PAMEKASAN, nusainsider.com — Ada kebanggaan tersendiri ketika seorang putra daerah kembali ke tanah kelahirannya bukan lagi untuk belajar, melainkan untuk memimpin, mengabdi, dan membawa perubahan nyata.
Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Letnan Kolonel Kav. Agus Wibowo Hendratmoko, S.H., M.Han., semenjak resmi memegang tongkat komando sebagai Komandan Kodim 0826/Pamekasan.
Sebagai alumni dari SDN Barurambat Kota 1, SMPN 2, dan SMAN 1 Pamekasan, kembalinya perwira lulusan Akademi Militer 2005 ini bak gayung bersambut bagi masyarakat Bumi Gerbang Salam yang mendambakan kepemimpinan yang tanggap dan berakar kuat pada kearifan lokal.
Lewat pendekatan yang humanis namun taktis, Letkol Agus Wibowo sukses mengukir berbagai prestasi teritorial yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial.
Salah satu torehan emas kepemimpinannya diakui secara luas lewat ajang bergengsi Suara Indonesia Award 2026.
Penghargaan ini diberikan atas komitmen dan dedikasi luar biasa jajaran Kodim 0826/Pamekasan di bawah komandonya yang bergerak masif memelopori dan menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui sinergi erat bersama pemerintah daerah, ia memastikan distribusi makanan bergizi bagi anak-anak sekolah berjalan tepat sasaran demi memotong rantai generasi kurang gizi dan stunting di pelosok desa.
Tidak hanya fokus pada ketahanan gizi generasi muda, komitmennya dalam merangkul keterbukaan informasi publik juga menuai apresiasi tinggi.
Ikatan Jurnalis Muda Pamekasan (JMP) secara khusus menganugerahinya penghargaan sebagai sosok pemimpin yang paling humanis dan profesional.
Di mata insan pers, perwira korps kavaleri yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagum Pusdikkav Pussenkav ini dinilai mampu meruntuhkan sekat birokrasi, menjadikan markas Kodim sebagai ruang diskusi yang inklusif, serta selalu menempatkan media sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan daerah.
Namun, bagi Letkol Agus Wibowo, lembaran piagam penghargaan bukanlah muara akhir dari pengabdian. Prestasi sesungguhnya tertuang langsung di ladang-ladang perjuangan masyarakat bawah.
Menyadari bahwa Pamekasan sering kali didera krisis kekeringan akut saat musim kemarau, ia memimpin langsung jajarannya untuk turun ke wilayah-wilayah rawan air melalui program teritorial terpadu.
Salah satu momen paling berkesan adalah ketika ia memimpin langsung doa bersama warga sebelum memulai pengeboran sumur bor di kawasan kering seperti Desa Jarin dan Dusun Kotalon.
Langkah nyata ini berhasil mengalirkan air bersih ke ratusan rumah tangga, membebaskan warga dari beban finansial membeli air tangki yang selama bertahun-tahun mencekik ekonomi mereka.
Di sektor penguatan ekonomi, ia juga mengambil peran strategis dengan mengawal validasi serta verifikasi pembentukan puluhan unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Melalui wadah koperasi ini, sektor UMKM dan kelompok tani lokal di Pamekasan mendapatkan payung hukum serta akses pembinaan yang lebih terstruktur.
Bagi Letkol Agus Wibowo, kembalinya ia ke Pamekasan adalah sebuah takdir pengabdian tertinggi memastikan bahwa seragam loreng TNI yang dikenakannya tidak sekadar menjadi simbol pertahanan, tetapi nyata menjadi pelindung, pemberi solusi, dan motor penggerak kesejahteraan bagi tanah kelahirannya sendiri.
![]()
Penulis : Wafa
















