Duh! Daerah Pulau Sapudi Sumenep Mengalami Kekeringan, Warga Kesulitan Air Bersih

- Pewarta

Selasa, 7 November 2023 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Warga pulau Sapudi saat mengambil Air Bersih di Salahsatu Sumur desa Sabungbung

Foto. Warga pulau Sapudi saat mengambil Air Bersih di Salahsatu Sumur desa Sabungbung

SUMENEP, nusainsider.com —- Sejumlah desa di kepulauan Sapudi mengalami kesulitan Kebutuhan Air bersih untuk digunakan Mandi Dan Minum dikarenakan sejumlah Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan sumur mengalami kekeringan akibat musim kemarau Panjang, Selasa 7 November 2023.

Seperti yang di ungkapkan Salahsatu Warga sabungbung desa Pancor bernama Alma, ia menjelaskan ke awak media bahwa sudah enam bulan mengalami kesulitan Air bersih.

“Untuk mandi sulit Nak, apa lagi minum. Kami bersama warga disini sebenarnya ngampra (red. Menggunakan) Air HIPPAM tapi selama enam bulan ini macet total” Terangnya kepada media nusainsider.com

Alma sapaan akrabnya melanjutkan, selama Air dari HIPPAM Macet, pihaknya bersama keluarganya terpaksa mandi di salahsatu sumur warga. Akan tetapi kondisi sumur juga tidak begitu kuat menampung orang banyak sehingga sering mengalami kekeringan juga.

“Saya bersama keluarga terpaksa mandi di sumur ini Nak. Tapi itupun juga kadang macet juga. Gimana tidak mau macet, yang menggunakan Air itu (Red. Sumur sabungbung) juga ada dari warga dusun lain. Jadi sumur nya gak kuat” Jelasnya saat di temui di salah satu sumur sabungbung Desa Pancor.

Baca Juga :  Buruan! Kangean Energy Indonesia Berikan Kesempatan kepada Mahasiswa Wilayah ini, Berikut Syaratnya

Terakhir dirinya Memberi tahu bahwa Air yang ia ambil dari sumur tempat ia mandi sebenarnya sudah keruh, namun ia terpaksa dan masih nekat ngambil air sumur tersebut karena sudah tidak ada sumur lagi yang ada airnya.

“Jujur saja Nak. Ini air kadang keruh karena dari daerah lain juga ngambil disini dan airnya sudah mau habis. Makanya untuk diminum sepertinya saya agak waswas. Tapi mau gimana lagi. Terpaksa, karena sudah tidak ada sumur lagi yang ada airnya” Ungkap Alma sembari menimba air sumur.

Sisi Lain, hal Serupa juga di ungkapkan oleh warga bansanik desa gayam bernama Winda. Ia mengungkapkan bahwa di daerahnya juga sering mengalami kesulitan air karena HIPPAM di daerahnya sering mengalami kemacetan.

“Disini juga dik. Kadang air dari HIPPAM macet. Gak lancar seperti sebelumnya. Entah ini gara gara kemarau panjang saya juga tidak tahu” Tuturnya.

Terakhir Winda menambahkan, Bahwa sebelumnya tidak pernah mengalami kesulitan air seperti sekarang. Karena sebelumnya air yang ia ambil dari HIPPAM selalu lancar.

Baca Juga :  PC PMII Surabaya; PBB Harus Tegas dalam Menyikapi Konflik Palestina-Israel

“Sebelumnya tidak seperti ini dik. Air selalu lancar dulu. Entah ini masuk kekeringan atau apa saya juga kurang paham. Tapi sepertinya disini tidak sampai macet total kayak desa lain” Pungkasnya.

Diketahui, Sebelumnya BPBD Sumenep mengalokasikan pendistribusian air bersih sekitar 300 tangki berkapasitas enam ribu liter air, dengan asumsi jumlah daerah kekeringan sebanyak 51 desa.

Sumenep terdiri atas 334 desa/kelurahan di 27 kecamatan dengan rincian 18 kecamatan di daratan dan sembilan di kepulauan.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak pewarta masih berupaya konfirmasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep Terkait langkah Pemkab Sumenep mengatasi kekeringan akibat Fenomena El-nino tersebut.

Loading

Berita Terkait

SDN Pancor II Gelar Kegiatan Bazar di malam Pertama Perpisahan, Badri Ghazali: Implementasi P5 dari Kurikulum Merdeka
Bappeda Sumenep Mulai Sinkronisasi RKPD dengan KEM-PPKF 2025, Ini Tujuannya
Pasca dilantik, FPR Sumenep Warning Kades Raas Agar Tidak Main-Main Dalam Mengelola Dana Desa
di Hadiri 1500 Peserta, Kegiatan IOG SCM SUMMIT 2024 Tingkatkan Efisiensi Melalui Keterbukaan dan Sinergi Berlangsung Sukses
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445H, Bupati Sumenep Keluarkan Surat Edaran Begini
Ambruknya Mega Proyek PATM, Warga Pasongsongan Dukung Aktivis Desak Polda Jatim
Aktivis ALARM akan Laporkan Para Pemain Mega Proyek PATM Sumenep
BKPSDM Bersama Universitas Veteran Gelar Sosialisasi Kegiatan RPL Program S2

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:37 WIB

SDN Pancor II Gelar Kegiatan Bazar di malam Pertama Perpisahan, Badri Ghazali: Implementasi P5 dari Kurikulum Merdeka

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:42 WIB

Bappeda Sumenep Mulai Sinkronisasi RKPD dengan KEM-PPKF 2025, Ini Tujuannya

Selasa, 11 Juni 2024 - 21:38 WIB

Pasca dilantik, FPR Sumenep Warning Kades Raas Agar Tidak Main-Main Dalam Mengelola Dana Desa

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:17 WIB

di Hadiri 1500 Peserta, Kegiatan IOG SCM SUMMIT 2024 Tingkatkan Efisiensi Melalui Keterbukaan dan Sinergi Berlangsung Sukses

Selasa, 11 Juni 2024 - 14:34 WIB

Ambruknya Mega Proyek PATM, Warga Pasongsongan Dukung Aktivis Desak Polda Jatim

Sabtu, 8 Juni 2024 - 14:45 WIB

Aktivis ALARM akan Laporkan Para Pemain Mega Proyek PATM Sumenep

Jumat, 7 Juni 2024 - 14:37 WIB

BKPSDM Bersama Universitas Veteran Gelar Sosialisasi Kegiatan RPL Program S2

Jumat, 7 Juni 2024 - 10:05 WIB

Pengawasan Anak Putus Sekolah di Kota Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara

Berita Terbaru