PAMEKASAN, nusainsider.com — Setelah vakum selama kurang lebih delapan tahun, Ikatan Keluarga Santri Annuqayah Pamekasan-Sampang (Iksapansa) kembali menunjukkan eksistensinya melalui kegiatan sosial-keagamaan dan silaturahmi alumni.
Berkolaborasi dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Miftahul Ulum (Yaspimu), Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Iksapansa menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Temu Alumni.
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Yaspimu Kertagena Tengah, Rabu (26/8/2026), tersebut berlangsung meriah. Sekitar 1.200 peserta hadir, terdiri dari alumni, simpatisan, wali santri, serta masyarakat umum dari Kabupaten Pamekasan dan Sampang.
Ketua Iksapansa, Ach. Robet A’la, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali wadah silaturahmi alumni yang sempat terhenti selama delapan tahun.
Menurutnya, kolaborasi dengan OSIS Yaspimu juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan alumni dengan dunia pendidikan sekaligus masyarakat. Dengan begitu, keberadaan alumni diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian yang kami hidupkan kembali setelah delapan tahun vakum. Melalui kolaborasi bersama OSIS Yaspimu dan pelibatan masyarakat luas, kami ingin memastikan para alumni tidak canggung saat terjun dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat,” ujar Robet.
Ia berharap kebangkitan kembali Iksapansa tidak hanya berhenti pada kegiatan temu alumni. Ke depan, wadah tersebut diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, solidaritas, serta kontribusi alumni di tengah masyarakat.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa, KH Ali Fikri, M.Pd., yang hadir memberikan tausiyah, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kiai Ali Fikri menekankan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan dan nilai-nilai kepesantrenan yang telah diperoleh para alumni selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Alumni jangan hanya menjadi bagian dari sejarah pesantren, tetapi harus menjadi bagian dari keberlanjutan perjuangan. Di mana pun berada, nilai-nilai yang diperoleh selama di pesantren harus tetap dijaga dan diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar momentum Temu Alumni dan kolaborasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, pertemuan semacam itu harus menjadi pijakan untuk memperkuat ukhuwah sekaligus melahirkan berbagai bentuk kontribusi sosial.
“Pertemuan ini hendaknya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi awal untuk memperkuat ukhuwah dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pesannya.
Melalui kolaborasi Iksapansa dan OSIS Yaspimu Kertagena Tengah, keberadaan organisasi alumni tersebut diharapkan kembali aktif dalam membangun komunikasi antarlulusan.
Selain menjadi wadah kekeluargaan, Iksapansa juga diharapkan konsisten menghadirkan berbagai agenda sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Pamekasan dan Sampang.
Kebangkitan setelah delapan tahun vakum ini sekaligus menjadi momentum bagi para alumni untuk kembali merajut silaturahmi dan meneruskan nilai-nilai pengabdian yang diperoleh selama berada di lingkungan pesantren.
![]()
Penulis : Wafa
















