Akses Terbatas, Orang Tua ABK di Gresik Tempuh 15 Km Cari Sekolah Inklusi

Rabu, 19 November 2025 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I Memakai Krudung Merah saat berkunjung ke SDN 13 Gresik, Rabu 19 November 2025.

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I Memakai Krudung Merah saat berkunjung ke SDN 13 Gresik, Rabu 19 November 2025.

JATIM, nusainsider.com — Komitmen menghadirkan pendidikan inklusif yang layak bagi seluruh anak berkebutuhan khusus kembali ditegaskan Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama.

Dalam kunjungan kerja di SDN 13 Gresik, Ning Lia sapaan akrabnya menyampaikan bahwa inklusivitas pendidikan adalah tujuan bersama, sementara pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan kewajiban negara.

Menurut senator asal Jawa Timur tersebut, persoalan utama pendidikan inklusi di Indonesia terletak pada ketimpangan dukungan anggaran. Pemerintah menerapkan skema pendanaan BOS yang berbeda antara Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi.

Padahal, sekolah inklusi menjalankan dua model layanan sekaligus, yaitu pendidikan reguler dan pendidikan khusus.

Baca Juga :  Maulid Nabi di Bappeda Sumenep: Dorongan Harmoni Sosial dan Integritas ASN

Realitas itu terlihat nyata di SDN 13 Gresik. Di wilayah dengan populasi sekitar 4.000 jiwa, terdapat banyak ABK yang membutuhkan layanan inklusi. Namun keterbatasan anggaran membuat sekolah hanya mampu menerima lima siswa ABK baru setiap tahun.

“Kenapa hanya lima? Karena keterbatasan anggaran. Ini menjadi problem sosial yang nyata,” ujar putri KH Maskur Hasyim, tokoh NU Jawa Timur.

Situasi tersebut membuat banyak orang tua kesulitan mencari sekolah alternatif, sebab jumlah sekolah rujukan inklusi di Gresik masih sangat terbatas.

Ning Lia juga menyoroti masalah penyebaran sekolah inklusi yang masih berbasis wilayah terbatas, bukan berbasis kecamatan. Akibatnya, banyak orang tua harus menempuh jarak hingga 15 kilometer untuk mengantarkan anak mereka ke sekolah rujukan.

“Bayangkan jika orang tua berasal dari keluarga kurang mampu. Atau jika seorang ibu harus membonceng anak berkebutuhan khusus dengan kondisi tubuh besar atau obesitas. Risiko keselamatannya sangat tinggi,” jelas Ning Lia, yang juga keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Peraih predikat Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai di Jatim versi ARCI 2025 itu menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan menjadi hambatan bagi ABK untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Saya berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen, memberikan perhatian khusus bagi penguatan sekolah inklusi,” ujarnya.

Ning Lia mendorong langkah konkret, di antaranya:

  • Penambahan anggaran BOS untuk pendidikan inklusi,
  • Alokasi dana tambahan bagi sekolah inklusi yang menjalankan dua model layanan, serta
  • Pengembangan sekolah inklusi berbasis kecamatan agar akses pendidikan lebih merata.

“Sekolah inklusi harus tumbuh dengan baik. Mereka telah memberikan pelayanan luar biasa bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kini negara perlu hadir lebih kuat untuk memastikan hak pendidikan mereka terpenuhi,” tegasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Puluhan Pengunjung Mr Ball Positif Tes Urine, Dugaan Kader Anggota Partai Politik Ikut Terseret
Sekolah Anggaran Angkatan IV Digelar, FAKTA Foundation Dorong Transparansi APBD Sumenep
Prestasi Membanggakan! Dr. Naghfir Sabet Penghargaan Pembayar BPHTB Terbesar di Sumenep
Sambutan Luar Biasa, Media Expo 2026 Sumenep Berpeluang Diperpanjang
Diduga Terobos Antrean dan Isi Solar Subsidi, Mobil Beridentitas Polsek Lenteng Tuai Sorotan
Pesan Menyentuh Kepala Bappeda Sumenep di Hari Jadi ke-757: Tinggalkan Kebaikan Melalui Karya dan Pengabdian
Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari
Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 12:44 WIB

Puluhan Pengunjung Mr Ball Positif Tes Urine, Dugaan Kader Anggota Partai Politik Ikut Terseret

Minggu, 1 November 2026 - 11:45 WIB

Sekolah Anggaran Angkatan IV Digelar, FAKTA Foundation Dorong Transparansi APBD Sumenep

Minggu, 1 November 2026 - 06:45 WIB

Prestasi Membanggakan! Dr. Naghfir Sabet Penghargaan Pembayar BPHTB Terbesar di Sumenep

Minggu, 1 November 2026 - 05:45 WIB

Sambutan Luar Biasa, Media Expo 2026 Sumenep Berpeluang Diperpanjang

Minggu, 1 November 2026 - 01:01 WIB

Diduga Terobos Antrean dan Isi Solar Subsidi, Mobil Beridentitas Polsek Lenteng Tuai Sorotan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:50 WIB

Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Berita Terbaru