Diduga Ada Perlakuan Khusus, Warga Murka atas Praktik BBM Bersubsidi di SPBU Gedungan Barat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Praktik pengisian BBM bersubsidi yang dinilai janggal kembali memicu kemarahan warga di SPBU 54.694.03, Jalan Raya Sumenep–Pamekasan, Desa Gedungan Barat, Kecamatan Batuan.

Warga mengeluhkan sulitnya mengisi Pertalite tanpa barcode, sementara pengisian menggunakan jerigen dalam jumlah besar justru terpantau berlangsung bebas tanpa pengawasan ketat.

Insiden tersebut memuncak ketika terjadi perdebatan antara warga dan petugas SPBU. Di tengah kelangkaan Pertalite bagi masyarakat umum, petugas justru melayani sebuah mobil yang disebut kehabisan BBM di lokasi, sehingga memunculkan dugaan adanya perlakuan khusus terhadap pihak tertentu.

Kondisi itu memantik kekecewaan dan kemarahan warga. Sejumlah warga mengaku memilih meninggalkan SPBU tersebut dan berencana mencari SPBU lain di wilayah Sumenep sebagai bentuk protes terhadap praktik yang dianggap tidak adil.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Ajak Insan Media Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada 2024

Tak hanya itu, pantauan media di lokasi yang sama beberapa waktu lalu juga mendapati aktivitas pengisian BBM bersubsidi jenis Solar menggunakan jerigen yang ditutup rapat dengan terpal. Pemandangan tersebut menimbulkan kecurigaan adanya upaya menutupi praktik pengisian yang tidak sesuai ketentuan.

Ironisnya, nelayan dan masyarakat sekitar justru kesulitan memperoleh BBM bersubsidi dengan harga wajar. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap distribusi BBM bersubsidi di daerah.

Baca Juga :  Dua Pulau di Sumenep Segera Miliki PLTS, Bupati Fauzi Teken Dokumen Hibah

Warga menilai praktik yang terindikasi terorganisir tersebut seolah berjalan tanpa hambatan. Bahkan, kedekatan petugas SPBU dengan para pengguna jerigen semakin menguatkan dugaan adanya perlakuan istimewa serta pelanggaran aturan distribusi BBM bersubsidi.

Di sisi lain, minimnya kehadiran aparat penegak hukum di lapangan turut disorot. Kondisi ini dinilai berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap komitmen penegakan hukum di Sumenep.

Ali, salah seorang warga setempat, menegaskan bahwa jika situasi ini terus dibiarkan, aparat pusat perlu turun tangan. Menurutnya, langkah tegas diperlukan agar praktik mafia BBM bersubsidi tidak semakin merajalela dan merugikan masyarakat kecil.

Baca Juga :  Mahasiswa BEM Sumenep Dalami Industri Migas di Migas Corner ITS Bersama SKK Migas Jabanusa

Sementara itu, Satgas Gakkum Tipidter Bareskrim Polri, Kompol Wediard Fernandes, S.H., S.I.K., M., yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.

Media ini bersama tim menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melaporkannya secara resmi ke Mabes Polri.

Laporan tersebut akan disertai bukti dokumentasi serta data pihak-pihak yang diduga terlibat, agar dugaan praktik pengisian BBM bersubsidi secara tidak wajar di Sumenep mendapat perhatian serius dari aparat pusat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB