Desak Serius Tangani Maraknya Pelecehan Seksual, Srikandi PMII Sumenep Audensi ke Dinsos

Rabu, 18 September 2024 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Usai mendatangi Mapolres Sumenep dan Bupati Sumenep Aliansi aktivis perempuan yang tergabung dari berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan di Kabupaten Sumenep, menggelar audiensi dengan Dinas Sosial pemberdayaan perempuan dan Perlindungan anak (Dinsos P3A) Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Rabu (18/9/2024).

Kedatangan Aliansi Kopri PMII Se-kabupaten Sumenep tersebut dalam rangka Menindaklanjuti kasus kekerasan terhadap anak yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan mendesak DinsosP3A Sumenep untuk memberikan perhatian serius terhadap isu ini.

Pasalnya, Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan bangsa. Namun, kompleksifitas persoalan pendidikan di pemerintahan daerah khsusnya Kabupaten Sumenep masih menjadi tantangan tersendiri yang perlu diatasi.

Salah satu hak dasar warga negara adalah mendapatkan layanan pendidikan yang layak, dalam hal ini menjadi kewajiban pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945, “kata Khuzaimah, Koordinator Aliansi Kopri PMII Se-kabupatem Sumenep dalam Audiensinya di hadapan Kadinsos dan Jajarannya, Rabu (18/09).

Baca Juga :  Payah! Aktivis Gempar Sebut Ketua DPRD Sumenep Eksploitasi Kaum Perempuan di Ambunten

Adapun permasalahan krusial yang mempengaruhi kualitas pendidikan kita hari ini yaitu maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan sekolah, tentu hal ini membuktikan bahwa pendidikan Sumenep hari ini darurat moral.

Jika hal tersebut dibiarkan dan tidak ada tindak lanjut yang tegas maka akan berdampak buruk bagi pendidikan dan sumber daya manusia di Kabupaten Sumenep.

Adanya permasalahan dalam dunia pendidikan khususnya di Kabupaten sumenep ini tidak bisa lepas dari optimlisasi peran Dinas Pendidikan Kabupaten sebagai pemangku kebijakan pendidikan daerah, “Imbuhnya.

Kader PMII Sumenep asal STKIP PGRI Sumenep itu menjelaskan bahwa Berbagai problematika yang ada tentu membutuhkan perhatian serius untuk keberlanjutan pendidikan Kabupaten Sumenep yang lebih baik dan berkualitas.

Maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan Sumenep telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Beberapa bulan terakhir, sejumlah laporan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah insiden pelecehan seksual yang melibatkan siswa, maupun guru di berbagai institusi pendidikan kabupaten Sumenep, “Jelasnya.

Berikut ini adalah beberapa kasus asusila yang terjadi di lingkungan pendidikan Sumenep.

  1. Kasus pencabulan yang dilakukan oleh salah satu guru di SD Kebonangung (yang sampai saat ini Menunggu keputusan
  2. Kasus perselingkuhan oknum guru di desa Rubaru (Masih dilakukan Koordinasi ke P3A. Kemudian dipindah tugaskan ke Disdik, soal masih di sekolahnya itu karena inisiatif sendiri)
  3. Kasus perselingkuhan oknum kepala sekolah di salah satu sekolah di desa pinggir papas sudah di nonaktifkan
  4. Ibu kandung berstatus guru menjual anaknya kepada selingkuhan yang berstatus Kepsek di Kalianget.
  5. Kasus guru SD Pajagalan 1 motif perselingkuhan masih belum diatasi karena belum ada laporan dan bukti.
Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Anev Kamtibmas Bulan Juli-Agustus 2024 di Pantai Lombang

Insiden-insiden tersebut diatas mencakup pelecehan verbal, fisik, hingga kekerasan seksual yang lebih parah dan melibatkan korban dari berbagai usia dan latar belakang, “Tutupnya.

Sementara itu, Mustangin, Kepala Dinsos Sumenep menyambut baik kedatangan Srikandi PMII Sumenep dan menyampaikan bahwa Rumah aman sudah ada.

Pihaknya sudah berusaha untuk menangani kasus pelecehan seksual yang terjadi belakangan ini seserius mungkin dan sesuai dengan prosedur penanganan, “Jelasnya saat menemui Massa Audiensi Srikandi PMII Sumenep diruangannya.

Mengenai korban yang berada di KPI, itu diluar tanggung jawab kami, karena tidak ada konfirmasi ke pihak dinsos Dan kita selalu berkolaborasi dengan pihak Disdik serta Polres setiap ada kejadian begitu,”Tambahnya

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet
Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Wacana Sumenep Kepulauan Menguat, Hosnan: Harus Berdampak pada Kebijakan Pembangunan

Berita Terbaru