BPRS Bhakti Sumekar Jadi Simbol Inovasi Ekonomi Syariah di Madura Culture Festival #3

Senin, 1 September 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kunjungan Bupati Sumenep di Stand Bank BPRS Bhakti Sumekar dalam Gelaran Pameran Pembangunan Rangkaian Madura Culture Festival #3

Foto. Kunjungan Bupati Sumenep di Stand Bank BPRS Bhakti Sumekar dalam Gelaran Pameran Pembangunan Rangkaian Madura Culture Festival #3

SUMENEP, nusainsider.com Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengunjungi Stand Bank BPRS Bhakti Sumekar dalam gelaran Pameran Pembangunan yang menjadi bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #3, Senin malam (1/09/2025).

Dalam pameran tersebut, BPRS Bhakti Sumekar menghadirkan beragam layanan finansial berbasis syariah, mulai dari pembiayaan kepemilikan rumah, gadai emas (rahn), pembiayaan konsumtif, serbaguna, kepemilikan kendaraan, elektronik, kemilau emas, multijasa, hingga pembiayaan ibadah haji dan umroh.

Bupati Achmad Fauzi memberikan apresiasi tinggi atas inovasi layanan yang ditampilkan.

Menurutnya, kehadiran BPRS Bhakti Sumekar dalam festival pembangunan ini menunjukkan langkah konkret dalam menghadirkan solusi keuangan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Stand pembangunan di Madura Culture Festival ini menunjukkan kerja nyata karena setiap instansi menampilkan inovasi dan program unggulannya yang langsung berdampak bagi masyarakat. BPRS Bhakti Sumekar hadir dengan berbagai solusi finansial yang sangat bermanfaat bagi rakyat,” ujar Bupati Fauzi.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya identik dengan pembangunan fisik, tetapi juga tentang membuka akses ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Anda Cari Bawang Merah Berkualitas dan Harga Terjangkau? Yuk Intip Lokasinya

Menurutnya, inovasi finansial syariah merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kemandirian ekonomi daerah.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar menjelaskan, keikutsertaan pihaknya dalam MCF 2025 bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan syariah yang aman, transparan, dan mudah dijangkau.

“Kami ingin masyarakat Sumenep dapat memanfaatkan layanan kami untuk meningkatkan kualitas hidup, mulai dari kepemilikan rumah, kendaraan, hingga ibadah,” jelasnya.

Gelaran MCF tahun ini menampilkan sekitar 200 stand yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, BUMN, BUMD, serta peserta dari berbagai daerah seperti Jember, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Sampang, dan Pamekasan.

Baca Juga :  Sumenep Siap Jadi Pilar Pangan Nasional, DKPP dan SMSI Jatim Sepakat Bersinergi

Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga inovasi desa dan program unggulan instansi.

Kegiatan tahunan ini menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk lebih memahami program pembangunan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Acara ini menegaskan bahwa pembangunan daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan, memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat identitas dan potensi lokal Sumenep,” tegas Bupati Fauzi.

Kehadiran BPRS Bhakti Sumekar di ajang MCF 2025 bukan hanya sekadar memperkenalkan produk finansial, melainkan juga wujud nyata inovasi ekonomi syariah yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Pertengkaran Berujung Maut, Warga Bringsang Tewas Diduga Dianiaya Anak

Mulai dari pembiayaan rumah, kendaraan, hingga sarana ibadah haji dan umroh, setiap program yang ditawarkan menegaskan komitmen lembaga ini dalam mendukung kesejahteraan rakyat.

Stand BPRS Bhakti Sumekar menjadi simbol bagaimana program pembangunan dapat berjalan seiring dengan kepentingan rakyat.

Kehadirannya tidak hanya mendorong kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas lokal Sumenep sebagai pusat budaya, ekonomi kreatif, sekaligus kota yang inklusif dalam pemberdayaan ekonomi syariah.

Jika inovasi semacam ini terus diperkuat, Sumenep diyakini mampu menjadi contoh daerah yang sukses menggabungkan potensi budaya, ekonomi, dan pembangunan inklusif untuk kepentingan masyarakat luas.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep Fokus Tingkatkan Kompetensi Petugas Lapangan
RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Gelar Gebyar 3M, Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pasien
Dari Warisan Budaya Menjadi Produk Kreatif, Reog Ponorogo Bersinar di Edu Kampus School Expo 2026
Konfirmasi Tak Digubris, Sikap Kepala KSOP Kalianget Dinilai Hambat Kerja Jurnalistik
Batik dan Wayang Curi Perhatian Pengunjung Edu Kampus School 2026 di Surabaya
Polwan Sumenep Turun ke Jalan, Pastikan Jamaah Sholat Jumat Aman dan Nyaman
Sidang Terbuka Penerimaan Polri 2026 Digelar, 10 Peserta Sumenep Lanjut ke Rikkes Tahap II
Klaim 75 Persen Tak Cukup, ALARM Minta DPR RI Pastikan Mutu PELRA Kalianget

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:20 WIB

Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep Fokus Tingkatkan Kompetensi Petugas Lapangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:54 WIB

RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Gelar Gebyar 3M, Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pasien

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:55 WIB

Dari Warisan Budaya Menjadi Produk Kreatif, Reog Ponorogo Bersinar di Edu Kampus School Expo 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:09 WIB

Konfirmasi Tak Digubris, Sikap Kepala KSOP Kalianget Dinilai Hambat Kerja Jurnalistik

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:58 WIB

Batik dan Wayang Curi Perhatian Pengunjung Edu Kampus School 2026 di Surabaya

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:49 WIB

Sidang Terbuka Penerimaan Polri 2026 Digelar, 10 Peserta Sumenep Lanjut ke Rikkes Tahap II

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:43 WIB

Klaim 75 Persen Tak Cukup, ALARM Minta DPR RI Pastikan Mutu PELRA Kalianget

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:16 WIB

Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura

Berita Terbaru