Grahadi Meriah, Masalembu Terluka: Potret Ketimpangan di Hari Raya

Minggu, 22 Maret 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Open House Pemprov Jatim di tengah Rusaknya jalan provinsi di kepulauan Masalembu - SUMENEP Madura Jawa Timur

Foto. Open House Pemprov Jatim di tengah Rusaknya jalan provinsi di kepulauan Masalembu - SUMENEP Madura Jawa Timur

SUMENEP, nusainsider.com — Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Jawa Timur menghadirkan potret kontras yang menyayat hati. Di satu sisi, suasana hangat dan penuh hidangan tersaji dalam agenda open house di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (21/3/2026).

Namun di sisi lain, warga Pulau Masalembu justru dihadapkan pada kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, khususnya akses menuju pelabuhan yang rusak parah.

Perbedaan mencolok ini memicu kritik tajam terhadap komitmen pemerataan pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wilayah kepulauan seperti Masalembu dinilai masih tertinggal dan belum mendapatkan perhatian serius, meski memiliki peran vital sebagai jalur logistik dan transportasi masyarakat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memang menggelar open house sebagai bentuk silaturahmi dengan masyarakat.

Baca Juga :  Kreatif! DLH Sumenep Tampilkan Olahan Sampah Jadi Produk Rumah Tangga di Madura Culture Festival #3

Namun, bagi warga di daerah kepulauan, kebutuhan utama bukanlah seremoni, melainkan pembangunan nyata yang menyentuh kebutuhan dasar.

Hasan (42), warga Masalembu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah terkesan abai terhadap kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangannya.

“Gubernur seakan tidak peduli. Buktinya, kondisi pelabuhan yang menjadi kewenangannya hingga kini dibiarkan rusak parah, padahal itu adalah urat nadi keselamatan masyarakat,” ujarnya dengan nada prihatin, Minggu (22/3/2026).

Menurut Hasan, kerusakan pelabuhan bukan hanya persoalan teknis, melainkan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Klarifikasi! Dr Erliyati Pastikan Anggaran RSUD Sumenep Dikelola Transparan Sesuai Kebutuhan

Ia menyebut kondisi ini sebagai “Hukuman Ekonomi” bagi warga kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.

“Ini bukan sekadar infrastruktur rusak, tapi ketidakadilan pembangunan yang terus kami rasakan,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan lapangan dan laporan warga, terdapat dua persoalan utama yang hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah provinsi.

Pertama, akses logistik terganggu akibat jalan utama menuju dermaga yang rusak berat, sehingga distribusi kebutuhan pokok pasca Lebaran terhambat.

Kedua, kondisi jalan yang dipenuhi lubang dalam di sepanjang jalur pelabuhan menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat, khususnya pada arus balik Lebaran. Warga terpaksa melintasi jalur berbahaya yang sewaktu-waktu bisa memicu kecelakaan.

Baca Juga :  Cegah Balap Liar, Kasat Lantas Polres Sumenep Pimpin Patroli

Warga Masalembu menegaskan bahwa mereka tidak menolak tradisi saling memaafkan di momen Idulfitri. Namun, mereka berharap pemerintah tidak berhenti pada simbolisme semata.

Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah konkret, mulai dari pengerahan alat berat, pengaspalan jalan, hingga percepatan perbaikan infrastruktur pelabuhan secara menyeluruh sebelum kondisi ini menimbulkan korban jiwa.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi Redaksi Media Jurnalis Indonesia. Sikap tersebut dinilai semakin memperkuat kesan bahwa persoalan di wilayah kepulauan masih belum menjadi prioritas utama. (*)

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru