Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sajian MBG SPPG Yayasan sosial rumah sejahtera Kecamatan Ganding Sumenep, Sabtu 18 April 2026.

Foto. Sajian MBG SPPG Yayasan sosial rumah sejahtera Kecamatan Ganding Sumenep, Sabtu 18 April 2026.

SUMENEP, nusainsider.com — Baru empat hari setelah upaya klarifikasi dilakukan terhadap lembaga dan yayasan di Kecamatan Ganding, dugaan penyajian makanan tak layak kembali mencuat.

SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU Ganding yang berlokasi di Dusun Jatean, Desa Ganding, Kabupaten Sumenep, kembali dilaporkan menyajikan makanan berulat kepada siswa, Sabtu (18/4/2026).

Informasi tersebut mencuat setelah beredarnya video berdurasi 17 detik yang diterima redaksi nusainsider.com.

Dalam rekaman itu, tampak sejumlah ulat bergerak di dalam wadah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga disajikan kepada siswa.

Baca Juga :  Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Salah satu wali siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk ancaman terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak.

“Tarian ulat dalam MBG itu bukan untuk menghibur siswa, melainkan perlahan bisa membahayakan anak didik dalam menggapai cita-cita mereka,” ujarnya, Sabtu (19/4/2026).

Ia juga menyinggung kejadian sebelumnya, di mana ditemukan ulat dalam puding buah naga. Saat itu, pihak terkait disebut sempat membantah dan menganggapnya sebagai butiran alami dari buah yang telah diolah.

“Sekarang muncul lagi. Apakah ini juga akan disebut butiran khusus? Ini sudah tidak masuk akal,” imbuhnya.

Warga setempat menilai kejadian serupa yang terjadi untuk kedua kalinya ini sudah di luar batas toleransi. Mereka mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap operasional SPPG tersebut.

“Kalau ini dibiarkan, lebih baik program MBG dihentikan di lembaga pendidikan. Anak kami sekolah untuk masa depan, bukan untuk menerima makanan yang membahayakan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih menunggu hak jawab dan klarifikasi resmi dari Kepala SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU Ganding guna menyeimbangkan laporan warga terkait temuan tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru