Bahaya! Oknum PNS Di Pulau Sapudi Sumenep Jual Produk Expired

- Pewarta

Jumat, 1 Desember 2023 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Pengunjung toko swalayan di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, dibuat kaget dengan adanya barang dan makanan yang sudah kadaluarsa.

Mirisnya, tak hanya sedikit barang – barang yang masih dipajang di Rak toko dan diperjual belikan kepada konsumen meski barangnya sudah melewati batas waktu kegunaan.

Sebut saja Toko Sakinah, salah satu swalayan terbesar yang berada di area pinggir jalan raya Pancor, Kecamatan Gayam.

Pemiliknya pun bukan orang sembarangan, ia adalah oknum PNS di Kecamatan Gayam yang sejak awal memiliki kedekatan dengan orang – orang pemerintahan Kabupaten Sumenep. Dia adalah inisial EN.

Dugaan penjualan barang kadaluarsa di toko milik pria berinisial EN itu sempat heboh karena direkam video oleh salah satu konsumen yang hendak belanja.

Sumber terpercaya media ini menyampaikan bahwa dirinya menemukan barang kadaluarsa saat hendak membeli kopi dalam kemasan besar di toko Sakinah. Ia bersama dengan istrinya.

Baca Juga :  Wow! Kesaktian Pekerjaan Perbaikan Jalan Tamidung-Gapura Tengah Mirip Candi Prambanan

Namun, pada saat dilihat masa kadaluarsanya, dibelakang kemasan tertera sudah lewat tahun 2022. Kendati begitu, membuat ia kembali mengecek masa kadaluarsa barang lainnya.

“Ternyata bukan kopi saja, ada juga susu anak yang memasuki kadaluarsa walaupun hanya beberapa bulan,” ujarnya, Selasa, 28 November 2023.

Dia menilai, tidak menutup kemungkinan juga banyak barang lain yang tidak di cek satu persatu, sehingga tetap dipajang di keranjang penjualan.

“Apa tidak disortir satu persatu ya, padahal ini kan sangat membahayakan kalau barang kadaluarsa tetap dijual,” imbuhnya.

Anehnya, tidak ada yang berani bertindak dari pihak terkait untuk memberikan peringatan dan tindakan karena tetap memasarkan barang yang sudah tidak layak dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga :  Karena Tidak ada Kejelasan dan Keadilan, Aktivis Pemuda Timur Daya Gelar Tahlil Kemanusiaan

Dikonfirmasi terpisah, EN menepis jika di tokonya menjual barang kadaluarsa. Menurut dia, barang yang sudah tidak layak dijual dibuang di belakang rumahnya.

“Gak ada Pak, barang yang kadaluarsa yang saya ketahui langsung ditarik dan dibuang di belakang rumah,” ujarnya.

Disinggung terkait dengan hebohnya rekaman video di tokonya terkait dengan barang kadaluarsa, EN tetap mengelak. Bahkan, ia mengaku mengkonsumsi sendiri barang kadaluarsa itu.

“Seperti kecap, itu saya makan sendiri kalau emang kadaluarsa, tidak apa-apa ini,” cetusnya mengabaikan UU perlindungan konsumen.

Bila merujuk pada UU Nomor 8 Tahun 1999 Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 dan 9 tentang Perlindungan Konsumen dan UU Nomor 18 Tahun 2012 Sub Pasal 143 Jo Pasal 99 Tentang pangan.

Disebutkan bahwa barang siapa yang menjual atau memperdagangkan makanan kadaluarsa, maka diancam dipidana dengan penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar.

Loading

Berita Terkait

PPK Kecamatan Rubaru Loloskan Anggota PPS terdaftar Partai Politik
SDN Pancor II Gelar Kegiatan Bazar di malam Pertama Perpisahan, Badri Ghazali: Implementasi P5 dari Kurikulum Merdeka
Bappeda Sumenep Mulai Sinkronisasi RKPD dengan KEM-PPKF 2025, Ini Tujuannya
Pasca dilantik, FPR Sumenep Warning Kades Raas Agar Tidak Main-Main Dalam Mengelola Dana Desa
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445H, Bupati Sumenep Keluarkan Surat Edaran Begini
Ambruknya Mega Proyek PATM, Warga Pasongsongan Dukung Aktivis Desak Polda Jatim
Viral Vidio Aksi Mahasiswa Bubarkan Kegiatan Bimtek Se Kab. Palas, Diduga Dana 12 M Diselewengkan
Aktivis ALARM akan Laporkan Para Pemain Mega Proyek PATM Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 18:59 WIB

PPK Kecamatan Rubaru Loloskan Anggota PPS terdaftar Partai Politik

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:37 WIB

SDN Pancor II Gelar Kegiatan Bazar di malam Pertama Perpisahan, Badri Ghazali: Implementasi P5 dari Kurikulum Merdeka

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:42 WIB

Bappeda Sumenep Mulai Sinkronisasi RKPD dengan KEM-PPKF 2025, Ini Tujuannya

Selasa, 11 Juni 2024 - 17:38 WIB

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445H, Bupati Sumenep Keluarkan Surat Edaran Begini

Selasa, 11 Juni 2024 - 14:34 WIB

Ambruknya Mega Proyek PATM, Warga Pasongsongan Dukung Aktivis Desak Polda Jatim

Minggu, 9 Juni 2024 - 15:34 WIB

Viral Vidio Aksi Mahasiswa Bubarkan Kegiatan Bimtek Se Kab. Palas, Diduga Dana 12 M Diselewengkan

Sabtu, 8 Juni 2024 - 14:45 WIB

Aktivis ALARM akan Laporkan Para Pemain Mega Proyek PATM Sumenep

Jumat, 7 Juni 2024 - 14:37 WIB

BKPSDM Bersama Universitas Veteran Gelar Sosialisasi Kegiatan RPL Program S2

Berita Terbaru