Abrasi Mengancam, SKK Migas-PHE ONWJ Gandeng Warga Pulihkan Pesisir Pasir Putih

Rabu, 16 September 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) JAM PASIR (Jaga Alam melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) PHE-ONWJ skk Migas

Foto. Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) JAM PASIR (Jaga Alam melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) PHE-ONWJ skk Migas

KARAWANG, nusainsider.com — Upaya memulihkan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat nelayan terus dilakukan melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) JAM PASIR (Jaga Alam melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir).

Program tersebut dijalankan SKK Migas bersama PHE Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Desa Pasir Putih, Kabupaten Karawang.

Program ini hadir sebagai respon terhadap abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir dan berdampak terhadap permukiman serta mata pencaharian nelayan.

Selain persoalan lingkungan, keterbatasan peluang ekonomi masyarakat pesisir juga menjadi perhatian. Karena itu, program JAM PASIR tidak hanya berfokus pada pemulihan kawasan pesisir, tetapi juga mendorong keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat setempat, “Kata Manager Communication, Relations & CID (Community Involvement and Development) Regional Jawa PHE ONWJ, Pinto Budi Bowo Laksono.

Menurutnya, Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat bersama berbagai pihak sejak 2018 adalah penanganan abrasi melalui APPOSTRAPS, dengan memanfaatkan sekitar 19.100 ban bekas untuk membantu memperlambat gelombang sekaligus menangkap sedimentasi. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui penanaman 52.000 bibit mangrove.

Baca Juga :  KSOP Kelas IV Kalianget Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial di Momentum Harhubnas 2026

Kegiatan ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam proses pemulihan ekosistem pesisir.

Dari proses tersebut, sekitar 3,72 hektare daratan baru disebut berhasil terbentuk dan menjadi habitat bagi 28 spesies flora serta 52 spesies fauna, “Imbuhnya.

Budi mengaku bahwa Kawasan yang kembali terbentuk selanjutnya dikembangkan menjadi ekosistem mangrove. Pengembangan tersebut turut menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung. Pada 2024, kawasan itu tercatat dikunjungi sekitar 21.824 pengunjung, dengan pendapatan pengelola mencapai sekitar Rp142 juta per tahun.

Baca Juga :  Silaturahim dan Buka Bersama, Bupati Sumenep Ajak OPD Rangkul KNPI dalam Pembangunan Daerah

Dampak program juga dirasakan langsung masyarakat. Sebanyak 861 orang disebut terlindungi dari risiko abrasi, sementara 36 orang keluar dari pengangguran dan lima alternatif pekerjaan baru terbuka bagi nelayan saat paceklik.

Pemberdayaan masyarakat turut menyasar kelompok perempuan pesisir. Program tersebut membuka peluang ekonomi dengan pendapatan yang disebut mencapai sekitar Rp400 ribu hingga Rp5 juta per bulan.

Baca Juga :  Perjalanan Jadi Amal: Polytron Ubah Setiap Kilometer Motor Listrik Jadi Donasi

Program JAM PASIR menunjukkan bahwa pemulihan pesisir tidak berhenti pada pembangunan fisik atau penanaman mangrove. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar kawasan yang dipulihkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi SKK Migas, PHE ONWJ dan masyarakat, pemulihan kawasan pesisir di Desa Pasir Putih diarahkan untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada wilayah pesisir, “Tutupnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Cacat Substantif Pencalonan Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terungkap Setelah Pelantikan: Perspektif Hukum Tata Negara
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Cacat Substantif Pencalonan Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terungkap Setelah Pelantikan: Perspektif Hukum Tata Negara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru