12 Nyawa Melayang Akibat Campak, Berikut Lima Kecamatan Terbanyak Kasus Campak

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sumber Dinkes P2KB SUMENEP Versi Radarmadura.id

Foto. Sumber Dinkes P2KB SUMENEP Versi Radarmadura.id

SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) campak setelah jumlah penderita penyakit tersebut terus meningkat sejak awal tahun.

Data Dinkes mencatat, periode Januari–Agustus 2025 terdapat 1.944 kasus campak, dengan 12 di antaranya meninggal dunia. Lima kecamatan menjadi wilayah dengan kasus terbanyak.

“Campak memang menjadi perhatian serius karena angka kasus terus bertambah,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, Jumat (22/8).

Menurutnya, sebagian pasien sudah mendapat perawatan medis, sementara beberapa lainnya harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisi lebih berat.

“Kami terus melakukan pemantauan agar penyebaran bisa ditekan,” jelas Syamsuri.

Sebagai langkah penanganan cepat, Dinkes akan menggelar imunisasi massal atau outbreak response immunization (ORI) mulai 25 Agustus 2025. Program ini menyasar anak usia 9 bulan hingga 59 bulan dan akan berlangsung selama tiga pekan.

“Tujuan vaksinasi massal ini untuk memperkuat daya tahan tubuh anak sekaligus memutus rantai penularan campak di Sumenep,” terangnya.

Berdasarkan pemetaan laporan suspek yang juga dilaporkan ke Kementerian Kesehatan, Dinkes telah menetapkan 26 puskesmas di wilayah daratan dan kepulauan sebagai lokasi pelaksanaan ORI.

“Persiapan teknis sudah selesai, mulai dari pemetaan, micro planning, hingga penyusunan time line kegiatan. Semua diarahkan agar target imunisasi tercapai,” tambah Syamsuri.

Untuk mendukung program ini, Dinkes P2KB Sumenep menyiapkan 9.825 vial vaksin campak. Anak yang tidak sempat divaksin saat pelaksanaan ORI juga tetap menjadi sasaran.

“Petugas kesehatan akan melakukan penyisiran ulang agar seluruh target mendapatkan vaksin,” tandasnya.

Loading

Baca Juga :  DRT Classic, Produk Unggulan Kretek Madura yang Diresapi Dukungan Bupati Fauzi

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru