SUMENEP, nusainsider.com — Baru empat hari setelah upaya klarifikasi dilakukan terhadap lembaga dan yayasan di Kecamatan Ganding, dugaan penyajian makanan tak layak kembali mencuat.
SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU Ganding yang berlokasi di Dusun Jatean, Desa Ganding, Kabupaten Sumenep, kembali dilaporkan menyajikan makanan berulat kepada siswa, Sabtu (18/4/2026).
Informasi tersebut mencuat setelah beredarnya video berdurasi 17 detik yang diterima redaksi nusainsider.com.
Dalam rekaman itu, tampak sejumlah ulat bergerak di dalam wadah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga disajikan kepada siswa.
Salah satu wali siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk ancaman terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak.
“Tarian ulat dalam MBG itu bukan untuk menghibur siswa, melainkan perlahan bisa membahayakan anak didik dalam menggapai cita-cita mereka,” ujarnya, Sabtu (19/4/2026).
Ia juga menyinggung kejadian sebelumnya, di mana ditemukan ulat dalam puding buah naga. Saat itu, pihak terkait disebut sempat membantah dan menganggapnya sebagai butiran alami dari buah yang telah diolah.
“Sekarang muncul lagi. Apakah ini juga akan disebut butiran khusus? Ini sudah tidak masuk akal,” imbuhnya.
Warga setempat menilai kejadian serupa yang terjadi untuk kedua kalinya ini sudah di luar batas toleransi. Mereka mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap operasional SPPG tersebut.
“Kalau ini dibiarkan, lebih baik program MBG dihentikan di lembaga pendidikan. Anak kami sekolah untuk masa depan, bukan untuk menerima makanan yang membahayakan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih menunggu hak jawab dan klarifikasi resmi dari Kepala SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU Ganding guna menyeimbangkan laporan warga terkait temuan tersebut.
![]()
Penulis : Wafa
















