Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Hairul Anam, Jurnalis Senior Asal Kota Keris Sumenep

Foto. Hairul Anam, Jurnalis Senior Asal Kota Keris Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Hairul Anam merupakan salah satu figur yang menapaki perjalanan panjang dari dunia pesantren menuju kiprah di bidang jurnalistik, akademik, literasi, hingga industri media.

Lahir di Pamekasan, 4 Mei 1989, Anam tumbuh dalam lingkungan pendidikan Islam yang kemudian menjadi fondasi bagi perjalanan intelektual dan profesionalnya.

Pendidikan dasar hingga menengah atas ditempuhnya di Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Miftahul Ulum (Yaspimu), Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Anam melanjutkan perjalanan akademiknya dengan kuliah sekaligus nyantri di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, pada 2007 hingga 2012.

Pesantren Jadi Fondasi Intelektual

Masa-masa belajar dan nyantri di Annuqayah menjadi fase penting dalam pembentukan karakter intelektual Anam. Di lingkungan pesantren tersebut, minatnya terhadap dunia kepenulisan semakin berkembang, baik dalam bidang fiksi maupun karya ilmiah.

Produktivitas tersebut kemudian membuahkan prestasi. Anam pernah meraih juara dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Dalam kompetisi tersebut, ia bersaing dengan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair).

Selain aktif dalam riset dan pers kampus, Anam juga mulai membangun pengalaman profesional di dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi kontributor Harian Surya, mengelola Majalah Fajar, serta turut menginisiasi pendirian Majalah Hijrah.

Baca Juga :  Belajar Kelola Limbah, Puluhan Mahasiswi UNIB Situbondo Kunjungi Fasilitas KEI di Pagerungan Besar

Menapaki Dunia Jurnalistik

Setelah menyelesaikan masa studinya di Annuqayah, Anam bergabung dengan Harian Pagi Kabar Madura pada 10 Juni 2012.

Di tengah kesibukannya sebagai jurnalis, ia tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana di UIN Madura. Meski memiliki latar belakang Pendidikan Agama Islam, Anam memperluas wawasan dengan mendalami berbagai bidang keilmuan, mulai dari filsafat, sejarah, sastra hingga metafisika.

Karier jurnalistiknya kemudian berkembang hingga membawanya pada pengalaman penugasan di luar negeri.

Pada 2013, Anam terpilih mewakili wartawan se-Indonesia untuk meliput proyek perluasan Masjidil Haram di Makkah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan profesionalnya sebagai jurnalis.

Selama berada di Arab Saudi, khususnya Madinah, ia juga aktif menyajikan liputan mendalam mengenai perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menyatukan Jurnalistik, Akademik, dan Literasi

Kiprah Anam tidak berhenti di dunia jurnalistik. Ia juga aktif mengembangkan diri dalam bidang literasi dan akademik.

Dalam kurun 2013 hingga 2020, Anam menghasilkan empat buku yang mendapat dukungan pembiayaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Juga :  UMKM, Wahana, dan Musik: Warna-warni Hiburan Rakyat Batang-batang Sepanjang Malam

Karya terbarunya terbit pada 2026 dengan judul Di Balik Layar Demokrasi, yang ditulis bersama Miftahur Rozaq.

Di dunia pendidikan, sejumlah pengalaman akademik juga telah dijalaninya.

Pada 2020, Anam terpilih sebagai Dosen Praktisi Kemendikbudristek RI dan mendapat penugasan mengajar di Universitas Madura.

Setahun kemudian, pada 2021, ia dipercaya menjadi pembicara dalam Gerakan Literasi Digital yang dikontrak oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.

Memasuki 2026, Anam bergabung sebagai dosen di FIKOM UNIBA Madura dengan mengampu mata kuliah Creative Writing dan Mass Communication.

Kiprah di Organisasi Pers

Pengalaman panjang di dunia jurnalistik juga membawanya aktif dalam organisasi profesi wartawan.

Pada 2025, Anam terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur.

Dari sisi kompetensi kewartawanan, Anam lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Utama Dewan Pers pada 2025.

Setahun berselang, pada 2026, ia kembali mencatatkan capaian dengan dinyatakan lulus sebagai Asesor UKW Dewan Pers. Dalam kiprah tersebut, Anam disebut sebagai asesor UKW Dewan Pers pertama dan satu-satunya dari Pulau Madura.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Dinilai Tak Peduli Rakyat, Mahasiswa dan Masyarakat Akan Gelar Aksi Lanjutan

Melebarkan Sayap ke Dunia Bisnis dan Media

Di luar aktivitas jurnalistik dan akademik, Anam juga mengembangkan kiprah di sektor kewirausahaan.

Ia tercatat bergerak di sejumlah bidang bisnis, di antaranya kelapa sawit di Kalimantan, industri rokok, serta Tok Patok.

Di industri media, pengalaman dan kepemimpinannya juga semakin berkembang. Saat ini, sejumlah posisi strategis yang diembannya antara lain Direktur Utama Kabar Madura, Direktur Utama K-TV, Komisaris Utama Media Jatim, serta pendiri kabarjatim.co dan kabaranyar.com.

Perjalanan Hairul Anam menunjukkan bagaimana pendidikan pesantren, tradisi literasi, jurnalistik, akademik, dan kepemimpinan media dapat berjalan beriringan.

Dari lingkungan pesantren di Madura, ia membangun perjalanan hingga ke panggung jurnalistik nasional dan penugasan internasional. Berbagai pengalaman tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa konsistensi belajar, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus berkembang dapat membuka jalan menuju berbagai peluang.

Prinsip yang menjadi pegangan Anam pun sederhana namun penuh makna: “Satu-satunya kegagalan di dunia ini adalah kegagalan untuk mencoba.”

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa
RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD
Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi
Dugaan Malpraktik Berujung Maut, Pasien SM Meninggal di Puskesmas Manding
Dari Grahadi, Lia Istifhama Ingatkan Pendidikan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa
Kompak Rayakan Maulid dan HUT RI, Warga Pocang Temor Hiasi Kampung dengan Merah Putih

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:47 WIB

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:41 WIB

RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:00 WIB

Dugaan Malpraktik Berujung Maut, Pasien SM Meninggal di Puskesmas Manding

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:47 WIB

Dari Grahadi, Lia Istifhama Ingatkan Pendidikan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Kompak Rayakan Maulid dan HUT RI, Warga Pocang Temor Hiasi Kampung dengan Merah Putih

Berita Terbaru