SUMENEP, nusainsider.com — Penunjukan Akis Jasuli sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memicu gelombang penolakan dari internal partai.
Penolakan itu diwujudkan dalam bentuk aksi protes puluhan kader dan pengurus partai di depan Kantor DPD Partai NasDem Sumenep, Minggu (8/6/2025).
Aksi yang digelar di Jalan Jokotole Lingkar Barat, Dusun Toros, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, tersebut diikuti oleh kader Garda NasDem (sayap partai) serta sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari berbagai kecamatan.
Para demonstran membawa poster dan spanduk berisi penolakan terhadap Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem yang menetapkan Akis Jasuli sebagai Ketua DPD. Mereka menilai penunjukan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan kader di tingkat daerah.
“Kami, sebagai organ sayap Partai NasDem di Sumenep, bersama seluruh DPC yang hadir, menolak SK tersebut. Proses penunjukan tidak transparan, tidak partisipatif, dan yang bersangkutan tidak kooperatif,” ujar Moh. Hosen, Ketua Garda NasDem Sumenep.
Tak hanya soal proses, para kader juga menilai Akis Jasuli belum memenuhi kriteria untuk memimpin DPD NasDem Sumenep. Ia dianggap belum cukup berpengalaman dan minim komunikasi politik dengan pengurus di daerah.
“Kami khawatir, SK ini justru memicu konflik internal. Ketua DPD seharusnya merupakan figur yang bisa diterima oleh semua kalangan, serta memiliki rekam jejak yang kuat,” tegas Ach. Zaini, Ketua DPC NasDem Kecamatan Saronggi.
Dalam orasinya, massa menuntut DPP mencabut SK penunjukan dan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses penunjukan ketua DPD.
Mereka juga meminta agar dibuka ruang dialog antara DPP dan DPD agar pengambilan keputusan tidak lagi bersifat sepihak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari DPP Partai NasDem terkait tuntutan kader dan pengurus NasDem di Sumenep.
![]()
Penulis : Dre
















