Dokter Spesialis Sudah Tiba, Gangguan Listrik Jadi Tantangan Pelayanan Kesehatan di Sapudi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Harapan besar masyarakat Pulau Sapudi untuk mendapatkan layanan kesehatan dari dokter spesialis akhirnya terwujud. Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) Pemerintah Provinsi Jawa Timur tiba di wilayah kepulauan tersebut pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kedatangan rombongan tenaga kesehatan membawa angin segar bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pelayanan medis. Berbagai dokter spesialis dan peralatan kesehatan modern disiapkan untuk memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat.

Program yang berlangsung hingga 17 Juni 2026 itu dijadwalkan melayani warga di dua kecamatan, yakni Gayam dan Nonggunong. Sejak hari pertama, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi.

Di Puskesmas Gayam, puluhan pasien yang telah terdaftar untuk layanan kesehatan mata, Telinga Hidung Tenggorokan (THT), serta kebidanan dan kandungan (Obgyn) mulai berdatangan sejak pukul 13.00 WIB.
Sebagian warga rela menunggu berjam-jam demi memperoleh kesempatan menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis yang jarang hadir di wilayah kepulauan.

Di antara para pasien itu terdapat Salam yang datang mendampingi anggota keluarganya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Ia mengaku sangat berharap program tersebut dapat membantu kesembuhan keluarganya.

Namun harapan yang begitu besar mendadak diuji ketika gangguan kelistrikan terjadi di tengah berlangsungnya pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  DPRD Kritik Layanan Kesehatan Gratis, Alfian: Pasien Miskin Bisa Kehilangan Nyawa

Lampu ruangan tiba-tiba padam. Beberapa saat kemudian menyala kembali, lalu kembali mati. Kondisi itu membuat sejumlah alat kesehatan modern tidak dapat berfungsi secara optimal.

Akibatnya, aktivitas pemeriksaan pasien sempat terhenti. Petugas medis, panitia, dan masyarakat yang telah lama menunggu hanya bisa menanti kepastian mengenai penyebab gangguan tersebut.

“Kami sudah lama menunggu kesempatan seperti ini. Tidak mudah bagi warga pulau untuk bertemu dokter spesialis. Saat listrik padam, kami khawatir pelayanan batal dilakukan,” ujar Salam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasokan listrik yang tersedia tidak mampu menanggung beban sejumlah peralatan medis modern yang digunakan dalam program tersebut.

Menyikapi kondisi itu, berbagai langkah cepat dilakukan. Teknisi PLN di Pulau Sapudi segera dihubungi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan di lokasi.

Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak Provinsi Jawa Timur juga berkoordinasi dengan Manajer PLN ULP Kangean, Hairul Ismail, guna mencari solusi agar pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan normal.

Di tengah situasi tersebut, petugas kesehatan berupaya menenangkan para pasien yang telah lama mengantre. Sementara teknisi PLN melakukan pengecekan terhadap sumber gangguan kelistrikan.

Baca Juga :  RPJMD–Renstra Makin Terukur, SAKIP Sumenep Diapresiasi KemenPAN RB

Sebagai langkah darurat, genset milik Puskesmas Gayam dihidupkan untuk menopang kebutuhan listrik sementara.
Namun penggunaan genset tersebut juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Kepala Puskesmas Gayam, Encung Haryono, mengaku cemas apabila mesin genset mengalami kerusakan akibat beban yang terlalu berat.

“Soalnya harus mendatangkan teknisi dari Surabaya kalau genset puskesmas rusak,” katanya.

Persoalan ternyata tidak hanya terjadi di Kecamatan Gayam. Gangguan serupa juga terjadi di Kecamatan Nonggunong.
Situasi di wilayah tersebut bahkan lebih menegangkan karena gangguan listrik terjadi saat seorang pasien sedang menjalani tindakan operasi bedah.

Ketika lampu mendadak padam, tenaga kesehatan harus bekerja ekstra untuk memastikan keselamatan pasien tetap terjaga. Di sisi lain, genset yang tersedia juga mengalami keterbatasan karena adanya kendala pada MCB instalasi listrik.

Momen tersebut menjadi pengalaman yang menegangkan bagi tenaga medis maupun masyarakat yang berada di lokasi pelayanan.

Kabar mengenai gangguan listrik yang terjadi saat layanan kesehatan berlangsung dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah di Pulau Sapudi.

Sejumlah warga mengaku khawatir pelayanan medis tidak dapat dilanjutkan. Terlebih, akses menuju fasilitas kesehatan yang lebih lengkap di luar pulau membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

“Kalau orang di kota mungkin bisa segera pindah ke rumah sakit lain. Tapi kami di pulau tidak punya banyak pilihan. Karena itu kami berharap listrik segera menyala dan pelayanan bisa kembali berjalan,” ujar Andi.

Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Baca Juga :  12 Nyawa Melayang Akibat Campak, Berikut Lima Kecamatan Terbanyak Kasus Campak

Di satu sisi, pemerintah telah menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas melalui dokter spesialis dan peralatan medis modern. Namun di sisi lain, ketersediaan infrastruktur dasar seperti pasokan listrik masih menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pelayanan.

Bagi masyarakat Pulau Sapudi, kedatangan tim Pelayanan Kesehatan Bergerak bukan sekadar program pemeriksaan dan pengobatan gratis.

Program itu merupakan simbol harapan yang datang dari seberang lautan untuk menjawab keterbatasan layanan kesehatan yang selama ini mereka rasakan.

Meski sempat diwarnai gangguan listrik dan kepanikan, semangat para tenaga kesehatan, teknisi, serta masyarakat tetap menyala.
Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, mereka terus berupaya memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Sebab bagi warga kepulauan, setiap kesempatan memperoleh layanan medis merupakan harapan yang tidak boleh padam, meski lampu sempat gelap.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari
Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura
Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari
Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:50 WIB

Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:24 WIB

TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara

Berita Terbaru