Bupati Sumenep Perpanjang Nama, Bupati Sampang Perpanjang Jalan.

Jumat, 11 Agustus 2023 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Perpanjang Nama, Bupati Sampang Perpanjang Jalan.

Oleh : Fauzi As
Lembar : XXVIII

Episode II Pilgub Jatim

Achmad Fauzi, alias Lora Fauzi, alias Cak Fauzi, alias Gus Fauzi, alias Achmad Fauzi Wongsojudo, adalah Bupati Sumenep yang pemberitaannya terus membanjiri media massa. Achmad Fauzi secara resmi memperpanjang atau mengubah namanya menjadi Achmad Fauzi Wongsojudo yaitu berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Sumenep Nomor 23/Pdt.P/2023/PN Smp.

Penetapan Pengadilan itu ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Nomor 188/595/435.013/2023. Tentang Penulisan Nama Bupati Pada Produk Hukum Daerah Dan Tata Naskah Lainnya.

Berita tentang perubahan nama Bupati ini beredar luas pada media massa, saya sebagai masyarakat bertanya, apa urgensi dari perubahan nama bupati yang diviralkan secara berlebihan? sementara banyak hal yang lebih penting untuk diekspos di media.

Baca Juga :  Aktivis GEMPAR Pertanyakan Kampus Megah di Sumenep Berdiri di Atas Aset Daerah

Bupati Sumenep Perpanjang Nama

Dalam tulisan saya sebelumnya ada komentar warganet tentang Bupati Sumenep yang layak menjadi Duta Banner Indonesia, setelah saya pikir hal itu cukup beralasan, sebab becak, bis kota dan mobil angkutan penuh dengan gambar Bupati Sumenep, memang beberapa desain banner itu berisi ajakan untuk mengunjungi Wisata Pulau Oksigen, meski tampak aneh karena dalam banner-sticker yang ditempel pada kaca-kaca angkot itu foto Bupati Sumenep mengambil porsi cukup besar, seolah informasi yang menjadi hak publik malah dikesampingkan. Dalam pikiran saya yang subjektif muncul pertanyaan, ini promosi Wajah Bupati atau Promosi Wisata?.

Salah satu contoh masalah Sumenep yang belum mendapat perhatian maksimal yaitu banyaknya akses jalan utama yang rusak, seperti di desa Matanair kecamatan Rubaru, begitu saya turun dari halaman rumah langsung disuguhi jalan yang hancur lebur, membuat ban mobil yang bundar terasa kotak, padahal di situ adalah titik yang berdekatan dengan rumah Ketua DPRD Sumenep.

Dalam jalur yang sama kira-kira satu kilo meter lagi menuju arah kota terdapat jalan yang miring, jalan yang bersebelahan dengan tambang galian C itu terjadi penurunan tanah yang juga membuat mobil lompat mirip koboy sedang menunggangi kuda hitamnya.

Baca Juga :  Risalah Sidosermo, Dukungan Kiai Jawa Timur Untuk Anis Baswedan

Ya.. Bupati Sumenep bukan tidak bekerja, hanya saja kesan lebay-nya terlalu kentara, seolah hanya mau berbuat saat sedang disiapkan kamera, kelakuannya sudah mirip konten kreator.

Menurut sejumlah media untuk daerah kepulauan “Sejak pelantikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada 26 Pebruari 2021, sudah berhasil membangun poros jalan Kangean sepanjang 28,35 KM dari target 48,35 KM,”.

Sementara di Kabupaten Sampang dibawah kepemimpinan H. Idi (Abah Idi) salah-satunya berhasil membangun jalan lingkar selatan (JLS) untuk memperluas akses ekonomi masyarakatnya.

Namun jalan itu tidak hanya dinikmati oleh masyarakat sampang saja kami pun sebagai warga Sumenep dapat merasakan manfaatnya, selama H. Idi memimpin Kabupaten Sampang sudah membangun infrastruktur dengan total sebagai berikut Betonisasi 96,225 KM, Konstruksi Hotmix 52,15 KM, Konstruksi Jembatan 31 Jembatan.

Baca Juga :  Akhirnya Pengalihan PI Migas Blok WMO Ditandatangani

Bupati Sampang  Perpanjang jalan.

Membandingkan kebijakan Bupati Sampang dan Bupati Sumenep ini cukup menarik, karena menurut data statistik BPS 2022 Kabupaten Sampang ditetapkan sebagai Kabupaten paling miskin di Jawa Timur.

Sementara Kabupaten Sumenep terjadi perbaikan (menurut data statistik) ya di akun tiktok dan Instagram terlihat viral, tetapi hal itu tidak tembus pada batin publik, ibarat musim film rakyat sedang menikmati beberapa film fiktif, bagi saya H. Idi (Bupati Sampang) lebih berhasil membangun daerahnya, maka dalam kontestasi Pilgub Jatim, kami beserta teman-teman mendukung H. Slamet Junaidi lebih tepat mewakili Madura, ia tidak punya beban masa lalu, atau tersandra Peristiwa Besar Skandal Bellezza.

Sumenep, 11 Agustus 2023.

Loading

Berita Terkait

Klaim 75 Persen Tak Cukup, ALARM Minta DPR RI Pastikan Mutu PELRA Kalianget
Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura
Program PPM 2026 Diselaraskan, Medco dan Pemkab Sumenep Pastikan Tepat Sasaran
Agenda Serasi di RSUD Sumenep, Kolaborasi Nasional Wujudkan Layanan Kesehatan Berkualitas
Penumpang Puji KMP DBS III, Akses Kepulauan Sumenep Kian Mudah dan Terjangkau
Digitalisasi hingga Layanan Intensif Diperkuat, RSUD Sumenep Jawab Kebutuhan Kesehatan Masyarakat
Jalan Rusak Lima Tahun, Masyarakat Montorna Minta Anggaran MBG Dialihkan untuk Infrastruktur
Dana Sudah Tersedia, Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Masih Menunggu Perbup

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:43 WIB

Klaim 75 Persen Tak Cukup, ALARM Minta DPR RI Pastikan Mutu PELRA Kalianget

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:16 WIB

Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:34 WIB

Program PPM 2026 Diselaraskan, Medco dan Pemkab Sumenep Pastikan Tepat Sasaran

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:23 WIB

Agenda Serasi di RSUD Sumenep, Kolaborasi Nasional Wujudkan Layanan Kesehatan Berkualitas

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:24 WIB

Penumpang Puji KMP DBS III, Akses Kepulauan Sumenep Kian Mudah dan Terjangkau

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:32 WIB

Jalan Rusak Lima Tahun, Masyarakat Montorna Minta Anggaran MBG Dialihkan untuk Infrastruktur

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:23 WIB

Dana Sudah Tersedia, Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Masih Menunggu Perbup

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama

Berita Terbaru

Foto. Ilustrasi

Lifestyle

Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura

Kamis, 4 Jun 2026 - 16:16 WIB