SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Desa Batang-batang Daya, Kecamatan Batang-batang, Sumenep, terus menunjukkan komitmen memperkuat kapasitas pengelolaan usaha desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Gairah ini terlihat dari rangkaian pendampingan intensif selama lima bulan terakhir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Narotama Surabaya kepada masyarakat dan pemuda desa.
Salah satu fokus pendampingan adalah pengembangan produk unggulan baru desa berupa air minum kemasan dengan brand “Air Minum Baday.” Mahasiswa BEM Narotama memberikan pelatihan terkait teknik pengemasan, penakaran, hingga standar kualitas yang harus dipenuhi sebuah produk air minum komersial.
Saat ini, BUMDes Batang-batang Daya tengah memasuki tahap uji coba mesin penetralisir air bersih. Beriringan dengan itu, para pemuda Karang Taruna juga dibekali kemampuan teknis untuk memastikan produksi Air Minum Baday berjalan sesuai standar industri.
Program ini menjadi landasan penting bagi desa untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas potensi usaha berbasis sumber daya lokal.
Meski masih tahap awal, produksi Air Minum Baday dijadwalkan mulai digenjot pada awal 2026 sebagai unit usaha baru milik BUMDes Batang-batang Daya. Pelibatan pemuda secara aktif menjadi strategi penting dalam membangun sumber daya manusia desa yang mampu mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), yang tengah mendorong penguatan BUMDes dan pembentukan Koperasi Merah Putih di berbagai desa.
Batang-batang Daya bahkan dipandang memiliki peluang besar untuk menjadi desa percontohan berkat progres signifikan yang telah dicapai dalam beberapa bulan terakhir.
Anggota Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Igusty Madani, turut memberikan apresiasi terhadap langkah progresif Pemerintah Desa Batang-batang Daya. Menurutnya, desa tersebut memiliki potensi besar untuk naik kelas dan bersaing hingga tingkat provinsi, bahkan nasional.
“Ini berpeluang menjadi desa pertama yang benar-benar progresif dalam pengelolaan BUMDes, apalagi tahun 2026 juga akan hadir Koperasi Desa Merah Putih. Saya yakin usaha ini mampu bersaing di level provinsi maupun pusat,” ujarnya.
Igusty juga berharap Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, dapat turun langsung meninjau perkembangan usaha desa tersebut.
“Kami berharap Pak Bupati bisa melihat secara langsung progres ini, sehingga seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung agar BUMDes Batang-batang Daya semakin maju,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa membangun unit usaha desa bukanlah proses instan. Namun selama ada kemauan, kolaborasi, dan dukungan dari pemerintah desa, masyarakat, pemuda, hingga Pemkab Sumenep, semua rencana akan berjalan sesuai harapan.
Sementara itu, Kepala Desa Batang-batang Daya, Siti Naisa, membenarkan bahwa usaha desa tersebut masih berada pada tahap awal proses.
“InsyaAllah tahun 2026 kita sudah mulai bergerak, Mas. Bismillah dulu,” ujarnya singkat.
![]()
Penulis : Wafa
















