SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengunjungi Stand Bank BPRS Bhakti Sumekar dalam gelaran Pameran Pembangunan yang menjadi bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #3, Senin malam (1/09/2025).
Dalam pameran tersebut, BPRS Bhakti Sumekar menghadirkan beragam layanan finansial berbasis syariah, mulai dari pembiayaan kepemilikan rumah, gadai emas (rahn), pembiayaan konsumtif, serbaguna, kepemilikan kendaraan, elektronik, kemilau emas, multijasa, hingga pembiayaan ibadah haji dan umroh.
Bupati Achmad Fauzi memberikan apresiasi tinggi atas inovasi layanan yang ditampilkan.
Menurutnya, kehadiran BPRS Bhakti Sumekar dalam festival pembangunan ini menunjukkan langkah konkret dalam menghadirkan solusi keuangan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Stand pembangunan di Madura Culture Festival ini menunjukkan kerja nyata karena setiap instansi menampilkan inovasi dan program unggulannya yang langsung berdampak bagi masyarakat. BPRS Bhakti Sumekar hadir dengan berbagai solusi finansial yang sangat bermanfaat bagi rakyat,” ujar Bupati Fauzi.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya identik dengan pembangunan fisik, tetapi juga tentang membuka akses ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, inovasi finansial syariah merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kemandirian ekonomi daerah.
Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar menjelaskan, keikutsertaan pihaknya dalam MCF 2025 bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan syariah yang aman, transparan, dan mudah dijangkau.
“Kami ingin masyarakat Sumenep dapat memanfaatkan layanan kami untuk meningkatkan kualitas hidup, mulai dari kepemilikan rumah, kendaraan, hingga ibadah,” jelasnya.
Gelaran MCF tahun ini menampilkan sekitar 200 stand yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, BUMN, BUMD, serta peserta dari berbagai daerah seperti Jember, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Sampang, dan Pamekasan.
Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga inovasi desa dan program unggulan instansi.
Kegiatan tahunan ini menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk lebih memahami program pembangunan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Acara ini menegaskan bahwa pembangunan daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan, memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat identitas dan potensi lokal Sumenep,” tegas Bupati Fauzi.
Kehadiran BPRS Bhakti Sumekar di ajang MCF 2025 bukan hanya sekadar memperkenalkan produk finansial, melainkan juga wujud nyata inovasi ekonomi syariah yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Mulai dari pembiayaan rumah, kendaraan, hingga sarana ibadah haji dan umroh, setiap program yang ditawarkan menegaskan komitmen lembaga ini dalam mendukung kesejahteraan rakyat.
Stand BPRS Bhakti Sumekar menjadi simbol bagaimana program pembangunan dapat berjalan seiring dengan kepentingan rakyat.
Kehadirannya tidak hanya mendorong kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas lokal Sumenep sebagai pusat budaya, ekonomi kreatif, sekaligus kota yang inklusif dalam pemberdayaan ekonomi syariah.
Jika inovasi semacam ini terus diperkuat, Sumenep diyakini mampu menjadi contoh daerah yang sukses menggabungkan potensi budaya, ekonomi, dan pembangunan inklusif untuk kepentingan masyarakat luas.
![]()
Penulis : Wafa
















