersebut.

Namun Terkait yang dilegalisir, legalisir itu memang asli. Namun dokumen yang dilaporkan bukan Ijazah yang Dari MTS Nurul Islam melainkan Ijazah yang dari PKBM Madilaut Mas, “Pungkasnya.

Karena untuk proses Legalisir, waktu saat legalisir MTS itu kan Ijazah Asli mas. Dan Sampai saat ini kami belum bisa memastikan bahwa ijazah tersebut Palsu, sebab belum ada putusan Final dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Kalau Ijazah yang MTS itu diterbitkan kurang lebih pada tahun 2013 sementara Ijazah yang dari PKBM Madilaut dikeluarkan pada Tahun 2019,” Jelasnya.

Baca Juga :  Wow! Dugaan Kasus Ijazah Palsu, Ditengarai Libatkan Oknum DPRD Sumenep

Lebihlanjut, pihaknya menjelaskan kenapa tersangka Belum ditahan? Pertama, pengacara yang ditunjuk adalah Dari Pemkab karena Status Tersangka masih menjabat kepala Desa dan Belum ada keputusan untuk diberhentikan dari Jabatannya.

Sehingga, kepentingan Masyarakat masih tetap Terlayani sebelum ada putusan penahanan kepada tersangka, “Tambahnya.

Pantauan media ini, Audiensi Aktivis ALARM Bersama Satreskrim Polres Sumenep berlangsung Khidmat sambil menunggu Pelimpahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep.

Closing Statemen, Aktivis ALARM Berjanji akan mengusut Tuntas kasus pemalsuan Ijazah Palsu tersebut, hingga Semua Pihak terlibat diproses sesuai Hukum yang berlaku.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru