Dukung Pelestarian Budaya Nusantara, Lensamadura Gelar Diklat dan Pelatihan Membatik

Sabtu, 7 Desember 2024 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Redaksi Media Lensa Madura bekerjasama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni kenalkan budaya membatik kepada generasi milenial sebagai salahsatu upaya melestarikan batik Lokal Sumenep, Madura Jawa Timur.

Diketahui, Kegiatan Diklat Jurnalistik dan Pelatihan membatik Bagi Generasi Millenial tersebut akan berlangsung selama Dua hari bertempat di Kampus STITA dan Wirausaha Muda Sumenep (WMS), 7-8 Desember 2024 dengan mengusung Tema ‘Generasi Millenial Masa depan Indonesia emas 2045’.

Hal itulah yang dilakukan Media Lensa Madura untuk mengajak generasi muda menjaga budaya bangsa. Seperti kegiatan membatik di Wirausaha Muda Sumenep (WMS), kawasan Kota, Sabtu (7/12). Sedikitnya ada 34 gen Z dan milenial mendapat pelatihan membatik.

Mereka diajari proses membatik. Mulai dari mendesain pola, mencanting, pewarnaan, hingga pelorotan malam. Berbagai desain digambar, Seperti keris, Kerapan sapi, dan berbagai macam lainnya.

Baca Juga :  Ruang kreatif Hiburan Malam, Perkuat Industri Seni dan Ekonomi Lokal

Salah seorang peserta, Aulia Safitri mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan membatik. Perempuan asal Sepanjang, Kepulauan sapeken ini mengaku agak kaku.

“Alhamdulillah, masih agak kaku, semoga ada peruntungan,” Singkatnya saat dikonfirmasi usai Mengikuti Kegiatan Diklat Jurnalistik dan Pelatihan Membatik, Sabtu 7 Desember 2024.

Sementara itu, Abd Muksidyanto, Direktur Utama Lensamadura.com kepada media ini menyampaikan bahwa selain sebagai Pencari dan penyampai Informasi, kami redaksi lensamadura selalu berupaya menggali potensi anak-anak muda, Salah satunya dengan cara pelatihan membatik.

“Kami tidak hanya melakukan pelatihan, tapi juga memfasilitasi mahasiswa dan Generasi Millenial agar juga Berfikir panjang terlepas sebagai mahasiswa agar menjadikan Pengetahuan membatik yang dimilikinya menjadi Tambahan ekonomi ,” tandasnya Direktur Media lensamadura.com kepada media nusainsider.com, Sabtu (7/12).

Pihaknya juga mengucapkan Terimakasih kepada Sponsorship kegiatan yang selalu mendukung setiap kegiatan pengembangan Sumber daya manusia (SDM) dikota keris.

“Terimakasih kepada SKK Migas – KKKS Kangean Energy Indonesia (KEI), Petronas, Husky Cnooc Madura Limited (HCML), Medco Energy, Pertamina EP, dan Pelindo yang selama ini selalu berkolaborasi dengan Kami”, Ungkapnya.

Foto. Peserta Diklat Jurnalistik dan Pelatihan Membatik Lensamadura bersama Generasi Millenial Sumenep dan Mahasiswa. (Ist. nusainsider.com /Ach Toifur Ali Wafa

Muksid sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Batik adalah identitas budaya Indonesia. UNESCO sendiri secara resmi telah mengakui bahwa batik merupakan warisan budaya sejak 2009 lalu.

Namun bukan hanya identitas yang dimiliki secara nasional, secara kedaerahan utamanya Sumenep, batik juga menjadi identitas, karena dari Sabang sampai Merauke punya ciri batik masing-masing.

Baca Juga :  Sosok Arif Firmanto Dinilai Paling Pantas Duduki Jabatan Sekda, Begini Komentarnya

Oleh karena itu, hal ini adalah kewajiban warga Indonesia untuk menjaga kelestarian batik, “Pungkasnya.

Ditambahkan, diharapkan melalui pelatihan ini mampu mengedukasi para Generasi Millenial akan nilai-nilai intrinsik yang terkandung dalam batik tulis.

Dan diharapkan pula pelatihan ini bisa berkontribusi meningkatkan daya saing pengrajin batik di daerah, memicu kreativitas peluang usaha bagi masyarakat lokal, dan akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang berdampak memakmurkan masyarakat daerah,” Tambahnya

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB