SUMENEP, nusainsider.com — Festival Tembakau Madura 2025 kembali menjadi ajang unjuk gigi bagi industri rokok kretek lokal. Sejumlah perusahaan rokok asal Sumenep tampak berjejer indah memamerkan produk unggulan mereka di Stadion A. Yani, Jumat (29/8).
Tiga perusahaan rokok, yakni PR DRT Group, PR JLB 99, dan PR Haswal Group, hadir untuk menegaskan komitmen mereka terhadap keberlangsungan industri rokok kretek sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.

Kehadiran mereka disambut antusias oleh pengunjung yang memadati arena festival.
PR Haswal Group membawa produk unggulannya bermerek Arjuna Alami, sementara PR DRT Group tampil dengan DRT Classic serta Cipal Kretek. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bukti nyata bahwa industri lokal Madura masih konsisten berinovasi menghadirkan rokok kretek sesuai selera pasar tanpa meninggalkan akar tradisi.
Di balik harum setiap batang kretek, terdapat tangan-tangan terampil para buruh linting, mayoritas perempuan desa sekitar lokasi gudang perusahaan.
Mereka tidak hanya menjadi tenaga produksi, tetapi juga bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat kecil yang digerakkan oleh industri ini.
Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep, H. Udik, menegaskan bahwa eksistensi PR DRT Group dengan varian DRT Classic adalah representasi nyata kebangkitan industri rokok lokal.
“Inilah momentum emas. Kita tidak hanya menjaga warisan, tapi juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi rakyat, dan membuktikan bahwa kretek Madura mampu bertahan di tengah gempuran zaman,” tegasnya.
Selain ketiga perusahaan besar tersebut, festival tahun ini juga semakin berwarna dengan kehadiran inovasi unik dari PR Dua Hawa Bin Daud.
Perusahaan ini memperkenalkan varian rasa berbeda, yakni Ha’il Original, Teh, dan Mangga, yang langsung mencuri perhatian pengunjung. Varian rasa tersebut menjadi bentuk terobosan baru dalam memperkaya khazanah kretek Madura.
Festival Tembakau Madura 2025 tak hanya menjadi ruang promosi produk, melainkan juga panggung untuk memperlihatkan bagaimana industri rokok kretek lokal masih mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Dukungan terhadap industri ini dinilai akan berdampak besar dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat identitas budaya Madura yang lekat dengan tradisi kretek.
![]()
Penulis : Wafa

















