Banjir Dikabupaten Sumenep Menimpa Petani, DKPP Sarankan AUTP Dimanfaatkan

Senin, 2 Januari 2023 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Sumenep Bersama dengan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan juga Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Sumenep Tinjau langsung Kondisi Petani Terdampak Banjir Di Dua Desa, Senin 2/1/2023.

Viralnya Pemberitaan Bencana Banjir diberbagai media sosial dan media online yang terjadi di Kabupaten Sumenep beberapa waktu lalu dengan turut berimbas pada keberlangsungan tanaman padi milik petani yang lahan sawahnya juga terendam.

Bappeda Sumenep

Sebagai bentuk kepedulian kepada petani yang mengalami kerugian pada musibah kali ini, Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep ikut hadir mengunjungi desa-desa yang terdampak musibah banjir tersebut.

“Saya datang langsung ke lokasi untuk mengetahui dan memastikan ada berapa petani yang terdampak banjir di dua desa ini yakni Desa Sendir Kecamatan Lenteng dan Desa Patean kecamatan Batuan,” Ungkapnya Kepala DKPP Sumenep kepada media ini saat berada dilokasi Banjir, Senin 2 Januari 2022.

Dalam rangka memastikan adanya korban bencana banjir yang menimpa para petani diKabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan luas lahan yang terdampak bencana alam banjir di Kabupaten Sumenep sekitar 491 hektar, dengan jumlah luas tanam sebesar 1.385 ha yang tersebar di tujuh Kecamatan, yakni Batang-Batang, Dungkek, Saronggi, Batuan, Kota Sumenep, Lenteng dan Kecamatan Kalianget pada 20 Desa di wilayah Kecamatan tersebut.

Baca Juga :  Diskoperindag Sumenep Jadwalkan Pasar Takjil Ramadhan, Berikut Lokasinya

Pantauan tersebut berlangsung selama 3 hari kerja dengan dibantu langsung Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan juga Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Sumenep.

Arif Firmanto menegaskan bahwa Upaya dinas turun langsung kelapangan untuk memastikan lahan milik petani yang tergenang air sekaligus untuk melakukan pengukuran luas lahan dengan aplikasi measure dan memastikan jumlah luasan ha yg terdampak banjir dan yang puso.

“Makanya, saya datang langsung ke lokasi untuk memastikan itu,”, Katanya.

Selain itu kata Arif Akrabnya, untuk mengatasi kerugian yang dialami petani akibat lahannya terdampak banjir, maka pemerintah daerah kabupaten Sumenep melalui DKPP akan mengupayakan perlindungan petani dalam bentuk asuransi.

“Maka kita ajukan asuransi kepada para petani yang tergabung dalam kelompok Tani melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan premi sebesar 180 ribu per-ha, namun petani cukup hanya dengan membayar 36 ribu per-ha sekaligus per-musim tanam, sedangkan sisanya sebesar 144 ribu dibantu oleh pemerintah,” sambungnya.

Kadis Nomor Satu dilingkungan Pemkab Sumenep ini juga menambahkan bahwa berdasarkan ketentuan dalam polis klaim akan diperoleh jika intensitas kerusakan mencapai 75% atau lebih besar, berdasarkan luas petak alami tanaman padi dengan pertanggungan atau ganti rugi sebesar 6 juta rupiah per-ha serta per-musim tanam.

Ketentuan tersebut kata Arif, telah diatur dalam Undang-Undang nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani yang ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Pertanian tentang Fasilitasi Asuransi Pertanian No 40 Tahun 2015,” jelas kepala DKPP Sumenep.

Selain itu kata Arif, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kabupaten Sumenep ini menjelaskan bahwa untuk asuransi Pertanian tersebut dilakukan sebagai ruang pengalihan risiko yang dapat memberikan ganti rugi agar keberlangsungan usaha tani dapat terjamin.

Baca Juga :  Audiensi Aliansi Kopri Sumenep Tak Diindahkan, Ketua DPRD Sumenep dalam Masalah Besar

“Adapun resiko yang dijamin dalam AUTP meliputi banjir, kekeringan serta serangan hama dan penyakit tanaman,” Tutupnya.

Loading

Berita Terkait

Ikuti Arahan Presiden, Polres Sumenep Perkuat Budaya Kerja Bersih dan Sehat
Akses Vital Terabaikan, Warga Dusun Kaladi Gotong Royong Perbaiki Jalan
Diduga Dipicu Cemburu, Pembunuhan Sadis di Lenteng Berhasil Diungkap Polisi
Puting Beliung Terjang Pragaan, Pemkab Sumenep Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Wujudkan Kamseltibcarlantas, Polres Sumenep Gelar Operasi 14 Hari
Bupati Cup 2026 Bergulir, sonGENnep Futsal Series Jadi Ajang Seleksi Atlet Madura
Asesmen UMKM Giligenting Jadi Fondasi Program Pemberdayaan SKK Migas – Medco Energi
JSI dan Donatur Bersatu, Musola Al-Ikhlas Tinggal Tahap Akhir
banner 325x300

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:59 WIB

Ikuti Arahan Presiden, Polres Sumenep Perkuat Budaya Kerja Bersih dan Sehat

Senin, 2 Februari 2026 - 21:49 WIB

Akses Vital Terabaikan, Warga Dusun Kaladi Gotong Royong Perbaiki Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 15:43 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pembunuhan Sadis di Lenteng Berhasil Diungkap Polisi

Senin, 2 Februari 2026 - 10:36 WIB

Puting Beliung Terjang Pragaan, Pemkab Sumenep Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Senin, 2 Februari 2026 - 07:38 WIB

Wujudkan Kamseltibcarlantas, Polres Sumenep Gelar Operasi 14 Hari

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:34 WIB

Asesmen UMKM Giligenting Jadi Fondasi Program Pemberdayaan SKK Migas – Medco Energi

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:26 WIB

JSI dan Donatur Bersatu, Musola Al-Ikhlas Tinggal Tahap Akhir

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:43 WIB

Atlet Pembawa Martabat Bangsa, Lia Istifhama Tekankan Jaminan Pascakarier

Berita Terbaru