Atlet Pembawa Martabat Bangsa, Lia Istifhama Tekankan Jaminan Pascakarier

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos., S.Sos.i., M.E.I bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta.

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos., S.Sos.i., M.E.I bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta.

JAKARTA, nusainsider.com — Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menyiapkan kebijakan berkelanjutan bagi atlet nasional, mulai dari beasiswa pendidikan hingga jaminan hari tua setelah masa aktif bertanding berakhir.

Apresiasi tersebut disampaikan Lia dalam kunjungan kerja dan dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Lia menekankan pentingnya kehadiran negara untuk menjamin masa depan atlet pascakarier olahraga.

“Usia atlet itu terbatas. Rata-rata hanya sampai 34 tahun. Setelah itu mereka meninggalkan dunia keatletan. Lalu apakah negara akan meninggalkan mereka begitu saja?” ujar Lia.

Menurutnya, atlet memiliki peran strategis sebagai duta bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.

Baca Juga :  Antisipasi Kerawanan May Day, Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli

Oleh karena itu, negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan para atlet tidak kehilangan arah dan kesejahteraan setelah masa emas prestasi berakhir.

“Siapa yang menyebarkan Merah Putih di luar negeri kalau bukan kepala negara dan para atlet? Atlet membawa martabat bangsa. Maka wajar jika negara hadir, tidak hanya saat mereka berprestasi, tetapi juga setelah karier mereka berakhir,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, Kemenpora memaparkan sejumlah langkah penguatan ekosistem atlet, di antaranya rencana penyediaan beasiswa pendidikan, pelatihan lanjutan, serta upaya mendorong jaminan hari tua dan skema pensiun atlet.

Baca Juga :  Bangun Generasi Sadar Hukum, Program Kejati Jatim Tuai Apresiasi DPD RI

Program tersebut saat ini tengah dikomunikasikan lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Keuangan.

Ning Lia menilai arah kebijakan tersebut sebagai terobosan penting untuk menjawab kekhawatiran banyak atlet yang selama ini menghadapi ketidakpastian ekonomi setelah pensiun dari dunia olahraga.

Ia berharap program tersebut dapat diformalkan dalam kebijakan yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada figur atau rezim tertentu.

“Atlet tidak boleh ditinggalkan setelah mereka selesai berprestasi. Negara harus memastikan adanya transisi yang manusiawi, terencana, dan bermartabat,” tandasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan menjelaskan bahwa perhatian terhadap atlet dan pemuda merupakan bagian dari strategi besar pembangunan karakter dan sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga :  Dugaan Kamar Gratis untuk Konstituen Bikin Geger, LBH Desak Kesetaraan Pelayanan

Kemenpora, kata dia, terus berupaya mengintegrasikan pembinaan prestasi dengan penguatan pendidikan, keterampilan, serta jaminan kesejahteraan jangka panjang.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara DPD RI dan Kemenpora dalam merumuskan kebijakan kepemudaan dan olahraga yang inklusif, berkeadilan, serta berorientasi masa depan.

Lia sapaan akrabnya berharap hasil dialog ini dapat menjadi landasan penguatan kebijakan nasional, sehingga atlet Indonesia tidak hanya berjaya di arena pertandingan, tetapi juga sejahtera setelah mengakhiri kariernya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru